Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Perceraian


__ADS_3

Setelah mengobrol dengan Miko. Shinta selalu saja teringat akan perkataan Miko, yang memintanya untuk menikah dengannya setelah perceraian Ia dan Ricko selesai. Shinta harus memantapkan hatinya. Ia harus meyakinkan hatinya agar kedepannya ia tidak kecewa lagi.


Sidang perceraian Shinta dan Ricko akan dilaksanakan di Minggu besok. Shinta sudah yakin untuk mengakhiri pernikahannya dengan Ricko. Ia sudah siap menjadi janda.


Ricko, semakin hari semakin frustasi, sidang perceraiannya sebentar lagi akan dilaksanakan. Ia belum siap bercerai dengan Shinta. Sudah banyak cara dilakukannya. Dengan cara memohon pun sudah ia lakukan. Ternyata istrinya itu sudah terlalu sakit hati.


Sandra mendengar berita tentang perceraian Ricko dan Shinta akan dilaksanakan di hari Minggu nanti, tepatnya dua hari lagi. Ada rasa bahagia dan juga takut. Takutnya ia, apakah Sandra bisa menaklukkan hati Ricko? Sandra akan berusaha sekuat hatinya, walaupun hatinya akan sakit.


Tibalah hari yang ditunggu. Sidang perceraian Shinta dan Ricko pun sedang berjalan aman. Hakim sudah memutuskan bahwa mereka resmi bercerai.


"Selamat, Semoga kau bahagia." Ucap Ricko sangat dingin mengulurkan tangannya untuk Shinta. Hati dan pikiran Ricko telah tertutup rapat untuk siapa pun yang namanya wanita.


"Terimakasih. Kau juga semoga bahagia mas." sahut Shinta membalas uluran tangan Ricko.


"Aku tak akan pernah bahagia. Karena bahagiaku hanya bersamamu." Ujar Ricko berlalu dari hadapan Shinta.


Shinta menghembuskan nafasnya pelan. Ada rasa sakit di dadanya ketika mantan suaminya mengatakan bahwa dia takkan bahagia jika bukan bersama dia. "Kau harus bahagia mas, sebentar lagi kau akan mempunyai seorang anak." Batin Shinta.


Shinta beranjak dari ruangan sidang itu. Dan ia bertemu dengan Sandra.


"Sandra...buatlah mas Ricko bahagia. Aku titip mas Ricko kepadamu." Ucap Shinta tulus dan memeluk Sandra.


"Iya mbak. Terimakasih." Jawab Sandra menahan air matanya agar tidak jatuh. Sandra mencoba menguatkan dirinya didepan Shinta. Ia tidak ingin Shinta tahu bahwasannya Ricko tidak akan pernah menerimanya walaupun mereka menikah nanti. Ricko hanya ingin anaknya saja.

__ADS_1


"Aku pergi." Pamit Shinta.


*********


Seminggu sudah Shinta resmi menjadi janda. Ia meratapi nasibnya. Mempunyai masa lalu yang sangat suram, seorang Shinta yang dulunya adalah wanita yang kotor. Diperkosa dengan beberapa pria. Bertemu dengan Ricko, Ricko lah yang menerima dia apa adanya. Dicintai seorang Ricko dirinya sangat bahagia. Baru beberapa bulan merasakan kebahagian. Seketika hancur oleh orang ketiga.


Shinta berencana akan pergi dari kota ini, dia akan pergi keluar negeri. Dia akan pergi ke Belanda. Disana dia akan tinggal dengan tante nya. Ia akan melanjutkan kuliahnya disana. Kuliah yang sempat terhenti.


Di ruangan yang sangat luas. Terdapat dua orang pria yang sedang sibuk dengan segala berkas berkas diatas meja kerja mereka. Mereka adalah Reyhan dan Miko.


"Ko. Gue mau tanya sama Lo." Ujar Reyhan tenang namun menusuk.


"Apaan?. Udah kayak ditektiv aja Lo?"


Miko tampak berpikir."Adek Lo yang mana? Setahu gue lo kagak punya adek. Tapi..."


"Shinta. Shinta maksud gue Shinta." Reyhan sudah menganggap sahabat istrinya itu sebagai adiknya. Dan Miko juga sudah tahu itu.


"Heheh...sabar bro. Sensi amat Lo sekarang." Goda Miko. Pria itu bersandar disandaran sofa diruang kerja Reyhan dan menatap langit langit.


"Kalau lo diam cuma nunjukin tampang merana lo. Lebih baik lo cabut deh."


"Sialan Lo!" gerutu Miko."Entah lah gue juga bingung. Shinta kini seperti tak tersentuh. Dia dekat dan selalu nurutin apa kata gue.Tapi..." Miko berhenti sejenak. Semenjak Shinta resmi bercerai dengan Ricko. Miko langsung mendekati Shinta. Dan Miko juga sempat menyatakan cinta kepada Shinta. Hubungan mereka berjalan dengan baik. Namun akhir - akhir ini Shinta terasa jauh dan sulit digapai. Enatah apa sebabnya.

__ADS_1


"Jauh"


"Hah?".


"Jauh."


"Iya. JAUUHH banget. Lo ngerasa gak sih Shinta semakin menjauhkan diri dengan kita." Miko bertanya serius kepada Reyhan.


Iya. Reyhan juga merasakn seperti itu. Shinta sekarang menjauh. Bahkan dengan Laras saja dia seolah oalah menjaga jarak. Yang biasanya dia sering kerumah. Kini sudah tidak lagi. Shinta sekarang memang sudah tidak tinggal dirumah Reyhan lagi. Ia sekarang tinggal di rumahnya. Bahkan setelah perceraian ia dengan Ricko. Hubungannya dengan Miko sangat baik. Tapi sekarang sngat jauh. Shinta selalu saja menolak Miko yang ingin mengajaknya jalan.


"Apa ada masalah?" tanya Reyhan.


"Entahlah Rey. Gue tadi mencoba menghubunginya, tapi tidak ada balasan." Ucap Miko Frustasi.


Ruangan mendadak sunyi. Tak ada satu pun dari mereka yang mau memulai percakapan. Baik Miko maupun Reyhan sama sama tenggelam dalam pikiran mereka masing masing.


"Lo udah cari kerumahnya?" Reyhan buka suara.


"Belum"


"Coba Lo cari kerumahnya. Siapa tahu Shinta ada disana!." Ucap Reyhan memberikan saran kepada Miko.


"Lo bener Rey. Oke gue kesana sekarang. Nanti gue kerumah Lo ya, kangen gue sama princes gue dan jagoan gue. Hehehe."

__ADS_1


"Ok siipp bro."


__ADS_2