
Chintya yang melihat kepergian Reyhan pun merasa geram. "Awas kau Rey!!." geram Chintya.
Chintya merasa kesal kepada Reyhan, rencananya gagal lagi. Perasaan cintanya sama Reyhan kenapa selalu tidak terbalaskan. Salahkah dia menginginkan milik orang lain.
Chintya sedang menikmati kesendiriannya di sebuah cafe di Bandung. Dia lagi meratapi kisah cintanya yang selalu gagal. Ketika dia sedang menikmati kesendiriannya dengan secangkir kopi. Tiba - tiba seseorang menyapanya.
"Chintya." sapa seseorang itu.
"Silvi!." ucap Chintya terkejut. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan mantan sahabatnya dulu ketika mereka bersekolah dulu.
"Apa kabar Lo?!." tanya Silvi sinis.
"Baik. Ngapain Lo disini?!." jawab Chintya ketus. Chintya tidak mengetahui tentang Silvi yang lagi di cari - cari oleh orang suruhan Reyhan. Ia juga tidak mengetahui perbuatan Silvi.
"Gue cuma liburan doang." jawab Silvi sekenanya. Silvi tau kalau selama ini Chintya masih mendambakan cinta dari mantan suaminya itu. Timbul sebuah ide di pikiran Silvi, dia akan membalas Reyhan dan keluarganya melalui Chintya. Silvi juga tahu kalau Reyhan juga berada di Bandung, dan dia juga tadi melihat Chintya mengejar Reyhan.
"Apa Lo masih mengharapkan cinta mantan suami gue?!." tanya Silvi to the point.
"Bukan urusan Lo!!." jawab Chintya ketus.
"Gue tahu semuanya Chintya. Lo masih menginginkan Reyhan kan?. Gue juga lihat tadi Lo ngejar Reyhan." seru Silvi mengejek.
"Mau apa Lo sebenarnya?!." tanya Chintya kepada Silvi.
"Gue akan bantu Lo, untuk mendapatkan Reyhan." tawar Silvi.
Chintya memandang Silvi tidak percaya. Kenapa dia mau membantunya.
*********
__ADS_1
Reyhan yang baru saja sampai di Kotanya. Sekitar pukul 19.00 wib, Reyhan sampai di depan rumahnya. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu pujaan hatinya, kekasih hatinya, istri tercintanya dan anak - anaknya.
"Assalamulaikum...syaang mas pulang!." teriak Reyhan.
Laras yang lagi menyusui baby Kei, mendengar suara suaminya memanggilnya. Terbit sebuah senyum tipis di wajahnya. Akhirnya suaminya kembali kerumah. Dia sangat merindukannya.
Ceklek....
"Sayang, mas pulang." ucap Reyhan membuka pintu kamar mereka. Reyhan menghampiri Laras yang baru selesai menyusi baby Kei.
"Sayang. Mas kangen." ucapnya lagi. Sementara Laras masih belum memperdulikan suaminya. Ia masih bersikap cuek saja. "Sayangku. Masih ngambek ya?." ucap Reyhan sambil memeluk tubuh istrinya dari samping dan mendaratkan kepalanya di bahu sang istri.
Reyhan melirik baby Kei yang masih di pangkuan Laras. "Kei sayang. Mami kamu masih ngambek sama Papi. Padahal papi pulang cepat gini karena papi kangen sama kalian." seru Reyhan kepada Baby Kei.
Reyhan masih menoel - noel pipi gembul baby Kei. "Sayang. Jangan ngambek terus dong. Mas kan udah pulang nih." rengek Reyhan.
"Yank...Maaf." rayu Reyhan sambil menoel - noel lengan Laras.
Laras sudah tidak tahan melihat tingkah suaminya.
"Buahahaha..." Laras akhirnya tertawa juga.
"Mas. Kamu lucu banget. Kayak anak kecil saja." kekeh Laras.
"Kamu ya sayang. Kamu nggak marah lagi kan sama mas?." tanya Reyhan.
"Nggak lah mas. Mana bisa aku lama - lama marah sama kamu. Kamu itu suami tercinta aku." ucap Laras gemes sambil mencubit pipi suaminya.
"Makasih ya sayang. Mas takut banget kalau kamu ngambek. Mas nggak tenang sayang." seru Reyhan.
__ADS_1
"Mas mandi dulu sana. Mas bau tau." usir Laras.
"Awas kamu ya sayang nanti. Mas akan buat kamu nggak bisa jalan besok pagi." seru Reyhan. Yang membuat rona merah di pipi Laras. Dia tau maksud dari suaminya itu.
Reyhan pun membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi. Selesai membersihkan dirinya Reyhan keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk di bawah pinggangnya sehingga menampakkan perut sixpact nya.
Laras yang melihatnya terasa panas. Ingin sekali dia menerkam suaminya itu. Tapi baby Kei masih belum tertidur.
"Sayang. Kei belum tidur ya?." tanya Reyhan yang duduk di samping istrinya di sofa.
"Belum mas. Masih melek terus nih. Mungkin dia kangen sama kamu mas."
"Yah....kok belum tidur sih Kei? Papi mau kangen - kangenan nih sama mami kamu." rengek Reyhan.
"Apa sih kamu mas. Mesum mulu."
"Tiga hari mas puasa lo sayang."
Laras memutar matanya malas. Dan akhirnya baby Kei tidur juga. Laras pun meletakkan Kei di Box bayi nya. Melihat itu Reyhan sangat senang. Dia pun menghampiri istrinya dan memeluk tubuh Laras dari belakang. Reyhan yang masih memakai handuk memeluk Laras.
"Sayang. Yuk...maen yuk?." ajak Reyhan penuh gairah.
Laras yang mengerti dengan keinginan suaminya pun menuruti keinginan suaminya.
Dan mereka pun melakukan hubungan suami istri dengan penuh cinta. Reyhan melakukannya tanpa memberi ampun. Entah berapa kali mereka melakukannya samapai keduanya kelelahan. Dan akhirnya mereka berdua tertidur lelap smabil saling memeluk.
Bersambung......
jangan lupa kasih vote, hadiah , like dan komen ya.
__ADS_1