Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Tidak berani bermimpi!


__ADS_3

Senyum manisnya terlihat jelas, entah seperti apa tapi hati berkecamuk penuh dengan rasa takut.


"Baiklah tidak masalah tapi jangan pernah berjumpa dengannya tanpa Nayla" ucap Alex.


Jessica pun mengangguk yakin, itu tidak masalah baginya karena tidak ada lagi cinta untuk Devan mereka hanya sahabat, sahabat yang manis tulus tanpa terkecuali sehingga tidak mungkin bisa melupakan satu sama lainnya, persahabatan mereka penuh dengan kebahagiaan.


"Selalu ada bersama ku, bersama Cahaya, kita melalui semuanya bersama-sama, janji" Jessica menunjukkan jari kelingking nya pada Alex.


Menunggu Alex pun menyematkan jari kelingkingnya yang artinya akan memegang janji tersebut, tapi Alex hanya diam berbaring dengan lampu penerang redup.


Keduanya sama-sama saling menatap, Alex yang meletakkan kepalanya pada bantal dan Jessica masih menjadi tangan Alex sebagai bantal.


Bantal ternyata.


"Kamu kenapa bicara seperti itu?"


Alex tidak ingin menyematkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Jessica, perasaan penuh tanya kini seakan menjadi sebuah penghalang.


Ada apa dengan Jessica?


Ragu padanya yang kini berusaha bisa menjadi Ayah yang baik? suami yang baik atau ada hal lainnya?


Ada apa?


Jessica benar-benar menyimpan sejuta teka-teki hingga membuatnya bertanya-tanya.


"Bicara gimana?" Jessica pun kembali bertanya sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"Kamu sedang tidak menyembunyikan apapun dariku kan?" tanya Alex.


Jessica menunjukkan wajah murungnya dengan air mata yang juga menetes, mengusap dengan secepat mungkin. Alex masih menunggunya, menunggu penjelasan dari setiap keinginan Jessica yang begitu aneh.


Satu detik, dua detik, tiga detik.


Keduanya masih diam tanpa kata, Jessica yang perlahan menangis terseru-sedu merasa takut meninggalkan Alex juga Cahaya.


'Aku hanya ingin mempersiapkan diri jika nanti ternyata aku harus pergi, maka aku sudah bahagia karena disisa-sisa hidup, kamu sudah membuatku bahagia' batin Jessica.


"Jessica?" Alex semakin ketakutan bertanya dengan nada rendah saat wajah pucat Jessica terlihat jelas.


"Hehehe, aku bahagia" Jessica pun tersenyum melihat Alex dan memastikan dirinya baik-baik saja.


"Aku cuma terharu, apa salah kalau aku yang ingin kali ini merasakan betapa bahagianya menjadi bumi yang mendapatkan perhatian penuh dari suaminya?" ucap Jessica dengan menata senyum agar terlihat bahagia.


"Kamu yakin hanya itu?" tanya Alex.


Dekapan Alex kini membuatnya hanyut dalam kehangatan akan tetapi Jessica tidak ingin bermimpi takut semua tidak bisa menjadi nyata.


"Itu saja?" Alex terus menatap mata Jessica, menyelami setiap perasaan istrinya itu berharap tidak ada satu kebohongan pun yang tersisa berharap Jessica berbicara jujur sejujurnya tanpa ada yang sisa luka.


"Iya nggak boleh?"


Alex pun merasa lebih lega, kemudian memeluk Jessica dengan perasaan penuh kebahagiaan.


"Makasih, kamu udah mau kembali sama aku, aku sangat mencintai kamu dan aku juga minta maaf kalau selama mengandung Cahaya aku tidak ada" penyesalan itu jelas terlihat sehingga ingin memperbaiki agar lebih baik.

__ADS_1


Keduanya terdiam dalam lamunan masing-masing, Alex yang penuh kebahagiaan menantikan saat-saat anak keduanya dilahirkan ke dunia ini. Sedangkan Jessica yang takut kehilangan Alex dan juga Cahaya.


"Kalau misalnya aku nggak ada, kamu bakalan cari pengganti aku nggak?" tanya Jessica tiba-tiba.


Alex terkejut mendengarnya, mengapa harus ada pertanyaan gila seperti itu.


"Aku cuma bertanya, kan katanya kamu cinta mati sama aku" Jessica kembali menjelaskan agar Alex tidak menatapnya terkejut.


"Apa tidak ada pembicaraan yang lain yang jauh lebih penting?" Alex tidak suka sama sekali dengan pertanyaan Jessica, mimpi bahagia bersama sudah sejak lama, lalu mungkinkah saat ini memilih untuk menguburnya.


Tentu tidak!


"Aku hanya bertanya"


"Pertanyaanmu itu gila!" geram Alex dan segera memunggungi Jessica.


Jessica pun tersenyum dan melingkarkan tangannya pada perut Alex, menghirup aroma tubuh suaminya yang menenangkan, sesaat kemudian Alex pun kembali berbalik dan menarik Jessica ke dalam pelukannya.


"Tidur" pinta Alex.


"Kamu aja yang tidur duluan, nanti kalau kamu udah tidur baru aku tidur" ucap Jessica.


"Kenapa begitu?" tanya Alex.


"Nggak apa-apa" Jessica tersenyum sambil memeluk Alex semakin erat, menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Alex.


Kehangatan yang mampu menenangkan diri dari segala perasaan gelisah, Jessica benar-benar menunggu Alex yang terlelap dahulu setelah itu dirinya tersenyum sambil berdoa semoga besok masih bisa membuka mata.

__ADS_1


Menatap wajah Alex, seseorang yang sedang berusaha untuk membahagiakan dirinya, seseorang yang sedang berjuang mendapatkan cintanya, Jessica tahu cinta untuk Alex belum sebesar itu, tetapi rasa takut berpisah begitu besar di hatinya, Jessica pun menutup matanya segera terlelap dalam dekapan hangat Alex, tanpa sadar Alex memeluknya semakin erat padahal sudah jelas sedang terlelap.


"Aku bahagia, semoga semua yang terjadi tidak lantas memisahkan kita, namun aku tidak berani terlalu banyak berharap juga," Jessica berbicara sendiri saat Alex yang terlelap dan Jessica dengan mata yang terpejam.


__ADS_2