Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 80


__ADS_3

Sebulan Kemudian....


Baby Boy Pasangan Keindra dan Mega sudah berumur satu bulan, Keindra dan Mega memberi nama anak mereka Arga Putra Angkasa. Baby Arga tumbuh menjadi anak yang sehat. Mega memberinya ASI eksklusif.


"Anak mama yang ganteng. Kenapa wajah kamu mirip papa semua sih. Gak ada mirip sama mama satu pun." Keluh Mega.


Keindra yang lagi bekerja di depan layar laptopnya mendengar keluhan sang istri hanya tersenyum geli. Sedari sang anak baru lahir hanya mengeluh dengan kemiripan wajah.


"Nanti, kalau kamu udah besar. Sifat nya jangan seperti papa ya? Dingin banget. Tapi, kalau udah bucin manis banget sayang." gumam Mega lagi.


Keindra semakin terkekeh dibuatnya. Istrinya itu benar sekali, dulu dia bersikap dingin dan acuh kepada sang istri yang selalu mengganggunya, namun ketika sang istri berhenti mengganggu, Keindra kecarian, dan merindukan kejahilan sang istri.


Keindra menutup layar laptopnya dan membereskan semua pekerjaannya. Dia bergabung dengan anak dan istrinya. Kei duduk di sebelah sang istri yang lagi menyusui baby Arga.


"Dek, akhirnya papa selesai juga kerjanya. Dari tadi cuekin kita ya?" ucapnya kepada baby Arga menyindir Keindra.


Lagi lagi Kei hanya terkekeh. "Maaf, papa kan ada kerjaan." jawab Keindra.


"Jangan kerja mulu Pa." jawab Mega.


"Iya mama cantik. Papa kan kerja untuk kalian juga." Keindra mengecup pipi sang istri.


*****


Jimmy sudah tahu keberadaan Rindi dimana, ternyata kekasih hatinya itu tinggal di sebuah Apartemen. Siang ini dia akan kesana. Jimmy akan berusah untuk mendapat kepercayaan Rindi lagi.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, jam istirahat tiba. Jimmy menghentikan pekerjaannya dan akan menuju Apartemen Rindi.


Jalan cukup ramai, agak sedikit macet. Satu jam lebih Jimmy mengendarai mobilnya. Akhirnya dia sampai di sebuah gedung apartemen. Jimmy memarkirkan mobilnya dan segera turun dari mobilnya.


Berjalan menuju unit sang kekasih. Sungguh bagus kerja para pengawalnya, dengan cepat menemukan dimana Rindi berada.


Jantung Jimmy berdetak, dia sudah sampai di depan pintu unit sang kekasih. Menarik nafas berkali - kali sebelum menekan tombol bel.


Ting...tong...ting...tong...


berkali - kali Jimmy menekan bel, masih belum juga di respon. Apakah sang kekasih tak berada didalam? Jimmy tak mau menyerah, dia terus menekan bel.


Akhirnya, pintu apartemen dibuka.


Rindi kaget melihat kedatangan Jimmy. Darimana Jimmy tahu apartemennya.


"Hai..." sapa Jimmy ramah.


Rindi bergeming, masih berdiri di pintu memandang lelaki yang sebenarnya sangat dirindukannya.


"Hai, sayang." Sapa Jimmy lagi. Pria itu tetap memanggil sayang kepada Rindi, karena memang diantara mereka belum mengatakan putus, itu berarti Rindi masih kekasihnya.


"Boleh aku masuk?" Ucap Jimmy.


"Untuk apa?" jawab Rindi ketus. Dia masih kesal dengan Jimmy.

__ADS_1


"Sayang, aku akan jelasi semuanya sama kamu. Izinkan aku masuk Ya?" mohon Jimmy.


Rindi memberi kesempatan untuk Jimmy untuk menjelaskan semuanya.


Rindi mempersilahkan Jimmy duduk. "Langsung saja ada apa kemari dan dari mana anda tahu tempat saya." Tanya Rindi to the point.


"Sayangku, berhari hari aku mencari kamu. Aku frustasi mencari mu. Tapi, anak buahku dengan cepat menemukanmu. Aku merindukanmu sayang." Jelas Jimmy.


Rindi hanya diam dan mendengarkan saja.


"Sayang, aku dan Sisil, gak ada hubungan apa pun. Hanya .... dulu aku dan wanita itu memang berhubungan, tapi itu dulu sayang, sekarang diantara kami tak ada apa apa." Jimmy menjelaskan semuanya.


"Apa aku bisa mempercayai kamu?" tanya Rindi pelan. Mungkin Rindi akan memberi kesemaptan kedua untuk Jimmy.


Jimmy berpindah tempat duduk di samping Rindi dan menggenggam tangan Rindi.


"Percayalah kepadaku sayang. Aku sangat mencintai kamu." Ucap Jimmy bersungguh sungguh.


"Baiklah, aku kasih kamu kesempatan sekali lagi, jika kamu berbuat kesalahan, maka aku akan benar benar pergi dari sisi mu selamanya." Ujar Rindi mengancam.


"Terimakasih sayang, aku janji sama kamu." Sangkin senangnya Jimmy memeluk Rindi.


"Terima kasih sayangku." bisik Jimmya.


Rindi membalas pelukan Jimmy. "Iya." jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2