
Suara getaran ponsel milik Reyhan kembali berbunyi. Dengan cepat Reyhan menggeser tombol hijau tersebut lalu menempelkan pada telinganya.
"Halo."
"Apa benar ini keluarga dari nona Larasati Wijaya?", tanya seseorang diseberang sana.
"Ya, saya suaminya", sahut Reyhan dengan perasaan yang tak menentu.
"Istri anda menjadi korban kecelakaan beruntun dijalan simpang lima lampu merah. Dan saat ini istri anda berada dirumh sakit.
Reyhan yang mendengar kabar itu tangannya bergetar dengan hebat diikuti dengan air mata yang begitu saja berjatuhan diatas wajahnya.
Reyhan yang hendak berdiri keluar ruangannya untuk segera kerumah sakit, tetapi kaki nya yang terasa begitu lemas dan begetar, tiba - tiba tak kuat menompang tubuhnya dan akhirnya duduk terjatuh diatas lantai.
Reyhan merasa bersalah terhadap istrinya, seharusnya dia tidak menyuruhnya pergi, seharusnya dia mendengarkan penjelasan dari istrinya.
Miko sang asisten sekaligus sahabatnya itu sudah mengetahui kabar tersebut, seketika melihat sahabatnya itu sedang kalut ia pun berusaha membantu Reyhan untuk kembali berdiri dari posisinya.
"Gue antar lo kerumah sakit", ujar Miko.
"Laras....Ko, Laras ... Ko", gumamnya lirih dengan tatapan kosong.
Dengan bantuan Miko, Reyhan kini sudah didalam mobilnya, mereka menuju kerumah sakit tempat dimana Laras dirawat, perasaan Reyhan saat ini sangat memprihatinkan, dia merasa menyesal dengan perbuatannya kepada istrinya.
Perlu waktu 30 menit saja, akhirnya Reyhan dan Miko sampai di depan parkiran rumah sakit. Tanpa mikir panjang Reyhan langsung menuju ruangan rawat Laras.
Sampai di kamar rawat Laras, Reyhan yang melihat istrinya terbaring lemas tak berdaya, dia merasa bersalah kepada istrinya, dia begitu menyesal dengan sikapnya yang beberapa jam lalu telah menyakiti istrinya.
__ADS_1
"Sayang, maaf", gumam Reyhan lirih. Menahan sesak didanya melihat keadaan istrinya. "Maaf", gumamnya lagi, dan kali ini air matanya menetes begitu saja di pipi nya.
"Sayang, bangun lah", Ujar Reyhan.
Laras yang merasakan tangan digenggam hangat oleh suaminya, perlahan membuka matanya yang sedari tadi terpejam.
"Mas", ujar Laras yang masih lemas.
Mendengar dirinya di panggil, Reyhan pun mendongakkan wajahnya kearah istrinya itu.
"Sayang, kau sudah bangun, maafkan mas sayang", sahut Reyhan sambil menciumin punggung tangan istrinya.
"Mas, Laras dan kak Ricko sudah benar benar berakhir mas, Laras menemuinya hanya ingin mengatakan kepadanya bahwasannya Laras sangat bahagia bersama kamu mas, Laras....", ujar Laras yang tiba - tiba terputus karena Reyhan menutup mulut istrinya dengan telunjuknya.
"Sstttss....mas percaya sayang, mas minta maaf, karena ngebentak kamu", ucap Reyhan yang semakin bersalah.
Laras yang akhirnya menjelaskan semua tentang pertemuannya dengan Ricko, hanya semata -mata untuk mengatakan kepada sang mantan jangan pernah mengganggu ny lagi, karena dia sudah bahagia dengan suaminya dan dia sangat mencintai suaminya itu. Tapi dengan pertemuannya itu membuat kesalah pahaman antara suaminya, seharusnya Laras mengatakan dari awal Ricko mengiriminya Chat tadi pagi dan ingin menemuinya. Dengan keputusannya tanpa memberitahukan suaminya, membuat Reyhan dibakar cemburu.
"Sakit banget ya sayang?", tanya Reyhan yang melihat istrinya meringis kesakitan sembari memegang tubuh, dibagian sisi kiri di bawah ketiak.
Reyhan mengusap dengan lembut puncak kepala istrinya, seraya menatap Laras dengan mata berkaca -kaca.
Laras yang menahan rasa sakitnya hanya menganggukan kepalanya. Ia tak bisa menutupi rasa sakitnya akibat benturan yang cukup keras ketika badan bis kembali tertabak mobil lain.
"Mas panggil dokter ya?", ujar Reyhan yang merasa khawatir dan tak tega melihat istrinya yang kesakitan.
Setelah rasa sakitnya menghilang, Laras kembali tersenyum kepada suaminya.
__ADS_1
"Uda nggak papa kok mas, uda mendingan sakitnya", sahut istrinya.
Hingga tiba - tiba, seorang pri tampan bersneli, membawa sebuah map berwarna biru ditangannya, yang mana map itu berisi tentang hasil pemeriksaan pasiennya yang bernama Larasati Wijaya.
"Selamat sore ibu dan bapak. Perkenalkan nama saya Romi, saya dokter yang memeriksa ibu Laras. Saya ingin menunjukkan hasil pemeriksaan ini kepada Bapak", Ujar Romi sang dokter.
"Ah...iya dok, gimana keadaan istri saya?", tanya Reyhan.
"Setelah kami memeriksa keseluruhannya istri anda tidak ada mengalami luka yang serius, tetapi, hanya dibagian dada ada sedikit retak pada tualng rusuk bagian kiri", ucap Sang Dokter.
Dokter itu pun memasukkan kembali hasil pemeriksaannya kedalan map tersebut. Kemudian Dokter itu menarik alat USG yang dibawa oleh perawat untuk dia tarok didepannya.Dokter pun menyalakan alat tersebut.
"Alat apa itu Dok?", tanya Reyhan
"Ini alat USG", jawab Dokter.
Reyhan melirik Istrinya yang saat ini menatap padanya.
Seorang suster mengoleskan sebuah gel dingin keperut Laras dan juga alat transducer di perut bagian bawah dan mulai menggerakan alat tersebut, lalu mengukur dan mengecek usia dari bulatan tersebut.
"Usianya sudah empat minggu lebih lima hari iya pak, Bu", Ucapan Dokter membuat Laras dan Reyhan bingung, mereka hanya saling pandang.
"Usia apa Dok", tanya Reyhan yang penasaran.
Bersambung.....
Hai semuanya jam 01.55 ini saya menyelesaikan Part 34 ya. jadi saya harap dukungan kalian semua. semoga kalian suka dengan cerita aku ini. jangan lupa Like, Coment dan vote ya. terimakasih. 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1