
Mobil Ricko pun berhenti di parkiran mini market. Shinta pun turun dan masuk menuju mini market. Sebelum masuk ke dalam. Seseorang melihatnya.
"Shinta!?"
****
Miko dan Reyhan sedang dalam perjalanan menuju bandara. Sedangkan Chintya menunggu di sana.
"Ko. Kita mampir ke mini market ya?" pinta Reyhan.
"Apa bisa keburu Rey? Chintya sudah menunggu kita di sana." jawab Miko.
"Gue haus banget Ko. Cuma bentaran aja. Dari pada ntar gue dehidrasi?!." rengek Reyhan.
"ih..." ucap Miko merasa jijik.
Akhirnya pun Miko mau nuruti perintah sih Bos. Ketika mau memarkirkan mobil. Reyhan mendapatkan telpon dari Chintya. Mereka di suruh cepat. Reyhan pun membatalkan niatnya untuk membeli minuman di mini market.
"Kok. nggak jadi deh. Chintya nyuruh kita cepat sampai bandara." ujar Reyhan.
"Ntar lho dehidrasi lagi." ejek Miko.
__ADS_1
"Brengsek lho." ucap Reyhan.
Miko hanya terkekeh melihat tingkah Reyhan. Tanpa sengaja Miko melihat dari arah jendela mobilnya, dia melihat sosok wanita yang sangat dia rindukan.
"Shinta?!". gumam Miko.
Miko ingin sekali menghampiri Shinta dan memeluknya. Tapi di urungkannya, dikarenakan dia melihat Shinta di temani oleh seseorang pria. Wajah pria itu sangat familiar. Ia merasa pernah bertemu dengan pria itu. Tapi dimana? Miko sedikit melupakannya.
Miko melihat Shinta merasa senang bersama pria itu. Sepertinya pria itu sangat menyayangi Shinta. Ia mencarinya kemana - mana ternyata wanita pujaannya bahagia bersama orang lain. Hatinya sakit melihat semuanya. "Ya Allah...kenapa rasanya sakit banget." Bathin Miko.
Miko dan Reyhan pun meninggalkan tempat itu dan pergi menuju bandara. Di dalam perjalanan ponsel Reyhan berdering lagi ada panggilan video masuk.Ternyata istri tercintanya yang menelpon. Terbitlah senyuman manis di wajah tampan Reyhan.
"Papi...!!! Papi pergi kenapa gak pamit sama Alya?!." ucap Alya kesal.
Yang di hubungi pun hanya nyengir saja, ia tahu kalau ia salah. kenapa tidak pamit kepada anak gadisnya.
"Maafin papi sayang. Tadinya kamu masih tidur. Papi nggak tega banguni kamu." ucap Reyhan memelas.
"Papi nyebelin tau?!!. Seharusnya papi itu banguni Alya. Alya marah sama papi!!." kesal Alya lagi.
Reyhan serba salah jadinya. Di lihatnya dari layar ponsel itu, istrinya terlihat murung.
__ADS_1
"Sayang, maafin papi ya? janji nanti sampai Bandung papi kabari ya?. Alya sayang coba deh ponselnya kasih ke mami. Papi pengen ngomong sama mami kamu." pinta Reyhan.
Laras yang merasa dirinya di sebut pun cepat - cepat pergi dari tempat itu. Dia masih kesal sama suaminya.
"Sayang mami kamu kemana tu?" tanya Reyhan yang melihat istrinya pergi.
"Mami dari tadi cemberut terus papi. Ini pasti salah papi kan?" ucap Alya menyalahkan papinya. "Udah deh pi. Alya mau nemani mami dulu." ucap Alya langsung memutus video call tersebut.
Tutt...tut...tut...
Reyhan menghela nafasnya. Istrinya pasti kesal kepadanya karena dia ke Bandung bersama Chintya.
Di sepanjang jalan menuju bandara Reyhan dan Miko hanya terdiam. Memikirkan tentang wanita mereka.
Tidak butuh waktu lama sampai di bandara. Akhinya sampai juga mereka. Seorang wanita cantik dan seksi sedang menunggu kedatangan mereka. Wanita itu lebih tepatnya sedang menunggu pria tampan dan menawan siapa lagi kalau bukan Reyhan. Dari dulu waktu masa Sekolah Chintya sangat menyukai Reyhan sampai sekarang pun rasa itu masih ada.
Chintya terus saja mencari cara untuk merebut Reyhan dari Larasati. Dengan adanya proyek ini di Bandung Chintya senang banget karena bisa berdekatan dengan sang pujaan hatinya.
Bersambung.....
jangan lupa like, komen dan beri vote. Terimakasih.
__ADS_1