Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Keputusan yang berat


__ADS_3

Shinta pergi bersama Laras. Ia tak tahu mau kemana. Tapi Shinta meminta kepada Laras untuk membawanya ke tempat Sandra Tinggal. Laras pun menyetujuinya. Laras membawanya ke tempat Sandra.


Sementara itu Ricko yang begitu menyesal akan perbuatannya. Hanya menangisi dirinya. Istri yang sangat di cintainya itu meminta pisah dengannya. Apa dia sanggup berpisah darinya.


Sementara itu Shinta dan Laras sekarang berada di depan pintu apartemen Sandra.


Ting....tong....


Pintu pun terbuka. Shinta menatap wanita yang berada di depannya. Wanita yang beberapa hari ini mulai dekat dengannya. Banyak yang mereka obrolkan. Masalah kehamilan pun mereka obrolkan. Bahkan Shinta juga menanyakan bagaimana bisa cepat hamil. Dan bodohnya dia tak tahu ternyata wanita yang beberapa hari ini akrab dengannya adalah seorang wanita yang sedang mengandung anak dari suaminya.


"Boleh saya masuk?." Tanya Shinta dingin.


Sandra merasa heran dengan sikap Shinta yang sangat dingin. Berbeda dengan ketika mereka bertemu. Sikap Shinta sangat ramah dan frendly.


"I...iya mbak. Silahkan masuk." Sahut Sandra.

__ADS_1


Shinta dan Laras masuk kedalam apartemen Sandra. Tanpa di suruh duduk, mereka mendudukan tubuh mereka di sofa ruang tamu.


"Ada apa ya mbak. Apa ada yang penting?." Tanya Sandra gugup.


Sandra belum mau berbicara, ia hanya memandangi wajah wanita itu. Wanita yang cantik dan lembut. Pantas saja suaminya bisa tergoda dengannya.


"Sandra, saya ingin mengatakan kepada kamu. Menikahlah dengan suami saya. Saya sudah tahu semuanya. Siapa ayah dari anak yang kamu kandung." Jelas Shinta tegas. Walaupun sebenarnya hatinya serasak sesak. Dadanya terasa sakit. Namun, demi keadilan demi status untuk calon anak yang tidak bersalah. Ia harus merelakan suaminya untuk orang lain. Kalau boleh jujur sudah tumbuh benih cinta di dalam hati Shinta untuk Ricko. Walaupun baru sedikit.


Sandra tak percaya apa yang di ucapkan oleh Shinta. Mana mungkin dengan mudahnya ia merelakan suaminya menikahi wanita lain.


"Kamu gak usah khawatir. Saya akan berpisah dengan suami saya. Dan ia akan menikahi kamu." Tegasnya lagi. Dan berdiri dari duduknya. Ia pun melangkahkan kakinya menuju pintu untuk keluar dari apartemen itu.


Shinta mengajak Laras pergi dari tempat itu tanpa pamit kepada Sandra.


Sandra diam terpaku. Apa dia tidak salah dengar. Shinta memintanya untuk menikah dengan pria yang selama ini dia cintai. Ada rasa bahagia dihatinya. Ada rasa bersalah juga di hatinya, karena dia telah mengambil suami orang.

__ADS_1


Shinta sudah berada di dalam mobil bersama Laras. Dadanya naik turun. Menahan sesak. Tanpa terasa air mata yang ditahannya sejak tadi tumpah di wajahnya. Ia mulai terisak. Menangisi nasib rumah tangganya.


Laras merasa iba dengan nasib sahabatnya itu. Ia pikir Shinta akan bahagia bersama Ricko. Karena Laras pikir Ricko pria yang baik. Laras juga merasa menyesal mendukung hubungannya dengan Ricko kemarin. Padahal sahabatnya ini mencintai pria lain.


"Maafkan aku Shinta." Ucap Laras lirih.


"Laras...hiks...hiks...aku memang wanita bodoh. Kenapa hidup aku selalu begini. Gak ada yang tulus mencintaiku." Ujar Shinta sambil terisak.


Laras memeluk sahabatnya itu. "Sudah, jangan menangis lagi. Kamu harus kuat Shin. Sekarang kamu ikut aku kerumah aku ya?" pinta Laras.


Shinta mengangguk setuju. Untuk sementara ia akan tinggal bersama Laras. Ia tidak ingin bertemu dengan suaminya. Hatinya masih sakit.


Ricko yang frustasi. Ia tidak fokus untuk bekerja. Semua janji dengan kliennya dibatalkannya. Dia mengambil kunci mobilnya dan keluar dari ruangannya. Ia ingin bertemu dengan istrinya. Ia ingin minta maaf. Ia tidak ingin berpisah dengan istrinya. Ricko sangat mencintai istrinya.


Bersambung.....

__ADS_1


Saya up malam ini. Besok jngan lupa berikan vote kalian ya. Terimakasih.


__ADS_2