
Mendengar anak perempuannya mengamuk. Pak Samsul langsung bergegas ke kamar anaknya.
Ceklek....
"Chintya!!. Apa yang kau lakukan!!." bentak pak Samsul, ia melihat kamar Chintya tidak berbentuk lagi. Semuanya berantakan.
"Papa! Bantu aku untuk mendapatkan Reyhan pa!." Chintya mulai frustasi.
"Kamu tenang dulu sayang. Cerita ke papa." ucap Pak Samsul lembut dan menenangkan anaknya.
"Pa. Chintya nabrak orang pa." ucap Chintya terbata - bata dan ketakutan.
"Apa maksud kamu sayang?." pak Samsul sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan anaknya.
Chintya semakin frustasi saja. Ia takut kalau Silvi selamat, maka dia akan di penjara. Karena hanya Silvi yang tahu kalau dia yang mempunyai mobil itu.
"Aaarrgghhh..." teriak Chintya sangat kencang.
Pak Samsul semakin tidak mengerti kenapa anak perempuannya bersifat tempramen seperti ini. Samsul hanya memeluk anaknya. Menenangkannya.
Chintya mulai tenang dipelukan sang papa. Pak Samsul akan mencari penyebab anaknya seperti ini. Anaknya mengatakan kalau dia menabrak seseorang. Apa karena ini Chintya begitu ketakutan.
**********
Ditempat yang berbeda. Ricko dan Shinta. Waktu pernikahan mereka sebentar lagi, kira - kira 5 hari lagi. Kedua keluarga begitu sibuknya mengurus segala sesuatu.
Shinta berada di dalam kamarnya. Ia masih meragukan perasaannya kepada Ricko. Apakah dia bisa mencintai Ricko.
"Ya Tuhan. 5 hari lagi pernikahanku akan di laksanakan. Tapi kenapa hatiku masih dipenuhi nama Miko. Apa aku bisa mencintai kak Ricko dan melupakan cintaku. Aku harus bagaimana." gumamnya dalam hati. Tanpa terasa air matanya terjatuh di pipi mulusnya.
Sementara itu di sebuah tempat. Ricko masih di kantornya. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Ia menyelesaikannya dengan cepat. Agar nanti ia bisa berbulan madu bersama calon istrinya.
Disela - sela kesibukan Ricko. Seseorang mengetuk pintu ruangannya.
Tok...tok...tok...
"Mas Ricko?" panggil seorang wanita cantik dan seksi.
Ricko yang merasa di panggil mendongakan kepalanya dan menatap kearah suara. Betapa terkejutnya ia melihat siapa yang datang menemuinya di kantornya.
"Sandra?." seru Ricko dan bangkit dari tempat duduknya.
"Mas. Aku kangen banget sama kamu. Kemana aja kamu kenapa gak kasih kabar ke aku." ucap wanita itu dengan manjanya dan ia pun langsung memeluk Ricko dengan erat.
Ricko masih bergeming. Kenapa wanita ini harus datang.
__ADS_1
"Mas. Sayang. Kamu kok diam aja sih?." tanya wanita itu dengan manjanya.
"Sandra!. Lepaskan aku. Jangan kayak gini." ucap Ricko melepaskan pelukan wanita itu.
"Sayang kamu kenapa? aku kesini karena aku merindukan kamu." ucap Sandra.
Flashback on
Putusnya Ricko dari Laras. Ia begitu frustasi. Hidupnya hancur. Ricko pun meninggalkan negara ini. Dia pergi ke Singapura. Ia akan menenangkan pikiran dan hatinya.
Di negara Singa itu. Ricko mengenal seseorang wanita yang cantik, sexi dan baik. Wanita itu bernama Sandra Hermawan. Di sela - sela kesedihan hati Ricko, wanita yang bernama Sandra itu selalu menghiburnya. Hari demi hari Ricko mulai melupakan Laras cinta pertamanya.
"Mas Ricko. Temani aku nonton yuk?. manja Sandra.
"Tapi, mas masih sibuk. Kalau kamu mau menunggu mas. Mas akan nemani kamu." ucap Ricko.
"Ok mas."
Selesainya Ricko dengan pekerjaanya. Mereka pun pergi untuk menonton. Mereka menghabiskan waktu siang mereka berdua saja. Sandra sangat bahagia bisa ditemani oleh pria pujaan hatinya. Iya. Sandra menyukai Ricko pada awal mereka ketemu. Sandra tahu kalau Ricko lagi patah hati. Dengan perlahan Sandra mulai masuk kedalam hatinya Ricko.
Walupun sikap Ricko yang biasa saja. Tidak ada tanda - tanda ia membuka hatinya untuk Sandra. Tapi Sandra tidak peduli. Cinta tak harus memiliki.
Setelah lelah berjalan - jalan. Ricko dan Sandra balik ke apartemennya. Ricko mengantarkan Sandra pulang ke Apartemennya. Tapi Sandra yang masih ingin berdua dengan Ricko.
"Baiklah. Kamu boleh maen ke Apartemen mas." Jawab Ricko dengan senyuman.
Betapa senangnya Sandra bisa singgah ke Apartemen sang pujaan hati.
Tidak butuh waktu lama. Sampailah mereka di basment apartemen Ricko. Dengan wajah yang selalu tersenyum Sandra melangkahkan kakinya menuju Apartemen Ricko.
Smapailah mereka di dalam Apartemen milik Ricko.
"Mas mau aku masakin apa?." tanya Sandra.
"Apa saja." jawabnya.
Sandra pun memulai acara memasaknya. Ia ingin masak yang spesial untuk pujaan hatinya. Mungkin dengan masakannya Ricko akan membuka hatinya.
Setelah berkutat di dapur. Dan Sandra telah menyiapkan seluruh masakannya. Ia melihat depan pintu kamar Ricko. Orang yang sedari tadi ditunggunya kenapa belum muncul juga. Dengan keberaniannya. Ia pun memanggil Ricko kekamarnya.
Tok...tok...tok...
"Mas...masakannya sudah selesai tu. Kita makan yuk?" panggil Sandra dari luar.
Tidak ada jawaban dari dalam. Sandra terus mengetuk pintu kamar Ricko. Tidak ada juga jawaban dari Ricko.
__ADS_1
Sandra membuka pintu kamar Ricko. Dan kebetulan pintu kamarnya tidak di kunci. Tanpa pikir panjang Sandra langsung masuk kedalam. Dilihatnya sosok yang di panggil tadi tertidur pulas di ranjangnya. Di hampirinya Ricko yang sedang tertidur. Sandra duduk di pinggir ranjang. Di tatapnya wajah Ricko, sangat tampan sekali. Di elusnya pipi Ricko.
"Mas. Bangun, makan malam sudah selesai." ucap Sandra yang masih mengelus pipi Ricko.
"Mas. Ayo dong."
Entah setan apa yang merasuki pikiran Sandra. Dengan keberaniannya ia mengecup bibir Ricko. Cukup lama dia mengecup bibir Ricko. Ketika bibir mereka masih bersentuhan. Ricko yang merasa terganggu, membuka matanya. Betapa terkejutnya dia melihat Sandra memgecup bibirnya. Jarak wajah mereka begitu intim.
"Mas...bangun." ucap Sandra mendesah.
Ricko hanya bisa memandang wajah Sandra. Karena nyawa Ricko belum terkumpul akibat dari bangun tidurnya tadi. Mereka saling memandang. Ricko yang di dalam tidurnya tadi bermimpi indah. Ia dan Laras lagi berduan di taman yang indah. Wajah mereka masih saja berdekatan, Sandra dengan beraninya mencium bibir Ricko lagi. Cukup lama ia menciumnya . Ricko yang mulai bangkit nafsu birahinya. Tanpa sengaja ia membalas ciuman Sandra. Ricko ******* bibir Sandra dengan penuh nafsu. Sampai mereka kehabisan oksigen.
"Sandra." ucap Ricko terengah - engah.
Tanpa babibu lagi. Ricko menarik Sandra kedalam pelukannya. Dan membalikan tubuh Sandra, dan sekarang Sandra berada di bawah kungkungan Ricko. Ricko yang sudah berada di puncak birahinya. Di lumatnya lagi bibir Sandra. Ciumannya turun di leher jenjang Sandra. Ricko meninggalkan jejak kepemilikannya di leher Sandra. Entah siapa yang mulai. Dengan tidak sengaja pakaian mereka berdua telah terbuka semua. Mereka berdua dengan tubuh polos mereka. Dan dengan hasrat tingginya Ricko melancarkan aksinya. Tanpa mereka sadari mereka melakukan hubungan intim itu. Dengan hasrat yang tinggi entah berapa kali Ricko menyalurkannya.
Sampai pukul 02.00 pagi mereka berhenti melakuaknnya. Dan mereka terlelap saling memeluk.
Pagi harinya betapa terkejutnya Ricko. Apa yang dilakukannya kepada Sandra. Dia sudah berbuat kesalahan. Dia teringat apa yang telah ia lakukan. Dan yang membuatnya begitu frustasi. Ia melakukan tanpa pengaman.
Sandra yang merasa remuk badannya. Terbangun.
"Mas. Sudah bangun." ucap Sandra.
"Sandra. Maafkan aku." ucap Ricko.
"Mas. Aku ikhlas mas." ucap Sandra tulus dan mengelus pipi Ricko.
Dari hubungan intim itulah Sndra dan Ricko semakin dekat. Bahkan mereka sering melakukannya. Dan entah apa yang terjadi Ricko yang dengan tiba - tiba pergi meninggalkan Sandra. Dan dia kembali ke Indonesia.
Flashback off.
"Mas. Kamu kok gak kasih kabar ke aku kalau kamu balik ke Indonesia." tanya Sandra manja.
"Maafkan mas Sandra."
Bersambung....
hai selamt malam semuanya. malam ini saya up dan dengan bab yang panjang.
semoga kalian suka ya dengan ceritanya. dan apakah Ricko dan Shinta jadi menikah? atau ????
jgn lupa like, komen, beri hadiah dan vote ya.
thanks.
__ADS_1