Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Ayo kita menikah!


__ADS_3

Ting!


Ponsel Cahaya pun berdering, dirinya yang sedang bersantai di teras menikmati siang hari dengan secangkir teh manis mulai melirik ponselnya. Seketika itu terbatuk-batuk karena membaca pesan yang di kirimkan oleh Felix.


"Uhuk... Uhuk......" Cahaya sampai menyemburkan teh, karena terlalu shock.


"Aya, kamu baik-baik saja?" Tanya Jessica yang sedang menyirami tanaman nya.


"Iya Mom. aku nggak apa-apa," Cahaya menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan. Setelah itu, kembali menatap layar ponselnya melebarkan mata berharap dirinya yang salah membaca. Tapi tidak, lagi-lagi bacaan nya masih saja sama.


( Sayang ) Felix.


"Mom, tolong pukul kepala ku," Cahaya pun memberikan kayu pada Jessica.


Jessica mendadak bingung seketika mematung tanpa tahu harus berbuat apa.


Apakah diusianya sekarang telinganya sudah rusak?


Jessica tidak mengerti sama sekali.


"Mom!" Cahaya pun berseru, sebab Jessica hanya diam tanpa melakukan apapun.


"Cahaya, apa Mom butuh alat mendengar. Agar tidak salah mendengar?"


"Mom! Tidak lucu! Pukul Aya!"


"Ada apa?" Jessica mendadak di buat kebingungan oleh sikap Cahaya yang aneh ini.


"Cepat lakukan!"


Jessica pun memukul Cahaya, tapi sebenarnya dirinya juga masih bingung dan tidak tega. Namun, Cahaya terus saja bersikeras ingin di pukul.


"Mommy, sakit!" Seru Cahaya.

__ADS_1


"Kan, kamu yang mau?"


"Iya sih," Cahaya pun melenggang pergi dengan senyuman di bibirnya.


"Ada apa dengan anak itu?" Jessica benar-benar bertanya-tanya mengapa putrinya mendadak aneh.


Sedangkan Cahaya sudah memasuki kamarnya meloncat di atas ranjang. Kemudian berguling-guling di kasur. Sampai akhirnya terjatuh.


"Aduh," Cahaya meringis menahan rasa sakit di pinggangnya.


"Ya ampun........sakit sekali," segera berdiri dan duduk di sisi ranjang dengan rasa pinggang yang nyut-nyutan.


Kembali lagi ponselnya menunjukkan notifikasi sebuah pesan.


( Kamu sedang apa? ) Felix.


Ya ampun beginikah rasanya jatuh cinta? Cahaya benar-benar layaknya seorang anak SMA yang baru tahu rasanya perasaan seperti ini.


Bayangkan saja sampai di usianya yang hampir menginjak dua puluh enam tahun ini baru merasakan kenikmatan jatuh cinta.


( Udah mandi belum ) Felix.


Cahaya pun mencoba untuk mengetik pesan balasan, tetapi sesaat kemudian menghapusnya kembali. Sebab, bingung harus menuliskan pesan yang seperti apa. Sedangkan Felix menunggu dengan setia balasan pesan dari Cahaya. Tapi sudah tiga puluh menit lamanya menunggu tidak juga terbalas.


"Kemana dia? Kenapa tidak membalas?" jari-jari tangan Felix mengetuk meja bertanya-tanya.


Sesaat kemudian Felix pun memutuskan untuk menemui Cahaya secara langsung. Seperti biasanya, memasuki kamar Cahaya langsung dengan caranya sendiri.


Namun, sesampainya di sana Felix di buat terkejut saat melihat Cahaya tengah berbalut handuk. Bahkan sesaat kemudian menurunkan handuknya, Cahaya yang memunggungi Felix tidak menyadari sama sekali.


Felix pun terus menatap bagian belakang tubuh Cahaya yang perlahan memakai pakaiannya, kemudian Cahaya pun berbalik.


Betapa shock nya melihat Felix ada di dalam kamarnya, seketika itu Cahaya menyilangkan tangannya di dada walau pun sudah menggunakan pakaian nya.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu di sini?"


Felix pun tersenyum, kedua tangannya menyilang di dada. Menatap Cahaya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Felix!" Seru Cahaya penuh amarah.


"Kenapa? Setelah menikah aku juga akan lebih sering melihat nya," kata Felix dengan santainya.


Cahaya pun menyimpulkan bahwa Felix sudah melihatnya tanpa sehelai benang pun barusan.


"Kamu itu sangat tidak sopan!" Cahaya pun meluapkan kemarahan nya dengan memukuli dada Felix.


Setelah beberapa saat kemudian tangannya di pegang oleh Felix, seketika Felix menariknya hingga bersandar pada dinding.


"Felix, lepas!"


Cahaya meneguk saliva saat kini mereka berdua tanpa jarak.


"Sebentar saja," Felix pun mencium bibir Cahaya yang kini sudah menjadi candunya.


Cahaya pun tidak dapat menolak, dirinya yang sudah dewasa juga sudah menginginkan hasrat yang mampu memuaskan dirinya. Membalas dengan perlahan, membuat Felix tersenyum bahagia.


"Ayo kita menikah!" Bisik Felix.


Cahaya terdiam sejenak sambil menatap wajah Felix.


"Aku tidak bisa terus begini, jangan sampai aku khilaf," tambah Felix lagi.


Cahaya pun menutup mata sesaat bibir Felix kembali mencium bibirnya, hingga pintu pun terbuka tiba-tiba.


"Aya, Mom..." Jessica kehilangan kata-katanya saat melihat apa yang sedang di lakukan oleh Felix dan Cahaya.


"Mom!" Cahaya pun mendorong Felix, kemudian berjalan ke arah Jessica.

__ADS_1


Jessica pun memegangi dadanya yang mulai tidak terkendali. Dengan cepat Cahaya mengambilkan mineral untuk Jessica dengan secepat mungkin. Jika terjadi sesuatu pada Jessica dirinya adalah seorang anak yang paling berdosa saat ini.


__ADS_2