Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 19


__ADS_3

"Kak Ricko, Aku ingin mengatakan sesuatu sama mu". Lirih Laras.


Ricko yang dipanggil kakak pun bingung, nggak biasanya Laras memanggilnya seperti itu, iya memang Ricko kakak kelas Laras sewaktu mereka SMA.


"Kak Ricko"...


Laras menatap wajah Ricko, dia bingung bagaimana memulai kata katanya, dia sangat menyayangi Ricko, tapi dia sudah berjanji dengan dirinya untuk membuka hatinya untuk suaminya.


"kak, se...benarnya Laras...". Ucapan Laras terputus, karena handphone Ricko berbunyi.


"Sayang, bentar ya aku angkat telpon dulu". Kata Ricko. Ricko pun agak menjauh dari Laras untuk menerima teleponnya.


"Sayang maaf, aku harus pergi sekarang, ada hal penting yang harus aku urus". Kata Ricko. Ketika Ricko hendak pergi, Laras sedikit berteriak.


"Kak Ricko, aku sudah menikah!". Teriak Laras dengan mata berkaca kaca.


Seketika itu langkah Ricko pun berhenti, dan menoleh kearah Laras. Dipandanginya wajah kekasihnya itu yang sedang menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh. Dan Ricko pun berjalan menuju arah Laras, dan sampai dihadapan Kekasihnya itu, Diangkatnya dagu kekasihnya itu, Dilihatnya air mata sudah berderai diwajahnya.


"A...aku, sudah menikah kak, hiks...hiks...". Gumam Laras. "Pernikahan ku, su...dah 2 bulan, aku dijodohkan dengan anak teman Tante Mia". Ucap Laras yang menangis."Maaf kan aku".


Ricko yang mendengarnya pun tanpa terasa air matanya jatuh diwajah tampannya. Dirasanya ini semua tidak mungkin, orang yang sangat dicintainya itu telah menikah dengan orang lain. Hatinya sakit sesakitnya.


"Apa yang kau katakan Laras?". Ucap Ricko yang masih belum percaya dan dengan meneteskan air mata.


Laras masih terdiam sambil menatap wajah Ricko yang menangis, rasanya dia tidak sanggup melihatnya, Laras pun memeluk erat Ricko, namun Ricko tidak membalas pelukan Laras, karena merasakan sakit dihatinya.


"Ma..af". Ucap Laras dipelukan Ricko. Hanya kata maaf yang bisa diucapkannya."Aku menyayangi mu Kak".


Ricko melepaskan pelukan Laras, ada rasa kecewa didalam hatinya. Dilihatnya wajah kekasihnya itu.


"Dengan siapa kau menikah". Ucap Ricko.


"Reyhan Putra Angkasa". Jawab Laras Lirih.


Ricko yang terkejut mendengarnya, di usapnya wajahnya kasar. Ternyata Laras wanita yang masih dicintainya itu menikah dengan rekan kerjanya, Seorang CEO Angkasa Grup. Pengusahan Terkaya di Indonesia ini. Ricko yang merasa kebingungan bercampur sakit hati, pergi begitu saja meninggalkan Laras dicafe sendirian.

__ADS_1


Laras yang tinggal Ricko pun hanya terdiam dan menangis sesegukan. Ada rasa lega dihatinya, karena sudah mengatakan semuanya. Mulai sekarang dia akan memulai hidup baru bersama suaminya dan anaknya. Dihapusnya air mata di pipinya. Dia pun pergi dari cafe tersebut dia akan membeli kan makan siang untuk suaminya dan mengantarkannya kekantor suaminya.


Diperjalan Didalam mobil Ricko merasa frustasi setelah mendengar penjelasan Laras, dilajunya mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Dipukul pukulnya setir mobil, dia sangat kecewa dengan Laras. "Kenapa kau lakukan ini kepadaku Laras, kenapa!!.", "Aku sangat mencintaimu, sangat Laras". Teriak Ricko didalam mobil.


....................


Sementara itu di kantor Reyhan.


Seorang Lelaki yang sedang duduk dikursi kebanggaannya, sedang tersenyum bahagia, hanya karena sebuah ciuman dipipinya yang diberikan oleh istri kesayangannya. Ya, Larasati sudah hinggap dihati seorang Single Daddy yang dingin terhadap wanita wanita cantik. Tapi dengan Laras rasa dinginnya sudah mulai menghangat. "Ah...Laras kau membuatku bahagia pagi ini". Gumam Reyhan dalam hati yang sambil senyum senyum.


Ditempat Lain Laras yang merasa lega, menuju kantor suaminya ingin memberikan makan siang, walaupun makanannya ia beli di cafe dekat kantor suaminya. Paling tidak ini adalah awal dari hidup barunya bersama Reyhan. "Mudah mudahan mas Reyhan menyukai makanan yang kuberikan". Ucap Laras. Laras yang belum mengetahui makanan kesukaan suaminya. Setelah menempuh perjalanan 1 jam, sampailah dia di depan gedung yang menjulang tinggi, yaitu gedung perusahan suaminya. Laras pun turun dari mobil sambil membawa makan siang suaminya.


Pintu kaca terbuka otomatis begitu tubuh Laras mendekat, Laras masuk dan menuju meja respsionis.


"Selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu". Ucap Resepsionis tersebut.


"Saya ingin bertemu dengan pak Reyhan, apakah orangnya ada?". Tanya Laras dengan gugup.


"Apa ibu sudah buat janji dengan pak Reyhan?". Tanya wanita tersebut.


"Tapi, maaf bu, peraturannya harus seperti itu, harus buat janji dulu sama pak Reyhan baru bisa ketemu". Ucapnya.


"Tapi mbak, saya mohon izinkan saya ketemu pak Reyhan, saya mengantarkan makan siang untuknya."


"Maaf bu tidak bisa". kata wanita itu.


Laras yang bingung pun harus berbuat apa, dia menelpon suaminya dari tadi tidak ada jawaban. Laras pun duduk di sofa lobi kantor, sambil menunggu siapa saja yang mengenalnya. Dan kebetulan sekali Miko asisten pribadi Reyhan yang baru keluar dari lift menuju lobi, bertemu dengan Laras.


"Nona Laras". Panggil Miko.


Laras yang merasa diapnggil pun mendongak kearah suara. Ternyata Pak Miko.


"Ah...syukurlah, Pak Miko anda disini, saya ingin ketemu mas Reyhan, apa dia ada?". Tanya Laras.


"Kenapa tidak langsung naik saja, ruangan Pak Reyhan di lantai 15 nona.

__ADS_1


"Kenapa pak Miko memanggil perempuan ini dengan sebutan nona, dan kenapa perempuan ini memanggil Pak Reyhan dengan sebutan Mas, apa dia keluarga pak Reyhan, atau dia....".Batin Wanita itu "aduh kalau dia istri Pak Reyhan gmana dong?, bisa dipecat gue". Batinnya lagi.


"Tapi pak Miko, mbak ini bilang harus buat janji dulu baru bisa ketemu Mas Reyhan". Ucap Laras.


"Dewi, apa yang kamu katakan, kau tau siapa nona yang didepan mu ini?, nona ini istri bos". Tegas Miko. "Dan kau bisa dipecat, kalau sih Bos tau istrinya dilarang masuk". Emosi Miko.


Se Resepsionis yang bernama Dewi itu pun merasa gugup dan takut mendengarnya, terasa aliran darahnya seakan berhenti.


"Maafkan saya Tuan". Ucap Dewi menunduk.


"Ya sudah tidak apa, tapi, saya bolehkan bertemu pak Reyhan?" Tanya Laras kepada Dewi.


"Silahkan Nona, apa mau saya antar keruangan Pak Reyhan?". Ucap Dewi gugup.


"Tidak perlu mbak, saya bisa sendiri".


Laras pun menuju lift yang akan mengantarkannya ke ruangan Reyhan. Laras yang keruangan Reyhan sendiri tanpa di antar Dewi dan Miko. Karena Miko ada urusan yang sangat penting.


Sampai la dia dilantai 15, dicarinya ruangan CEO, dan dia pun menemukannya, dengan menenteng tas bawaannya, Laras pun menuju pintu ruangan itu, dan diketuknya.


tok...tok...tok...


Terdengar ketukan pintu dari luar, Reyhan pun menyuruh masuk.


ceklek...


"Selamat Siang Pak Reyhan". Ucap Laras dengan Lembut.


Reyhan yang lagi sibuk memeriksa tumpukan berkas, mendongakkan wajahnya, dan dilihatnya seorang wanita cantik berdiri di depan mejanya.


Bersambung....


Lagi lagi gantung ya....biasa biar penasaran...hihihi..


thanks ... jgn lpa like and coment ya.

__ADS_1


__ADS_2