Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Ingin curhat.


__ADS_3

Kurang lebih habis sudah lima ratus lembar tisu yang di gunakan Vanya untuk mengusap air matanya, setelah kejadian barusan benar-benar membuatnya merasa menjadi wanita paling menyedihkan di dunia ini.


Sampai-sampai Ninda pun sangat kesal pada Vanya.


"Vanya, udah dong. Berisik tahu!"


"Kamu nggak tahu rasanya gimana kalau putus cinta, sedih tau nggak?" Vanya malah melampiaskan kemarahannya pada Ninda karena tak merasakan apa yang sedang dirasakan olehnya.


"CK, lebay! Cari yang baru kan bisa!!!


Vanya semakin berteriak kencang karena merasa Ninda tak perduli pada perasaannya saat ini.


"Kamu tahu aku?"


"Taulah, siapa yang nggak tahu? Kan Ibu aku kerja di rumah orang tua kamu!"


"Bukan itu Ninda!"


"Terus apa?"


"Perasaan aku sekarang, Ninda," Vanya menepuk dadanya seakan rasa sakitnya begitu dalam.


"Aku udah tulus banget..." Vanya mendadak berhenti berbicara saat ponselnya berdering.

__ADS_1


Hingga akhirnya matanya melihat layar ponselnya.


Dengan segera Vanya pun menjawab panggilan tersebut, dirinya sudah dewasa jadi harus profesional.


Meskipun hanya dirinya sendiri yang mengakui kedewasaannya sedangkan orang di luar sana yang melihat tingkah anehnya pasti akan mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang bocah ingusan yang amat sangat aneh.


Dan menjadi dewasa itu sulit karena tidak boleh mencampur adukkan antara hubungan pribadi dan pekerjaan. Itulah yang biasa disebut oleh orang-orang sebelumnya selama ini.


Meskipun tidak tahu pasti atau tidak akan kebenarannya.


"Ya Tante?" Jawab Vanya setelah menerima panggilan dari Sela.


"Hari ini tolong antarkan Tante ke rumah sakit ya, soalnya hari ini jadwal kemoterapi," kata Sela menyampaikan tujuannya menghubungi Vanya.


"Ya Tante, aku ke rumah Tante sekarang"


Wajah Vanya terlihat sangat murung sejak tadi, bahkan sampai selesai menemani Sela melakukan kemoterapi di rumah sakit.


"Dari tadi, Tante perhatikan kamu cemberut terus?" Sela yang baru saja berbaring di atas ranjang di bantu oleh Vanya merasa ada yang berbeda dari wanita yang biasanya ceria tersebut.


Mendadak dirinya bertanya apakah yang sedang terjadi.


Vanya makhluk aneh itu kini mendadak menjadi pendiam entah apa penyebabnya membuat Sela semakin penasaran.

__ADS_1


"Aku lagi galau, Tante. Boleh nggak aku ke dapur ngambil es krim di kulkas, Tante?"


"Boleh dong, kalau gitu biar Tante juga istirahat dulu. Soalnya, lemes banget."


Vanya pun mengangguk kemudian menyelimuti Sela.


Setelah itu bergegas keluar dari kamar, tak lupa menutup pintu.


Vanya pun menuju dapur kemudian mencari es krim di sana untuk meredam sedikit rasa sedihnya


Vanya ingin bahagia setelah terpuruk karena cinta, begitulah yang dipikirkan oleh gadis aneh ini.


Hingga akhirnya duduk di kursi meja makan sambil menangis dan juga memasukan sendok berisi es krim pada mulutnya secara terus-menerus.


Hingga akhirnya Vanya pun melihat Riki yang muncul.


"Om, sini deh!"


Vanya pun meminta Riki untuk duduk di sampingnya.


Riki tahu pasti bocah tengil itu menangis karena kekasih tercintanya yang sudah ketahuan berbohong.


Dalam hati Riki bersorak gembira karena kini Vanya tak lagi memiliki seorang kekasih, kini juga dirinya tak akan lagi di acuhkan seperti sebelumnya.

__ADS_1


Riki lebih leluasa untuk mendekati Vanya berharap juga wanita itu bisa jatuh ke pelukannya secepat mungkin.


"Om, aku pengen curhat!" Vanya pun mengambil tisu dan mengusap air mata.


__ADS_2