
Sembilan kurang seminggu Sandra berada di rumah sakit, ia akan melakukan operasi. Dokter mengatakan Sandra tidak bisa melahirkan secara normal karena kondisi Sandra yang sangat lemah. Jadi dokter menyarankan caesar.
Shinta yang menemani Sandra di rumah sakit. Menghubungi Ricko susah sekali rasanya. Entah kemana suami Sandra itu. Shinta merasa geram dan kecewa sama Ricko, tega sekali dia tidak memperdulikan anak dan istrinya.
Shinta yang tidak tahan dengan sikap keterlaluan Ricko. Ingin rasanya ia mendatangi pria itu. Menyeretnya untuk melihat kondisi istrinya yang lemah.
Selagi menunggu proses operasi. Shinta meninggalkan rumah sakit, ia pergi ke kantor Ricko. Shinta sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Shinta meminta izin kepada suaminya terlebih dahulu untuk datang ke kantor Ricko, agar tidak menimbulkan kesalah pahaman.
Degan menaiki taksi Shinta menuju ke tempat Ricko. Tidak butuh waktu yang lama sampai ke kantor Ricko. Tanpa bertanya ke Recepsionis, Shinta langsung berjalan menaiki lift menuju ruangan Ricko. Emosinya sudah memuncak.
Sampai di depan pintu ruangan Ricko. Shinta menarik nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan. Shinta memegang handle pintu dan membukanya dengan kasar.
Brak....
Dengan bantingan pintu membuat Ricko yang lagi fokus memeriksa berkasnya terkejut. Ia melihat ke arah pintu ada seorang wanita sedang menahan emosinya. Raut wajah wanita itu memerah menahan emosi.
"RICKO ARDIANSYAH!!" teriak Shinta sangat keras."Dimana hati nurani Loh. Istri Lo lagi mempertaruhkan nyawanya. Ia sekarang lagi berjuang antara hidup dan mati. Ia akan melahirkan anakmu.!!" ucap Shinta lagi.
Ricko tidak percaya, ternyata Shinta bisa semarah ini. "Apa maksud kamu Shinta." tanya Ricko dingin dan datar.
__ADS_1
"Ck. Loh nanyak, ada apa?! Wah...Emang manusia gak punya hati Loh.!!" ucap Shinta marah.
"Shinta.?!" bentak Ricko.
"Dengar Tuan Ricko yang terhormat. Sekarang ini istri anda lagi berjuang untuk melahirkan seorang anak untukmu. Dan kau tau Tuan Ricko, mungkin saja hari ini adalah hari terakhir dia untuk bernafas di dunia ini. Kau tahu betapa merananya wanita itu, Kalau kau tidak ingin menikahinya, kenapa kau mau menikahinya. Kau akan menyesal Tuan Ricko. Kau akan menyesal.!!" ucap Shinta menahan isaknya.
Setelah meluapkan kemarahannya kepada Ricko. Shinta meninggalkan ruangan itu. Tapi sebelum ia berjalan menuju pintu ruangan. Tangan Ricko menahannya. "Apa maksud kamu Shinta?" tanya Ricko.
"Mas...hiks...hikss...Sandra...berikan cintamu mas kepadanya. Hari ini dia melahirkan anakmu. Ia sekarang berada di ruangan operasi. Dan kau tau mas, mungkin saja nyawanya tak akan tertolong. Demi anaknya dia mengorbankan dirinya." Shinta tak sanggup melanjutkan perkataannya. Shinta sudah menangis terisak.
"Mas...temui Sandra untuk yang terakhir kalinya." pinta Shinta memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.
Apa dia terlalu kejam kepada Sandra. Rasa bersalah terus mencuat di hatinya. Tanpa terasa air matanya jatuh. "Sandra....maafkan aku." Gumamnya lirih.
Dirumah sakit. Shinta terus saja mondar - mandir menunggu kapan selesai operasinya.
Ia sangat khawatir dengan keadaan Sandra.
Lampu operasi telah mati. Pertanda operasi telah selesai. Shinta juga mendengar suara tangis bayi Sandra. Itu tandanya Sandra telah melahirkan bayinya. Shinta cukup lega, akhirnya Sandra telah melahirkan. Tapi, dia sangat khawatir dengan keadaan ibu dari bayi tersebut.
__ADS_1
Dokter keluar dari ruangan operasi. Shinta melihat dokter itu, dan ia pun berlari menuju dokter itu. "Bagaimana keadaan adik saya dok?." tanya Shinta.
Dokter itu menarik nafasnya kasar. "Maafkan saya Nona. Adik anda banyak kehilangan darah. Kondisinya saat ini kritis. Adik anda koma." lirih sang dokter.
Lutut Shinta rasanya lemas sekali. Seketika dia terjatuh. Untung saja seorang pria menangkapnya. "Sayang..." ucap Pria itu.
"Mas...Sandra..hiks...hiks..." Shinta tak bisa menahan tangisnya lagi. Ia menangis tersedu - sedu di pelukan suaminya. Pria yang menangkapnya tadi adalah Miko suaminya.
"Sayang...kita doakan saja. Agar Sandra melawati masa kritisnya." ucap Miko menenangkan istrinya.
Sandra memeluk suaminya dengan erat. Ia menangisi kondisi Sandra.
Sementara itu seorang pria yang mendengarkan apa yang di katakan dokter tadi. Ia menyesal dengan perbuatannya. Mengabaikan istrinya. Mengabaikan kondisi istrinya selagi mengandung anaknya.
Ricko merutuki dirinya. Kenapa penyesalan selalu datang terlambat. Seandainya waktu bisa di putar kembali. Ia akan memberikan waktu dan perhatiannya untuk Sandra. Namun semunya terlambat. Sekarang Sandra sedang koma dan berada di ruang ICU.
"Maafkan aku....maafkan aku." Gumamnya terisak. Tubuh Ricko luruh terduduk di lantai. Menangisi penyesalannya.
Bersambung....
__ADS_1
huft....Gimana ya keadaan Sandra???