Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 49


__ADS_3

Mega menarik selimut Keindra, mencoba mengganggu suaminya itu, namun yang tertidur tak terganggu sama sekali.


Mega mendekap Keindra, mencubit pipi suaminya itu dengan gemas, lalu mengecup bibir merah muda itu. Mega mengejek dirinya, andaikan Keindra tahu, sudah habis dirinya menjadi bajan ejekan pria itu.


"Mas, Mas..." Mega memanggil ditelinga suaminya itu.


"Hm." Keindra masih menutup mata daj kembali menarik selimut.b


"Mas...Ayo!" ajak Mega.


"Mau kemana malam - malam begini sayang?" Keindra merespon dengan gumaman. Mega kesal sendiri, ia tak mengajak laki laki itu untuk jalan - jalan.


"Mas...katanya pegen punya baby?" bisik Mega. Wanita itu menggeleng frustasi, ia bahkan bersikap seperti mengemis saat ini.


"Besok aja yank. Mas capek." gumamnya, skakmat, Mega kena batunya. Tadinya ia menolak sang suami.


Mega mendengus kesal, ia membalikan badannya membelakangi Keindra. Ia merutuki kebodohannya, kenapa ia meminta seperti itu. Mudah mudahan saja laki laki itu tidak tahu kejadian malam ini. "Ya sudah! aku cuma bercanda." gumamnya ketus.


*****


Pagi ini Mega dan Keindra berencana akan kerumah mama Silvi, Mega ingin menjenguk sang mama. Mama Silvi sedang tak enak badan. Ia mendapat kabar dari Kakak nya. Sang kakak mengatakan kalau mama tidak mau dibawa kerumah sakit. Mama hanya ingin dirumah saja dirawat papa.


Sebelum kerumah sang mama, Mega menyempatkan diri untuk mampir ke apotek, wanita itu ingin membeli alat tes kehamilan dengan merk yang berbeda sebanyak lima buah. Suaminya bertanya, namun Mega beralasan dia tengah membeli obat dan suplemen agar tubuhnya kembali membaik.


Sesampainya dirumah sang Mama, Mega langsung turun dari mobil meninggalkan sang suami di dalam. Berjalan sambil membawa beberapa buah buahan dan kue untuk mamanya.


Keindra mendengus kesal, istrinya meninggalkannya. " Sayang...tunggu mas dong." teriak Keindra kesal. Istri tercintanya meninggalkannya.


Mega tak menggubrisnya, wanita cantik itu buru - buru ingin segera melihat keadaan sang mama dan wanita itu ingin segera mencoba tespek tersebut. Ia berharap mudah - mudah hasilnya sesuai dengan harapannya.


Sampainya di dalam rumah. "Mas...aku kekamar mama ya?" seru Mega.


"Tunggu Yank...buatkan mas kopi dulu." pinta Keindra.

__ADS_1


"Ck. Baiklah." Mega membuatkan kopi untuk suami tercintanya. Sementara itu Keindra duduk manis di meja makan sambil menunggu istri cantiknya selesai membuatkannya kopi.


Secangkir kopi telah selesai, ia menyajikannya ke suaminya. "Ini mas kopinya."


"Makasih sayang." Keindra langsung menyeruputnya. "Kenapa kopi ini lebih enak dari biasanya. Mungkin istriku ini menambahkan bumbu cinta kedalamnya." seru Keindra menggoda.


"Pagi - pagi udah gombal aja mas?" ejek Mega.


"Mas gak gombal sayang...emang bener." seru Keindra lagi. Keindra memandang sang istri yang berdiri di sampingnya.


"Yank, mas perhatiin kamu semakin hari semakin cantik aja."


Mega memutar bola matanya." Nggak usah ngerayu deh mas."


"Gak ngerayu yank."


"Tapi, yank. Mas tadi malam mimpi Lo."


"Mimpi apa?" tanya Mega penasaran.


"Uhuk...uhuk." Mega dibuat tersedak.


"Bener yank. Tapi, mimpinya kayak nyata Lo."


"Mimpi kamu konyol mas." Mega tertawa geli. Ia jadi teringat akan kejadian tadi malam. Itu bukan mimpi. Menurut sang suami itu mimpi. Untung saja. Kalau tidak, pasti dia akan habis.


"Yas sudahlah mas. Aku lihat mama dulu ya? Kamu disini aja atau mau ikut?" Seru Mega.


"Mas disini aja Yank. Sayang kopinya." Keindra akan menghabiskan kopinya terlebih dulu sambil membalas email masuk dari kantor. Pagi ini ia tak kekantor.


"Baiklah." Mega mengecup pipi suaminya dan pergi dari tempat itu.


Mega melangkahkan kakinya menuju kamar mamanya. Dirumah mamanya sepi. Papa Hendra sudah kerumah sakit, kak Ariel kekantor, sementara itu bibi pelayan pergi ke pasar untuk membeli bahan masakan.

__ADS_1


Ceklek....


"Mama..." panggil Mega pelan. Mega melihat mamanya terbaring lemas di atas ranjang.


Wanita parubaya yang masih cantik itu menoleh kearah suara. "Sayang, kamu datang? Kei mana?" Kata sang mama masih lemas.


"Mas Kei dibawah Ma. Dia masih ngopi." seru Mega dan duduk di pinggir ranjang.


"Mama kenapa sih?" tanya Mega sedih.


"Mama hanya kelelahan saja sayang. Mama cuma butuh istirahat. Lagian, papa kamu kan bisa merawat mama. Percuma dong punya suami dokter." kekeh sang mama.


"Mama harus cepat sembuh ya. Gak pengen menimang cucu?" seru Mega.


Sang mama mengernyitkan dahinya. "Kamu hamil sayang?" tanya sang mama.


"Belum tahu ma. Ini masih mau cek dulu pake tespek." tunjuk Mega.


"Kamu cek sana. Mudah mudahan positif Nak." suruh mama antusias.


Mega menganggukan kepalanya. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi yang da didalam kamar sang mama.


Mega meraih tespeknya, ada lima tespek berjejer. Dengan hati berdebar debar , matanya terbuka lebar, semua alat tes kehamilan itu menunjukkan hasil yang sama yaitu Positif. Mega sangat bahagia dan bersyukur, alangkah bahagianya ia, sudah ada buah cintanya dan suami di dalam rahimnya.


Bahagia diberi kesempatan untuk hamil dan menjadi seorang ibu. Mega mengelus perutnya yang masih datar, lalu tersenyum hangat dan penuh kasih. Mega segera keluar dari kamar mandi, ia akan memberi tahukan nya. Hasilnya positif. Mamanya pasti sangat senang mendengarnya.


Cekelek ...


Dengan tidak sabarnya, sang mama langsung menanyakan hasilnya. "Gimana hasilnya sayang?" tanya mama yang sudah bersandar di kepala ranjang.


Dengan senyumnya yang mengembang dan mata yang berkaca kaca. Mega mengatakan.


"Aku Hamil Ma" ucapnya menangis terharu.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2