
Semua orang lagi menikmati pesta ulang tahun Rio yang dibuat oleh sang istri tercinta. Alya memang sudah merencanakan semuanya di jauh jauh hari. Tadinya tidak ada drama untuk mendiami suaminya. Tapi Alya sangat kesal, seharusnya mereka pergi ke villa lebih awal, namun ternyata Rio membuat rencana sedikit berantakan. Dikarenakan menunggu Rio yang sebentar ke kantor bersama asistennya Morgan. Tapi, dengan begitu rencana Alya dan Rachel sedikit berwarna. Berpura pura memdiami sang suami.
"Mas...mafin Alya ya? Diamin mas, nyuekin mas" ucap Alya merasa bersalah kepada suami tercintanya sambil duduk di bangku taman.
"Kamu tu ya, jahil banget sama suami kamu" ucap Rio kesal dan gemas ke Alya.
"Maaf sayang..." seru Alya memasang wajah imut.
Rio terkekeh melihat istrinya. "Mas maafin kamu sayang. Jangan gitu lagi ya? Mas gak bisa kamu diamin. Rasanya separuh jiwa mas hilang" ucap Rio sedih.
"Gombal kamu mas."
"Ck. Sayang. Mas serius. Jangan ngambek - ngambek lagi ya? Kalau mau marah, marahin aja mas. Kalau perlu pukul aja mas sayang."
"Mana mungkin Alya mukul suami tampan Alya ini" ucap Alya mengelus pipi suaminya.
"Mas mau kado apa dari Alya?."
Rio sedikit berpikir. Terbesit sebuah ide nakal muncul dikepala Rio. Ia tersenyum tipis dan membisikan sesuatu.
"Mas pengen anak dari kamu sayang?" bisik Rio.
Alya yang mendegarnya tersipu malu dan menimbulkan rona merah di pipinya. "Yank...malam ini kita buat anak yuk?" bisik Rio lagi.
"Ihh...mas" ucap Alya malu malu.
__ADS_1
"Ayo dong sayang. Biar cepat jadi. Biar Rachel ada temennya." Dengan tidak sabarnya Rio menarik tangan Alya dan membawa Alya masuk ke dalam vila dan menuju kamar mereka.
"Rio!! Mau kemana kalian?!" teriak papi Reyhan.
Dengan semangatnya Rio menjawab. "Mau buat anak pi!!."
Papi Reyhan dan yang lainnya melongo mendengar pernyataan yang tak tahu malu Rio. "Dasar menantu gak ada akhlak" gumam papi Reyhan.
"Mas Fai, anak kamu itu gak ada malunya. Seenak jidatnya dia bilang mau buat anak" kesal Reyhan.
"Biarlah Rey, bukannya cuaca malam ini sangat dingin. Memang enak buat anak" bisik Papa Faisal nakal.
"Huh. Sama saja. Anak sama ayahnya" kesal Reyhan. Tapi di pikir - pikir cuaca malam ini sangat mendukung sekali. Reyhan meninggalkan acara pestanya dan menarik istrinya masuk ke dalam dan menuju villa.
"Mas. Mau kemana?" tanya mami Laras bingung dirinya ditarik ke kamar.
"Masa kita kalah sama Alya mi. Mas juga pengen" bisik Reyhan nakal.
Laras memutar matanya malas. Suaminya tak ingat umur kalau masalah ranjang. Laras hanya pasrah apa yang di lakukan suaminya dengannya di atas ranjang.
Sementara sepasang suami istri yang terbilang masih baru itu menikmati malam yang panjang di kamar mereka. Hadiah ulang tahun yang sangat bermakna untuk Rio. Mereka bertukar kenikmatan sepanjang malam. Berharap membuahkan hasil nantinya.
...**************...
Pagi hari yang indah di hari minggu. Kedua keluarga masih berada di villa menikmati liburan mereka. Sore hari nanti mereka akan kembali ke rumah.
__ADS_1
Pasangan Alya dan Rio masih saja bergelut di balik selimut tebal mereka, menutupi tubuh polos mereka. Menjelang shubuh tadi mereka baru menyenlesaikan pertempuran mereka.
Alya terbangun, ia merasakan tubuhnya merasa sangat remuk akibat perbuatan suaminya. Di lihatnya jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan.
"Mas...bangun yuk, uda siang" Alya membangunkan suaminya.
"Bentar lagi yank..."
"Alya bangun duluan ya? Mau nyiapin sarapan kamu mas."
Alya bangkit dari tidurnya dan memunguti satu persatu pakaiannya yang dipaksa dilepas oleh suaminya. Setelah memakai pakaiannya lagi Alya masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi Alya melihat suaminya masih tertidur lelap di ranjang. Alya pun membangunkannya. "Suamiku sayang...bangun yuk, sarapan dulu" seru Alya sambil mengelus pipi Rio dengan lembut.
Elusan istrinya mengusik tidur Rio. Ia membuka matanya dan tersenyum betapa bahagianya ia membuka mata melihat bidadari hatinya yang sangat cantik.
"Cantik banget sih kamu yank?" ungkap Rio.
"Alya udah mandi mas. Sekarang mas mandi yuk. Terus kita sarapan mas" ucap Alya menarik tangan Rio.
"Mandi bareng ya yank?" pinta Rio manja.
"Gak. Alya uda mandi mas. Cepat bangun dong sayangnya aku" ucap Alya gemas.
Rio bangun dari tidurnya dan dengan gerakan tiba tibanya Rio menggendong tubuh Alya dan membawanya ke kamar mandi untuk mandi bersama. Alya dengan pasranya dibawa kekamar mandi untuk mandi bersama lagi.
__ADS_1