Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 16


__ADS_3

Keindra berpikir kalau Rachel akan mengakhiri hubungannya dengan Ivan. Namun, ternyata tidak. Keduanya masih bersama.


Entah apa yang di rasakan Keindra sekarang, antara Mega dan Rachel. Kedua wanita tersebut ingin ia miliki. Egois tidak? Entahlah.


Walau bagaimana pun, Keindra tak boleh egois. Kalau memang ia memiliki rasa ke kedua wanita itu, ia harus memilih salah satunya.


Rasanya ke Rachel lebih kuat, karena sedari mereka kecil, Keindra sudah menyukai Rachel. Keindra selalu memanjakan Rachel. Tapi, sayang. Ia kalah cepat oleh Ivan. Ivan terlebih dahulu menyatakan cintanya untuk Rachel.


Rasanya ke Mega. Dia juga bingung, setiap kali Mega berdekatan dengan pria, hati dan jiwa Keindra bergejolak. Rasanya panas seperti terbakar. Ia tak akan rela. Padahal, sedari kecil hubungan kedua nya tak akrab. Bahkan, kerab kali ribut.


Keindra mencoba memilih, Ia memilih Mega. Ia akan membuka hatinya untuk Mega. Kalau bisa dilihat, Mega lebih peka.


Keindra teringat, hari ini ia membuat kesalahan dengan Mega. Dan ia mencoba untuk meminta maaf.


****


Kini Keindra berada di depan Rumah Mega, para security sudah sangat mengenal Keindra. Dengan senang hati mereka membuka kan pintu gerbang dengan selebar lebarnya untuk Keindra.


Berjalan dengan gagah nya, Keindra masuk kedalam rumah Mega. Menyapa dengan ramah pemilik rumah yang sebenarnya, yaitu kedua orang tua Mega.


"Assalamualaikum...." sapa Keindra.


Hendra dan Silvi mendongakan kepala nya kearah suara. Waktu bersantai mereka cukup terganggu. Namun, karena Keindra yang datang tidak masalah.


"Walaikumsalam..." sahut keduanya.


"Kei..." seru Mama Silvi.


"Mama, papa." sapanya. Keindra memang memanggil mama dan papa kepada Silvi dan Hendra. Dikarenakan, Silvi mantan istri dari papinya dan mama dari kakaknya Alya.


"Ma, Mega nya mana?" tanya Keindra.

__ADS_1


"Ada di kamar nya Kei. Tadikan kamu yang ngantar Mega pulang?" seru mama Silvi.


"Iya Ma. Tadi, Kei gak sempat mampir. Soalnya ada kerjaan menandak ma." Ucap Keindra.


"Oo..Yawda sana, temuin Mega. Sepertinya ia sangat kesal, wajah nya cemberut mulu." ucap mama Silvi.


Kei menggaruk tengkuk lehernya. Pasti, Mega ngambek. "Ma, Pa. Kei ke kamar Mega ya?" pamit Keindra.


Keduanya pun mengangguk.


Keindra menaiki anak tangga menuju lantai dua, dimana kamar Mega terletak. Sebelum mengetuk pintunya, Keindra menghembus kan nafasnya pelan terlebih dahulu. Mengatur kata kata maaf untuk Ia ucapkan kepada Mega.


Tok...tok...tok....


Tak ada respon sama sekali. Ia mencoba mengetuknya kembali. Tak ada juga jawaban.


Ia memutat handle pintu. Ternyata pintunya tak terkunci.


Dengan perlahan Keindra membuka pintu kamar Mega. Ia dapat melihat, seorang Mega lagi duduk santai sambil fokus membaca novel.


"Hai..."Bisik Keindra.


Mega hanya meliriknya. Tak terlalu memperdulikannya. Mega terus asyik membaca novelnya.


"Huh...pasti ngambek." gumam Keindra dalam hati.


Pria itu mendekat ke arah Mega dan duduk di samping gadis cantik itu.


"Mega..." bisik Keindra lagi.


Mega tak memperdulikannya. Masih fokus dengan Novelnya.

__ADS_1


Karena kesal, Keindra merampas paksa Novel yang di baca Mega dari tangan gadis itu.


Krek...


"Apaan sih kak?! Ganggu aja!" dengus Mega kesal.


"Ck. Kakak itu manggil kamu dari tadi. Kamu cuekin kakak terus." ucap Keindra tak mau kalah.


Mega memutar bola matanya malas. "Ada apa?!" ucap Mega ketus.


"Kok, ketus gitu sih?" rengek Keindra.


"Ih...bukan seorang Keindra banget, merengek kayak bayi." ucap Mega sinis.


"Sayang... jangan ngambek." rengek Keindra lagi sambil menyebut kata sayang.


Mega melototkan matanya. Ia sontak kaget, seorang Keindra memanggilnya sayang.


"Sayangku..." ucap Keindra lagi.


"Apa sih kak?" sahut Mega mengatur detak jantungnya karena di panggil sayang.


"Jangan ngambek." ucap Keindra cemberut.


"Mau ngapain kakak kesini?" ucap Mega mengalihkan pembicaraan.


"Kangen..." ucap Keindra.


Mega semakin bingung dengan tingkah Keindra. Berubah. Ada apa?


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2