Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang 2
Sedikit panik,


__ADS_3

"Apa kabar," Jessica pun tersenyum saat memasuki kamar Nayla. Berjalan dengan kaki jenjangnya perlahan semakin mendekati sang pemilik kamar.


"Baik, apa kabar?" Nayla pun menyapa dengan tidak kalah antusias.


Beberapa lama tidak bertemu ada rasa rindu sedikit banyaknya dalam hati keduanya, bukan soal masa lampau yang menyakiti.


Tapi masa-masa yang terlewati penuh dengan keikhlasan dan kesabaran, lalu menciptakan sebuah hubungan.


Sehingga kini seakan keluarga tanpa pernah berada dalam dilema yang sama.


"Mana baby nya?"


"Ini Tante," Nayla pun menirukan suara anak kecil, menunjukan baby Vanya yang kini dipeluknya.


Jessica tersenyum bahagia sambil mencolek wajah mungil bayi itu.


"Akhirnya, dapat anak cewek juga," ujar Jessica penuh haru.


"tya, dan sepertinya lengkap sudah," lanjut Nayla dengan raut wajah bahagia. Seorang Ibu yang melahirkan dengan rasa sakit yang begitu luar biasa.


Anehnya rasa sakit terasa sirna setelah melihat wajah mungil buah hati tercinta.


Semua Ibu tentu begitu, tidak terkecuali dengan Nayla.


Lelah, letih dan juga keringat terbayar lunas seiringan dengan tangisan kelahiran Vanya, iramanya seakan penuh rasa syukur tiada terkira.


"Aku bawa sesuatu," Jessica pun mengambil kembali paper bag yang dia letakkan begitu saja di atas ranjang, begitu melihat wajah Vanya membuatnya lupa akan bawaannya tersebut.


"Terima kasih Tante" Nayla pun menerima dengan rasa senang tanpa menolak sama sekali. Setelah bercerita tentang beberapa hal, akhirnya Jessica pun berpamitan pulang.


Tentunya Nayla pun harus beristirahat, ditambah lagi dengan dirinya juga tidak boleh kurang beristirahat.


Sepanjang perjalanan pulang Jessica hanya menatap ke arah luar, melihat orang-orang yang tengah sibuk berlalu-lalang.


"Alex stop!" Jessica pun mendadak meminta suaminya untuk menghentikan laju mobil.


Alex dengan refleks menekan pedal rem, hingga terhuyung beruntung tidak terjadi apa-apa.


"Hehe," Jessica pun menggabungkan kedua tangannya meminta maaf pada Alex.


"Itu sangat berbahaya, lain kali jangan lakukan itu lagi!"


"Maaf," Jessica pun mengangguk setuju.


Alex pun memperhatikan sekitarnya, bingung sebab apa yang membuat Jessica meminta laju mobil berhenti dengan mendadak.


"Kenapa kamu minta berhenti?" tanya Alex.


Jessica pun menunjuk penjual nasi goreng di pinggir jalan.

__ADS_1


"Kamu mau makan di situ?" Tebak Alex. Jessica pun mengangguk mantap, sambil tersenyum karena Alex mengerti tanpa di beritahu sekalipun.


"Tapi mereka juga sedang bersiap-siap untuk membuka dagang," terlihat jelas penjual yang dimaksud Jessica baru bersiap-siap untuk membuka dagangannya, menata kursi dan juga beberapa meja.


"Aku pengen, gimana dong?" Tanya Jessica dengan wajah melasnya.


"Tapi belum di buka" ucap Alex.


"Iya juga sih," Jessica menggaruk kepalanya, bingung juga harus bagaimana.


"Tapi pengen, serius. Nasi gorengnya enak banget. Rasanya udah di lidah aku nih," Jessica pun menunjukkan lidahnya seakan sudah merasakan makanan yang paling lezat.


"Dasar!" Alex menyentil hidung Jessica, karena istrinya itu terlihat lucu dengan sikap yang kekanak-kanakan.


"Hehe," Renata kembali melihat pedagang nasi goreng tersebut dari jendela mobil yang setengah terbuka.


"Ya sudah kita tunggu saja," Alex pun turun dari mobil, kemudian membukakan pintu untuk Jessica,


Jessica pun dengan bahagia turun, kemudian memegang tangan Alex untuk berjalan mendekati pedagang nasi goreng di pinggir jalan.


"Mas, nasi goreng nya sudah ada?" Tanya Alex.


"Belum Mas, satu jam lagi. Baru ada," jawab si pedagang pun.


Jessica pun menunjukkan raut wajah kesalnya, persis seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangan nya.


Alex pun mendekati pedagang tersebut, kemudian berbisik.


"Mas, bisa buatkan sekarang untuk istri saya yang cantik ini. Saya bayar satu juta untuk satu porsinya," Alex pun memberikan penawaran agar pedagang nasi goreng mau membuatkan saat ini juga.


Benar saja, si pedagang pun menghentikan pekerjaannya yang sedang menata kursi. Beralih melihat Alex seakan masih bingung.


"Saya serius Mas," kata Alex lagi.


"Ya sudah, tapi sebentar ya Mas."


Alex pun duduk bersama dengan Jessica, menunggu sesaat nasi goreng disiapkan.


"Kamu ngomong apa sama Mas nya?" Jessica pun penasaran entah apa yang katakan oleh Alex pada tukang nasi goreng tersebut, sehingga bisa membuatnya lebih awal.


"Aku cinta kamu," kata Alex.


"Alex ish!" Jessica pun kesal dan menggigit lengan bagian atas Alex.


Kemeja Alex yang dilipat hingga di siku membuat gigi Jessica tidak bisa menusuk lebih dalam pada kulit.


Sehingga membuat Jessica sedikit kecewa.


"Gimana? Sakit!"

__ADS_1


"Rasanya enak, mau lagi," pinta Alex dengan mengkedipkan sebelah matanya.


"Em," wajah Jessica pun mendadak memerah, sejak kapan dirinya baru menyadari bahwa Alex juga tampan.


Entahlah tapi ada hati yang berbunga, ada jantung yang berdebar seakan baru pertama kalinya menginjak usia remaja dan tertarik pada lawan jenisnya.


"Eh, mukanya merah lho ini," Alex pun mencolek dagu Jessica, sesaat kemudian meletakkan kembali kedua tangannya pada meja.


Dengan refleks Jessica pun memegang wajahnya, bertanya-tanya apakah benar yang dikatakan oleh Alex.


"Mas, pinjam ya," Alex mengambil kaca kecil yang diletakkan tidak jauh darinya, dan tentunya itu adalah milik dari si penjual nasi goreng pinggir jalan tersebut.


"Iya Mas"


"Ni ngaca, kalau nggak percaya," Alex pun memberikan pada Jessica.


Dengan cepat Jessica pun mengambil alih dari tangan Alex. Sesaat kemudian dirinya merasa ada yang janggal.


Jessica pun mendesus, perlahan melihat Alex yang duduk di sampingnya. Terlihat Alex tengah tersenyum padanya.


"Nggak mau!" Jessica pun kembali mengembalikan cermin ditangan nya pada Alex, tersadar ternyata dirinya sedang dalam mode tidak sadar sudah dikerjai oleh Alex.


"Ada, kamu sudah lihat barusan," Goda Alex tanpa hentinya.


"Nggak ada, nggak ada, nggak ada!" Jessica menutup telinga, tidak ingin mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Alex.


"Ada sayang, ada" Kata Alex sambil berusaha untuk membuka telinga Jessica yang sedang ditutupi oleh kedua tangannya sendiri.


"Kamu mau aku gigit!" Jessica yang sudah tidak kuat digoda memilih untuk mengancam, jika dengan menggigit bisa membuat Alex berhenti menggodanya maka akan dilakukan oleh Jessica tanpa terkecuali.


"Aku sih suka di gigit kamu, soalnya gigitan kamu itu bisa bikin virus sayang." kata Alex sambil terkekeh geli menggoda Jessica.


"Kamu apaan sih! Aku serius lho, aku gigit beneran!"


"Coba!" Tantang Alex memberikan lengannya pada Jessica.


Jessica yang terlanjur kesal pun memutuskan untuk menggigit Alex, mengeluarkan tenaganya agar Alex memohon ampun.


"Sakit kan?" kata Jessica dengan bangga.


Alex diam sambil menunduk, tidak ada berbicara sama sekali hingga membuat Jessica penasaran.


Satu detik, dua detik, tiga detik.


Alex masih saja diam tanpa ada reaksi apapun.


Tidak marah, tidak berbicara, tidak pula mengangkat kepalanya yang masih menunduk ke bawah.


"Alex," Jessica sedikit panik, perasaannya mulai was-was seketika.

__ADS_1


__ADS_2