
Alya ingin menariknya. Tapi Rio menahannya.
Mereka semua menikmati makan malam dengan hangat.
Rio terus menggenggam tangan Alya. Sampai akhirnya mereka menyelesaikan makan malam.
Setelah makan malam. Mereka berkumpul diruang santai sambil menonton televisi. Rio juga masih berada dirumah Reyhan. Dan ia masih duduk di sebelah Alya. Sesekali ia melirik ke arah Alya. Alya yang merasa di perhatiin, ia jadi malu.
"Tuan Reyhan. Boleh saya mengobrol berdua dengan putri anda?." ucap Rio.
"Hah...iya tentu saja Pak Rio." izin Reyhan
Alya dan Rio pergi menuju taman belakang. Mereka mengobrol berdua.
"Nona Alya. Maafkan saya. Saya berbuat janji, saya yang mengingkarinya. Maafkan saya Nona." ucap Rio sambil menggenggam tangan Alya.
Alya memandang wajah Rio. Permintaan maafnya begitu tulus. "Pak Rio...saya maafkan." sahut Alya
"Terimakasih Nona Alya." Rio sangat senang Alya memaafkannya. Ia dengan refleks memeluk Alya.
Alya terdiam. Ia tersenyum di pelukan Rio. Begitu hangat pelukan sang Rektor. Alya membalas pelukan Rio.
Mami Laras melihat Alya berpelukan dengan seorang lelaki. Terbit sebuah senyuman di wajah Mami Laras. Ia senang anaknya dekat dengan seorang laki - laki.
__ADS_1
"Pak Rio? Nanti ada yang lihat kita." ucap Alya polos.
Rio tersenyum. "Iya sayang maaf ya?."
Blush...pipi Alya merona malu. Rio memanggilnya sayang.
"Kenapa sayang?." ucap Rio lembut.
"Pak Rio..." ucap Alya menunduk.
"Jangan panggil Pak dong sayang." goda Rio.
"Ih...Mas Rio." rengek Alya.
"Jadi, sekarang manggilnya mas ni?." goda Rio lagi.
"Maksudnya?" Alya mendongakan kepalanya dan melihat wajah Rio.
"Iya, kau mau kan jadi kekasih ku." pinta Rio.
"Mas...apa gak terlalu cepat?."
"Gak sayang. Nanti kalau lama keburu di ambil orang kamu." goda Rio.
__ADS_1
Alya tersenyum bahagia. Ia menganggukan kepalanya. Ia menerima Rio sebagai kekasihnya.
"Terimakasih sayang." ucap Rio sambil mencium pucuk kepala Alya.
Malam ini Alya akan tidur dengan nyenyak. Pria yang sudah lama ia incar akhirnya menjadi kekasihnya juga. Senyum manis selalu terpancar di wajah cantik Alya.
********
Keesokan harinya. Alya dan Rio sedang berkencan. Kencan pertama mereka di saat mereka menjadi pasangan kekasih. Alya sangat senang, Rio selalu menggenggam erat jemari tangan Alya. Tak pernah lepas. Lelah berjalan - jalan. Mereka singgah di sebuah cafe langganan Rio dan Rani ketika mereka saling jatuh cinta. Rio membawa Alya ke cafe itu. Karena ia tahu kalau Rani pasti akan ke tempat itu juga.
Ternyata benar dugaan Rio. Rio tersenyum sinis. Ia melihat mobil Rani terparkir di cafe tersebut. Rio memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil Rani.
Rio membuka kan pintu untuk Alya. Dan Rio juga menggandeng tangan Alya sampai di dalam cafe. Rio ingin melihat reaksi Rani gimana. Ketika Rani melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain. Dengan senyum licik Rio. "Sayang, kita duduk di sini saja ya?" Rio sengaja sedikit mnegeraskan suaranya agar Rani melihat mereka. Dan benar saja Rani menoleh suara itu. Betapa terkejutnya ia melihat suaminya lagi berduan dengan wanita lain sambil berpegangan tangan dengan mesra.
"Mas Rio." Gumam Rani lirih. Rani menatapnya dengan mata yang berkaca - kaca. Ternyata sakit sekali melihat orang yang masih dicintainya itu berduan dengan orang lain. Rasa penyesalan di hati Rani timbul. Ia menyesal telah menduakan cintanya dengan orang lain. "Kau membalas ku kan mas. Kau menang mas. Sakit sekali rasanya." gumam Rani sedih.
Rio melirik kearah Rani. Akhirnya misinya berhasil. Dari raut wajah Rani, ia bisa melihat kalau Rani sangat sedih. "Kau pikir, kau saja yang bisa berbuat seperti ini. Aku juga bisa Rani." gumam Rio dalam hati sambil tersenyum licik.
Rani tidak tahan melihatnya. Ia pun pergi dari tempat itu. Dengan mengenakan kacamata hitamnya, Rani berjalan tanpa menoleh ke arah tempat Rio duduk dengan wanitanya.
Bersambung....
Gimana part ini? Jahat bangetkan Pak Rektor.?
__ADS_1
hihihihi....
jangan lupa kasih like, komen, hadiah dan vote kalian ya. Terimakasih.