Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
CSSD Season 2


__ADS_3

Meeting sudah selesai bahkan makan siang bersama pun telah dilakukan. Mereka semua begitu menikmati makan siang mereka. Berbeda dengan Reina. Wanita cantik yang sedari tadi tidak bersemangat, walaupun bisa bertemu dengan Rio dan perusahaan mereka bekerja sama. Namun hatinya menginginkan yang lebih dari Rio.


Mobil Reina tiba - tiba mogok. Sedangkan hari sudah sore menjelang malam. Wanita itu sangat bingung harus pulang dengan siap. Menunggu taksi tak ada yang lewat. Mau memesan taksi online kuota internet ponselnya habis dan batre ponsenya juga tinggal 2% saja.


Rasa takut menghinggapinya, hari sudah mulau gelap, ia masih saja di pinggir jalan yang sepi. Ia masih di dalam mobilnya. Reina sangat takut sekali. Tubuhnya gemetaran.


Sebuah mobil toyota Rush melintasi jalan tersebut. Seorang pria yang membawa mobil itu. Ia melihat ada sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan. Ia mengenali mobil tersebut. Dengan rasa penasarannya, pria itu melajukan mobilnya dan berhenti tepat di belakang mobil tersebut. Pria itu keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil yang berhenti. Dengan mengetuk jendela kaca mobil.


Tok...tok...tok...


"Maaf apa ada orang di dalam?" tanya pria itu. Pria itu semakin penasaran. Mobil ini sangat ia kenal. Mobil seorang wanita cantik yang ia sukai. Ya, mobil itu adalah mobil Reina. Dan pria yang mengetuk itu adalah Morgan asisten Rio.


Sementara Reina di dalam mobil semakin gemetaran saja. Apalagi ia mendengar ketukan dari luar jendelanya. Ia terus memejamkan matanya. Takut untuk membuka kaca mobilnya, takut kalau saja itu seorang penjahat. Reina tak kuasa menahan tangisnya.


"Nona Reina? Anda baik baik saja?" Morgan melihat dari kaca tersebut Reina sangat ketakutan.


"Nona, buka pintunya. Saya Morgan, asisten Tuan Rio" seru Morgan memohon untuk Reina membukakan pintu mobilnya.


Reina mendengarnya, tanpa mikir panjang Reina langsung membuka pintu mobilnya dan ia langsung menghambur kepelukan Morgan.


"Hiks...hiks...Tuan Morgan saya takut" ucap Reina menangis ketakutan.


Morgan membalas pelukan Reina. Suatu hal yang sangat ia sukai, pelukan yang begitu hangat. Wanitanya memeluk dirinya dengan sangat erat.


"Nona Reina, anda kenapa?" tanya Morgan lembut masih memeluk Reina.


"Hiks...hiks...saya...takut. Saya sendiri disini. Mobil saya...mogok" ucapnya.


"Ya sudah, saya antar anda pulang ya?" masih dalam memeluk.


Reina mengangguk di pelukan Morgan. "Terimakasih"

__ADS_1


Morgan merenggangkan pelukannya. Dan membawa Reina masuk kedalam mobilnya. Mengantarkan wanitanya untuk pulang ke apartemennya.


Di dalam mobil hanya keheningan yang tercipta. "Nona..." Morgan memecah keheningan.


"Iya..."


"Alamat Nona dimana?"


"Ough...saya...tinggal di apartemen sudirman park" seru Reina gugup. Ia sadar bahwa tadi ia memeluk Morgan dengan eratnya. Dengan menunduk malu Reina menjawab pertanyaan Morgan.


Morgan yang melihat wanitanya malu malu. Merasa sangat menggemaskan saja. Apakah saatnya untuk dirinya merebut apa yang menjadi haknya. Berusaha meraih cinta sang wanita cantik yang berada di sampingnya ini.


Tak berselang lama, sampailah mereka di apartemen yang dituju. Morgan memberhentikan mobilnya di depan lobi apartemen.


"Nona, suda sampai" ucap Morgan.


Reina sedikit tersentak. "I..iya Tuan. Terimakasih ya?" seru Reina. Ia pun membuka pintu mobilnya, ia pun turun. Entah kenapa Reina tersenyum mengingat kejadian di pinggir jalan tadi. Kenapa juga Reina memeluk Morgan.


"Ti...tidak usah Tuan" ucap Reina gugup. Reina membalikan badannya ingin melangkahkan kakinya ke pintu lobi. Tapi di hentikannya, dan ia berbalik lagi ke arah Morgan. Dengan jalan pelan ia mencium pipi Morgan.


Betapa terkejutnya Morgan mendapat ciuman dari wanita yang di sukainya. Ia pun tersenyum manis. Dengan segera Reina masuk dan berlari menuju kamar apartemenya.


Morgan hanya terpaku berdiam diri. Ia menggelengkan kepalanya dan memegang pipinya.


**********


Malam hari di penthouse sepasang suami istri.


Pasangan suami istri Alya dan Rio, mereka menunggu putri mereka pulang. Belum mendapat kabar dari putri mereka, ponsel Rachel tidak aktif sampai sekarang.


"Mas...Rachel kemana mas?" Alya sangat mengkhawatirkan keadaan Rachel.

__ADS_1


"Sabar sayang...mas sudah menyuruh Alex mencari Rachel. Masih ingat Alex kan? Ia salah satu asisten Rio juga. Tapi lebih tepatnya ia lebih kebpekerjaan di lapangan. Alex juga pernah mengusir paksa Rani.


"Tapi, kenapa Alex gak memberi kabar juga mas?"


Tak berapa lama, Alex menghubungi mereka.


"Hallo Tuan Rio. Nona muda dirumah sahabatnya. Namanya Nona Rindi Tuan" ucap Alex di sana.


^^^"Ah...syukur lah. Bisahkah saya berbicara dengan putri saya?" pinta Rio. Ternyata Alex berada dirumah Rindi.^^^


"Bisa Tuan" Alex memberikan ponselnya ke Rachel.


"Papa? Maaf ponsel Rachel terjatuh tadi. Jadi rusak pa" ucap Rachel.


"Sayang...kamu buat papa dan mama cemas. Mama kamu ini, sangat mencemaskan kamu" ucap Rio. Alya merampas ponsel dari tangan Rio suaminya. Rio hanya mengelengkan kepalanya.


"Rachel sayang, kamu gak apa apa kan sayang. Mama cemas banget" ucap Alya khawatir.


"Rachel gak papa mah" ucap Rachel.


Cukup lama mereka mengobrol dan akhirnya sambungan terputus juga. Alya merasa tenang sekarang mendengar kabar kalau Rachel putrinya berada di tempat yang aman.


"Udah tenang sekarang?" tanya Rio dengan sayang.


Alya menganggukan kepalanya dan tersenyum manis. Betapa menggemaskan menurut Rio. Ingin rasanya ia membawa Alya ke ranjang dan melahap habis istrinya itu.


"Ok. Sekarang bisa dong mas dikasih jatah sampe 4 ronde?" pinta Rio menggoda Alya.


Pipi Alya merona merah. Betapa malunya ia. "Mass..." rengek Alya. Namun itu percuma Rio telah menggendong Alya dan membawanya ke kamar mereka. Dan menghempaskan tubuh Alya ke atas ranjang mereka.


Dengan tidak sabarannya Rio membuka seluruh pakaian Alya dan juga dirinya. Mereka berdua tampak polos. Dengan perlahan Rio memulai aksinya. Menjemput kenikmatannya bersama sang istri tercinta. Mereka melakukannya sampai pagi menjelang. Sama sama mencapai kenikmatan tiada tara berdua.

__ADS_1


__ADS_2