Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Penjelasan Rachel


__ADS_3

Rachel masih gugup, masih bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskannya. Sedangkan Rindi menunggu penjelasan Rachel sambil mengepalkan satu tangannya. Menahan emosinya.


"Kalau tidak ingin bicara, sebaiknya pulang saja!!" ucap Rindi datar dan dingin.


Rachel menarik nafasnya perlahan. "Kak, maaf...ak..aku, gak maksud ngebohongi kakak." Rachel menjelaskan dengan terbata bata.


"Jangan bertele - tele!!" ucap Rindi datar.


"Aku, berkata bohong, karena tidak ingin kakak meninggalkanku. A..aku takut...kakak tidak ingin berteman lagi dengan ku." lirihnya.


Rindi tidak tega melihat Rachel seperti itu, ia juga sangat menyayangi Rachel.


"Aku kecewa sama kamu Rachel, seharusnya kamu jujur dari awal sama aku." Seru Rindi datar.


"Iya kak, maaf." lirihnya.


Beberapa saat hening. Rachel dan yang lainnya masih berdiam.


"Kak, maafin Rachel. Kita masih bertemankan?" tanya Rachel.


"Aku gak tau, aku masih kecewa sama kamu." jawab Rindi.


"Kak..."


"Sebaiknya kamu pulang saja. Aku mau istirahat."

__ADS_1


"Kak Rindi."


Ketika Rundi ingin bangun dari duduknya, Alya berkata. "Nak Rindi. Maafkan anak saya."


Rindi menoleh ke arah Alya. "Rindi. Rachel sangat sedih. Putri saya juga tidak mau seperti ini. Maafkanlah dia." Alya memohon kepada Rindi demi Rachel.


"Ma..." Rachel semakin bersedih, Mama Alya yang bukan ibu kandung nya saja rela bersujud untuk meminta maaf.


"Sayang...udah jangan seperti ini." Rio tak tega melihat istrinya bersujud demi Rachel.


Rindi juga sangat terkejut melihat mama Alya bersujud di depannya. Mama sambung Rachel sangat menyayangi Rachel, kenapa beda sekali dengan mama kandungnya.


"Tante, jangan seperti ini? Tante bangun, Rindi udah maafin Rachel kok." Rindi membantu Alya berdiri.


"Bener kan udah maafin Rachel? Masih mau kan berteman dengan Rachel?" tanya Alya lirih.


Rachel menangis tersedu - sedu. Ia sangat senang Rindi mau memaafkannya. Tapi, ia tak tega melihat mama Alya harus bersujud seperti tadi. Sungguh baik mamanya itu.


Rachel memeluk sang mama, menangis dipelukan sang mama.


"Udah jangan nangis sayang."


Beralih ke Rindi, Rachel juga memeluk sahabatnya itu. Mengucapkan banyak banyak terimakasih mau memaafkannya.


"Terimakasih kak. Rachel janji gak akan membohongi kakak lagi." ucapnya di sela tangisnya.

__ADS_1


"Iya." jawab Rindi singkat. Sebenarnya Rindi begitu berat untuk memaafkan Rachel, hanya karena tante Alya ia mau memaafkan Rachel.


Rindi memaksakan senyumannya. "Kamu pulang aja, istirahat ya? Kakak udah maafin kamu kok." Rindi terpaksa mengatakan seperti ini, ia ingin benar benar sendiri dulu.


Rachel mengangguk. "Iya kak. Makasih ya?"


Rachel dan keluarganya pamit pulang. Rachel sangat senang sahabatnya memaafkannya.


Kepulangan Rachel dan keluarganya. Rindi masuk kekamarnya. Mamanya memanggilnya saja tak di peduliinnya. Sebenarnya ia masih belum bisa memaafkan Rachel.


Untuk sementara ini ia menonaktifkan ponselnya dan untuk seminggu ini ia tidak akan ke sekolah dulu. Ia akan menenangkan pikirannya dan menjauhi Rachel sementara.


Agar Rachel tidak banyak bertanya. Rindi mengirimi Rachel sebuah pesan dari ponselnya.


"Jangan hubungi dan cari kakak dulu. Aku akan pergi kesuatu tempat untuk menenangkan diri. Jangan tanya kemana. Yang jelas aku gak marah lagi sama kamu. Aku gak tau sampai kapan. Dan ponselku akan aku nonaktifkan."


Rachel yang sudah tiba dirumahnya dan berada dikamarnya. Ia membaca pesan dari Rindi. Awalnya ia sangat kaget. Tapi, ia tak ingin egois. Mungkin memang benar Rindi ingin menenangkan dirinya. Rachel akan memakluminya. Untuk beberapa saat ia akan sendiri di sekolah. Ingin membalas dan menghubungi Rindi, ponselnya sudah tidak aktif lagi.


Karena lelah seharian menangis, Rachel ingin memejamkan matanya sesaat. Dan pada akhirnya ia tertidur lelap.


bersambung....


like...


komen...

__ADS_1


vote...


hadiahnya ya.....


__ADS_2