Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 14


__ADS_3

Alih alih untuk mengantar Mega ke kampus, Keindra malah menemani Rachel di apartemen nya. Rachel mengobati luka lebam di wajah Keindra. Pria itu meringis kesakitan. Keindra memandangi wajah cantik Rachel. Tak ada yang berubah masih tetap cantik. Sebulan lebih ia tak bertemu dengan Rachel.


Keindra terus menatap wajah Rachel, matanya sembab, tak ada senyuman di wajah cantiknya.


"Rachel...kamu bisa cerita sama kakak. Ada apa kamu dengan Ivan?" tanya Keindra.


"Hmm..." hanya deheman di jawab Rachel. Saat ini ia belum mau bicara.


Rachel telah selesai mengobati Keindra. Di simpan nya kotak obat. Rachel duduk di samping Keindra kembali. Tangisnya pecah lagi, di sandar kan nya kepalanya ke pundak Keindra.


Keindra menghela nafasnya, ia menarik Rachel kepelukannya. Karena terlalu lelah menangis, Rachel terlelap di pelukan Keindra. Begitupun Keindra ia memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar.


💔💔💔💔💔💔


Sementara itu, Mega cukup lama menunggu Keindra untuk menjemputnya. Namun tak kunjung datang juga. Mega kesal di buat nya. Keindra tak memberinya kabar, bahkan ponselnya tak aktif.


"Kemana sih kak Kei?" dengus Mega kesal.


Karena sudah pukul sepuluh pagi, tiga puluh menit lagi ia akan terlambat masuk mata kuliah nya.


Mau tak mau, Mega ke kampus menaiki taxi. Wajah Mega di tekuknya. Bisa bisa nya Keindra tak menepati janjinya.


Mega masuk ke kelas nya dengan wajah cemberutnya. Mili sang sahabat bingung melihatnya. "Kenapa Lo?" tanya Mili.


"Gue benci sama Keindra!" ucap nya ketus.


"Kenapa lagi?" tanya Mili lagi.


"Uda deh, malas gue bahasnya." Ketus Mega.


Dosen Amar mengajar di kelas Mega pagi ini. Dosen muda nan tampan itu, selalu memandang ke arah Mega saja. Amar menyukai Mega pada pandangan pertama.

__ADS_1


Matanya tertuju ke Mega saja. Mega yang merasa di pandang terus menjadi salah tingkah. Mega memberikan senyuman manis nya ke Amar.


Mata kuliah Amar telah selesai, sang Dosen dengan langkah panjangnya, ia mengikuti langkah mahasiswinya yang bernama Mega. Amar mencoba mengejar cinta nya Mega sampai ia lelah.


"Mega...!" paggil Amar.


Langkahnya terhenti. "Pak Amar, ada apa ya?" tanya Mega heran. Apakah dosen nya ini mengikuti nya sedari tadi.


"Bisa, keruangan saya? Ada sesuatu yang saya mau katakan." seru Amar.


Mega mengangguk Ragu. Mega pun mengikuti langkah sang dosen menuju ruangan nya.


Sampai di depan pintu ruangan Amar, kedua nya masuk kedalam. Amar mempersilahkan Mega duduk di sofa. Sedangkan Amar duduk di kursi kerja nya.


"Ada apa ya Pak?" tanya Mega lagi.


"Hmmm....kamu ada waktu nanti malam?" tanya Amar.


"Saya belum tahu pak." jawab Mega.


"Saya?" tunjuk Mega ke diri nya sendiri.


"Iya, mau kan?" ucap Amar memohon.


Mega akan memikirkannya dulu. Mungkin menerima ajakan makan malam ini, akan membuat Keindra panas.


"Saya, boleh minta nomor ponsel nya? Nanti saya akan menghubungi bapak." ucap Mega.


Dengan senang hati ia memberikan nya. Ternyata Amar telah duluan memiliki nomor Mega. Jadi, Amar hanya miss call saja.


Mega melihat ponselnya bergetar, ia melihat nomor yang tak di kenal.

__ADS_1


"Mega, itu nomor saya." seru Amar.


Hah? Ternyata nomor pak Amar. "Saya akan save pak." ujar Mega dan ia pun menyimpan nomor sang Dosen.


💔💔💔💔💔💔


Pukul dua belas siang, Keindra mengerjapkan matanya, ia terbangun dari tidur nya. Ia juga dapat jelas melihat wajah Rachel yang sedang tertidur lebih dekat. Saat ini Rachel masih di dalam pelukannya. Senyuman manis meghiasi wajah tampan Keindra.


Perlahan Keindra melepas pelukan Rachel ke sofa dengan perlahan. Di rogohnya saku celananya. Ia mengambil ponselnya. Ponsel nya tak aktif sedari tadi. Ia mencarger ponselnya. Banyak panggilan tak terjawab. Seketika Keindra membelalakan matanya. Ia menepuk jidatnya. Ia sungguh lupa akan menjempu Mega dan mengantarkan nya ke kampus.


.Dilihat nya jam di dinding, betapa kaget nya ia, jam menunjukan pukul satu siang. Dengan segera ia menyambar kunci mobilnya yang di tarok nya di atas meja nakas kamar Rachel.


Sebelum ia benar benar pergi, Keindra menyempatkan dirinya untuk mengecup kening Rachel dengan sayang dan lembut.


"Kakak pulang dulu ya?" bisik Keindra.


Berkali kali Keindra menghembuskan nafasnya kasar. Pasti Mega akan marah besar.


Tak ingin melihat Mega marah, Keindra ingin membeli kan sebuket bunga untuk Mega. Ia mencari toko bunga di sekitarnya.


Ia menemukannya, toko bunga kecil namun tampak sangat ramai sekali. Ia pun memarkir kan mobilnya di parkiran toko.


Di sebelah toko bungan terdapat cafe, ia mengernyitkan dahi nya, ia dapat jelas melihat, Mega lagi tertawa lepas bersama seorang lelaki. Keindra mengepalkan kedua tangannya. Hati nya bergemuruh. Ia tak suka.


Tak terima, Keindra mendatangi Mega.


Brak ....


Keindra membuka pintu kaca cafe dengan kasar. Membuat para pengunjung terkejut.


"Wah...hebat kamu ya?!" ucap Keindra kesal.

__ADS_1


"Kak Kei...?"


jangan lupa VOTE ya. aku uda up 3 bab ya. Untuk kalian para readers. Terimakasih atas dukungannya ya. Aku jadi semangat untuk nulis kelanjutan ceritanya. Terimakasih.


__ADS_2