
Mega si gadis cantik dan manis itu sekarang berada di kantor sang pujaan hatinya. Membawakan makanan kesukaan. Namun, selalu di tolak oleh Keindra. Bahkan Keindra menyuruh dirinya untuk pergi.
Gak ada manis - manis nya Keindra. Semua itu tidak akan menyurutkan Mega untuk terus berjuang mendapatkan cintanya Keindra.
Malam ini ada kumpul keluarga, Mami Laras dan Papi Reyhan berkunjung ke Indonesia. Mereka merindukan putra bungsu mereka. Membuat makan malam kecil, Keluarga Angkasa juga mengundang Silvi dan kekuarganya.
Mega sangat senang sekali di undang makan malam oleh keluarga sang pujaan hati. Ia akan berpenampilan secantik mungkin agar Keindra meliriknya dan mengaguminya.
Seluruhnya sudah berada di Mansion keluarga Angkasa. Dan seluruhnya sudah berada di kursi meja makan untuk menikmati makan malam.
Namun, wajah Mega terlihat sendu. Tak seperti diawal, wajahnya sangat ceria. Wajah sendunya di karenakan Keindra sang pujaannya tak merespon sedikit pun ke Mega. Keindra malah bersenda gurau dengan Rachel. Mega menekuk wajahnya. Ia memilih duduk di taman belakang saja. Tak ingin melihat kemesraan antara Rachel dan Keindra.
Menatap bintang - bintang dilangit sambil duduk sendiri dibbangku taman. Kesendiriannya terusik oleh sang kakak laki lakinya yang bernama Ariel. Anak bawaan sang papa. (Untuk nama sang kakak, maaf saya lupa, jadi saya beri nama Ariel saja.)
"Kenapa Dek? Kok sendiri?" tanya sang kakak.
"Kak Ariel." bisik Mega lirih.
__ADS_1
"Kenapa sedih dek?"
Mega hanya menggeleng saja. Tak ingin berkata jujur kenapa ia menyendiri.
"Pengen aja kak, bintangnya banyak banget. Indah banget." tunjuknya ke langit.
"Hmmm...iya sih, tapi, kakak gak bisa kamu bohongi dek, pasti ada sesuatu yang terjadikan?" tanya Ariel lagi.
"Gak ada kakak ku sayang...Mega baik - baik aja. Mega cuma pengen sendiri aja kakak." jelas Mega.
Sedangkan Silvi dan Hendra menatap kedua putra putri mereka. Dan Silvi dan Hendra tahu kalau putri bungsunya itu cemburu melihat kedekatan Keindra dan Rachel.
"Putri kita itu keras kepala Sayang, kita sudah memintanya untuk tidak mencintai Keindra, namun putri kita itu tetep dengan keputusannya." ucap Hendri.
Silvi menghela nafas dalam. "Iya mas, aku kasihan melihatnya." ucapnya.
Sepasang suami istri itu membiarkan keduanya anaknya mengobrol di taman.
__ADS_1
************
Sedangkan Keindra, sedari tadi hanya menatap wajah cantik Rachel. Wanita itu padahal bercerita tentang kekasihnya Ivan. Dengan memandang dan mendengarkan saja cerita sang pujaan hati itu sudah membuat Keindra sangat bahagia.
"Kak tau gak? Ivan itu romantis banget Lo?" ucap Rachel antusias.
"Ivan selalu memberi kejutan kecil untuk aku. Aku sangat mencintainya kak."
Deg .....
Sakit banget dengarnya, Rachel begitu sangat mencintai kekasihnya itu. Perasaan cinta Keindra tak terbalas. Ia berdoa, suatu saat nanti Rachel akan membuka hatinya untuk Keindra. Kalau bisa Keindra menunggu jandanya saja.
Kepala Rachel sudah bersandar di bahu Keindra, membuat Keindra senang bukan main. Tak apalah tak mendapatkan cintanya Rachel, tapi, ia bisa merasakan kemanjaan Rachel kepada dirinya.
Dengan memberanikan dirinya, Keindra memeluk pundak Rachel. Dan sesekali Keindra mengecup pucuk kepala Rachel.
Pemandangan itu membuat hati Mega tak karuan, ia sangat cemburu melihatnya. Diperlakukan seperti itu Mega tak pernah. Tatapan mata Keindra selalu dingin menatapnya.
__ADS_1
Mega memegang dadanya, sesak dan sakit sekali rasanya. Sang kakak Ariel juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Mega. Ia juga tahu kalau adiknya ini sangat mencintai Keindra, bahkan dari kecil.
Bersambung....