
Untuk sementara Rachel akan tinggal bersama papa dan mama Alya di Penthouse. Rachel sudah sangat yakin untuk menyayangi Mama Alya seperti mama kandungnya. Untuk Rani, Rachel akan menghapus nama itu dari pikiran dan hatinya. Sudah sangat kecewa sekali dengan perlakuan mama Raninya. Saat ini Rachel akan menikmati kebersamaannya dengan Mama sambungnya dan papa Rio.
Rachel diberikan sebuah kamar yang sangat luas, lebih luas dari kamarnya di rumah. Alya telah menyiapkan semuanya sebelum Rachel memasuki Penthousenya. Alya mendisign seluruh isi kamar. Mulai dari warna dinding, tempat tidur, dan lain sebagainya. Alya juga tahu warna kesukaan Rachel yaitu warna merah mudah. Rachel sangat senang dengan kamar barunya yang diberikan papa dan mamanya.
*******************
Di rumah Rachel.
Rani baru pulang dari peresmian cafe milik kekasihnya, tiba dirumah ia tidak menemukan Rachel. Padahal hari sudah sore menjelang malam. Rachel belum menampakan dirinya.
"Kemana anak itu" gumam Rani. Padahal ia sudah membuat alasan untuk Rachel ketika ia pulangnya terlambat. Ia akan mengatakan kalau ia baru saja pulang dari rumah sakit untuk menemui dokter pribadinya, menanyakan tentang penyakitnya. Tapi, sang putri belum pulang juga.
Rani merebahkan dirinya di kamarnya. Sungguh sangat melelahkan. Ditambah lagi dengan perlakuan anak dari selingkuhannya itu yang sangat murka dengan kehadirannya di cafe itu. Rani tidak ambil pusing, toh papanya saja sangat menginginkan kehadirannya. Bahkan cafe tersebut dibuat atas nama kepemilikan atas nama Rani.
Rani mencoba menghubungi Rachel melalui ponselnya. Sudah berkali - kali ia telepon, Tidak terambung juga bahkan ponsel Rachel tidak aktif. "Apa dia tempat mas Rio ya?" gumamnya. Karena sangat lelah Rani memejamkan matanya dan terlelap.
Malam menyapa, Rani bangun dari tidur sorenya. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. "Apa Rachel belum pulang ya?" gumamnya.
Ia turun dari ranjangnya dan mencuci mukanya, ia ingin melihat kamar Rachel. tapi, kamar putrinya kosong. Rachel belum juga kembali. Suara deru mobil terdengar memasuki halaman rumah. Rani melihat dari jendela. Ternyata asisten Rio yang datang.
__ADS_1
Rani segera membuka kan pintu. "Maaf Nyonya, saya kesini hanya ingin mengambil pakaian Nona Rachel. Saya di suruh olehnya Nyonya" ucap sang asisten hormat.
"Kemana Rachel?" tanya Rani.
"Nona Rachel di Penthouse Tuan Rio. Ia akan tinggal di sana Nyonya. Jadi saya akan mengambil semua barang - barang Nona Rachel" ucap sang asisten lagi.
"Apa maksudnya?! Rachel tinggal disana! Rumahnya di sini!" ucap Rani sedikit meninggikan suaranya. Putrinya tinggal bersama Rio dan Alya. Ia tidak terima.
"Kau! katakan pada Rachel pulang sekarang!!" bentak Rani emosi.
"Maafkan saya Nyonya, ini perintah Tuan Rio"
Asisten yang bernama Rafi itu masuk dengan pelayan yang ada di penthouse Rio untuk menyusun seluruh pakaian Nona muda mereka untuk di masukan kedalam koper besar yang telah mereka bawa. Rani mengepalkan kedua tangannya. kalau seperti ini rencananya akan gagal.
"Maaf Nyonya Rani. Sesuai pesan dari Tuan Rio, dimohonkan anda meninggalkan rumah ini sekarang juga. Nona Muda Rachel juga meminta anda keluar dari Rumah ini!' ucap Alex.
Rani menganga tak percaya apa yang di katakan Asisten mantan suaminya ini. "Kau pikir kau siapa?! berani menyuruh saya pergi! ini rumah anak saya!!" bentak Rani.
"Maafkan saya sekali lagi Nyonya, Tapi ini atas perintah Nona Muda." ucap Alex membungkukan badannya.
"Tidak!! Aku tidak akan keluar dari rumah ini!!" teriak Rani.
"Kalau anda tidak mau juga. Maafkan saya, kalau saya harus memaksa anda.!" ucap Alex yang mulai emosi melihat wanita yang ada di depannya.
__ADS_1
"Berani kau menyentuhku, aku akan teriak!!!"
"Silahkan Nyonya" Alex menarik paksa Rani agar keluar dari rumah besar itu. Setelah Rani sudah berada di luar gerbang. Alex mengunci rumah tersebut dan juga dengan gerbangnya. Tanpa memperdulikan Rani yang murka dan berteriak - teriak Alex dan yang lainnya melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah besar tersebut.
Rani sangat marah. Untuk yang kedua kalinya dia di usir dari rumah ini. Ia juga tak habis pikir yang mengusirnya putrinya sendiri. "Ini pasti ulah wanita sialan itu! gumam Rani emosi. Rencananya gagal berpura - pura sakit. Ia akan ke penthouse Rio untuk bertemu dengan Rachel dan menanyakan tentang mengapa dirinya di usir. Untuk saat ini ia akan kembali ke apartemennya saja. Untungnya Rani membawa ponsel ketika ia turun dari kamarnya.
Ia menghubungi kekasihnya. Untuk datang ke Apartemnnya. Kalau lagi kesal seperti ini ia dan kekasihnya akan menghabiskan waktu mereka di atas ranjang dan bercinta sepanjang malam. (Bejat amat ini sih Rani Ya????)
Bersambung..........
untuk hari ini 2 bab saja ya ....besok saya up lagi.
vote....
like....
hadiah....
koment.....
__ADS_1
TERIMAKASIH.