
Baby Boy pasangan Keindra dan Mega telah lahir kedunia ini. Seluruh keluarga menyambutnya penuh suka cita. Opa, Oma, nenek dan kakeknya pun sangat bahagia dengan kelahiran cucu mereka.
Untuk papi Reyhan dan mami Laras ini adalah cucunya yang ketiga. Sedangkan Mama Silvi dan Papa Hendri ini adalah juga cucu ketiga mereka. Anak laki laki mereka Ariel, anak dari Papa Hendri dari istri pertamanya yang sudah meninggal, masih saja betah sendiri, belum menemukan jodoh yang pas. Sedangkan Alya, anak dari Silvi dipernikahannya yang pertama dengan papi Reyhan sudah memiliki anak dua.
Kini kedua pasangan paruh baya itu berada di ruangan rawat VVIP Mega. Mereka berebutan untuk meggendong cucu mereka.
"Hmm...gemes banget sih kamu sayang, ganteng banget cucu Oma." Mami Laras mendapat giliran pertama untuk menggendong sang cucu. Mami Laras sangat gemes sekali, dia berkali - kali mencium pipi gembul sang baby boy.
Giliran selanjutnya Mama Silvi. "Cucu Nenek yang ganteng. Semoga kamu menjadi anak yang sholeh ya sayang." Seru Mama Silvi mendoakan sang cucu.
Sementara dua orang laki laki paruh baya itu tak mendapat giliran sekali pun, hanya wanita yang boleh. Merek berdua mendengus kesal.
"Ck. Baby boy juga cucu kami." Seru Papi Reyhan kesal. Papa Hendri mengangguk setuju.
Kedua Oma dan Nenek itu hanya terkekeh geli melihat suami mereka tak diizinkan menggendong.
*****
__ADS_1
Rachel dan Ivan sudah mendapat kabar tentang kelahiran anak Mega. Keduanya pun turut senang, mereka akan datang menejnguk kerumah sakit nanti.
Mendengar anak Mega dan Keindra juga berjenis kelamin laki laki, Rachel sangat senang, berarti baby Adam akan mempunyai teman.
"Mas...kita kerumah sakit Yuk? Liat baby boy Kak Kei." ajak Rachel antusias.
"Nanti ya sayang, pulang mas dari kantor. Pagi ini mas ada meeting." Seru Ivan.
"Kalau boleh, aku pergi sama Baby Adam duluan ya Mas. Diantar supir." Saran Rachel, dia sungguh tak sabar.
"Jangan dong Yank. Bareng mas aja, mas meetingnya gak lama kok. Paling dua jamaan aja." Ucap Ivan.
"Gitu dong Yank. Ya udah, mas pergi dulu ya? Tunggu mas ya?" ujar Ivan dan mengecup dahi sang istri. Ivan juga tak melupakan baby Adam.
*****
Rindi sangat suntuk dirumah Ivan, kemarin dia menginap di apartemennya. Dia baru membeli sebuah apartemen untuk dirinya menyendiri.
__ADS_1
Rindi merindukan Jimmy kekasihnya, belum ada kata putus diantara mereka, Rindi hanya kecewa saja dengan kekasihnya itu, entah kenapa perbuatan Jimmy itu begitu berat. Kalau saja, Jimmy tak pernah menjalin hubungan dengan Sisil, mungkin Rindi akan memaafkannya, Rindi tak mau bersangkutan dengan Sisil lagi. Karena hasutannya dia hampir saja kehilangan kakak satu satunya.
Jimmy berkali kali menelpon Rindi, tapi Rindi belum siap untuk menjawabnya. Rindi ingin memantapkan hatinya dulu.
****
Di Sebuah Gedung Perkantoran.
Jimmy semakin frustasi dibuat Sisil, wanita ****** itu selalu saja mengganggunya, sama seperti Rindi, Jimmy juga selalu bersembunyi dari Sisil. Pria itu tak ingin berurusan dengan wanita ****** itu. Wanita itu selalu saja mengancamnya, mengancam akan menyebarkan sebuah video kemesraan mereka ke publik, terutama ke Rindi sang kekasih.
Mau tak mau Jimmy membungkam Sisil dengan uang yang banyak. Mungkin uang Sisil yang diberikan Jimmy sudah habis, jadi wanita sialan itu menerornya lagi. Ingin sekali Jimmy menghabisinya.
"Brengsek kau Sisil." Gumam Jimmy kesal.
Jimmy harus mencari cara agar Sisil berhenti menerornya. Dan mungkin Jimmy akan mencari cara untuk mendapatkan bukti video itu.
Yang terpenting sekarang adalah bagaimana menemukan sang pujaan hatinya. Dimana pujaan hatinya itu berada.
__ADS_1
Bersambung...