Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 66


__ADS_3

Sudah seminggu ini Rindi dan Jimmy jalan bareng. Bisa dibilang keduanya berkencan, namun tak ada hubungan special diantara keduanya. Masih menggantung. Tak ada kata cinta yang keluar dari mulut keduanya.


Keduanya kerap kali berkencan layaknya seperti orang pacaran. Bahkan sang Casanova itu sudah berani mencuri ciuman pertama Rindi.


Jantung Rindi seakan ingin lepas ketika Jimmy mencium bibirnya. Walaupun hanya sekedar kecupan. Jimmy sudah memuali aksinya. Dari bibir turun kehati. Kalau sudah kena kehati semuanya pasti akan pria itu dapatkan termasuk tubuh perawan Rindi.


Sabtu ini, Rindi dan Jimmy akan berencana makan malam di Aparteman milik Jimmy. Awalnya Rindi ragu untuk mengiyakan. Tapi, dengan rayuan gombal Jimmy akhirnya Rindi menurut.


Jimmy bahkan telah mengirim sebuah gaun indah untuk Rindi. Sebuah gaun malam yang bagian belakang punggungnya terlihat, menurut Jimmy itu sangat pas ditubuh Rindi yang seksi.


Rindi pun menerimanya dengan senang hati. Gadis itu akan memakainya nanti malam.


Waktu masih lama menunjukan pukul delapan malam. Kini jam dinding masih menunjukkan pukul dua belas siang. Mungkin Rindi akan merawat tubuhnya seperti ke spa dan salon.


Sisil mengetahui kalau Jimmy dan Rindi akan makan malam di Aparteman milik Jimmy. Mungkin sebelum mereka bertemu, Sisil ingin menemui Jimmy terlebih dahulu.


Dengan mengenakan pakaian seksi Sisil menuju ke Aparteman Jimmmy. Sisil akan sedikit merayu Jimmy atau mungkin bermain sebentar dengan Jimmy.


Ting...tong...ting...tong....


Bel Pintu aparteman Jimmy berbunyi, Sisil sudah berdiri anggun di depan pintu, menunggu yang punya membukanya.


Sepuluh menit Sisil menunggu, akhirnya pintu terbuka, tampak terlihat seorang pria tampan dan gagah berdiri di hadapannya. Pria itu hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang menutupi bagian bawahnya.

__ADS_1


Dengan tatapan menggoda Sisil menggoda Jimmy. "Hai baby? I miss you..." bisik Sisil mesra di telinga Jimmy.


Jimmy menelan salivanya, sungguh sangat seksi sekali wanita ini.


Sisil menyentuh dada telanjang Jimmy dan mengelusnya perlahan. Sisil mendorong Jimmy pelan dan masuk kedalam unit Jimmy. Degan kakinya Sisil menutup pintu.


Brakk...


Sisil masih menggoda Jimmy, bahkan bibir keduanya sudah bertemu, keduanya saling *******. Jimmy tak bisa menolak godaan Sisil. Pria itu menikmati sentuhan dari Sisil.


Sisil menuntun Jimmy masuk ke kamarnya, masih dengan ciuman kedua. Sampai di kamar pun keduanya masih saling *******. Jimmy tak bisa menahan hasratnya. Pria itu mengangkat tubuh Sisil dan membaringkan tubuh wanita itu diranjang.


Handuk yang dipakai Jimmy sudah terlepas, aset berharga Jimmy sudah terlihat menegang. Jimmy melepas seluruh pakaian Sisil dengan kasar, sampai tubuh Sisil polos juga. Jimmy sudah tak tahan, tanpa pemanasan terlebih dahulu, Jimmy langsung mengarahkan asetnya ke lembah kenikmatan Sisil. Di siang hari itu Keduanya bercinta. Menyalurkan nafsu mereka. Sisil sangat menyukai hentakan yang dilakukan oleh Jimmy, menurutnya sangat nikmat.


Di pukul lima sore keduanya baru selesai. Sisil sangat puas sekali. "Kau puas Baby?" bisik Sisil mesra di pelukan Jimmy.


"Hmm..." hanya deheman yang dijawab Jimmy. Pria itu sungguh sangat menikmati.


"Apa kau ingin melanjutkannya?" Rayu Sisil lagi. "Aku masih kuat Baby." seru Sisil lagi.


"Sudah. Aku ada janji dengan seseorang. Sebaiknya kau pulanglah." Ucap Jimmy. Kalau ia melanjutkan lagi, bakalan sampai malam mereka. Janji Dinner dengan Rindi bakalan batal.


"Janji? Dengan cew or cow sayang?" Sisil berpura pura tidak tahu.

__ADS_1


"Pulanglah." Jawab Jimmy datar.


Pria itu bangkit dari tidurnya. Ia langsung menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya.


Pria tampan itu telah selesai mandi. Dan pria itu masih melihat Sisil di atas ranjang.


"Kenapa kau tidak pulang?!" tanya Jimmy datar.


"Kau yakin menyuruhku pulang? Tidak ingin bermain lagi?" seru Sisil merayu.


"Ck. Pulanglah. Nanti akan aku transfer sejumlah uang kerekening kamu." Seru Jimmy akhirnya.


"Hah...baiklah kalau begitu. Aku akan pulang. Aku akan mandi diaparteman ku saja." Sisil memunguti pakaiannya dilantai dan memakainnya. Setelah itu wanita itu berpamitan kepada Jimmy.


"Aku pualng sayang..." seru Sisil mendesah. Sisil ******* bibir Jimmy.


"Dasar pelacur." Gumam Jimmy dalam hati.


Bersambung....


Terimakasih untuk kalian para readers. Minggu ini aku mendapatkan vote 9.


Jangan bosan bosan baca cerita aku ya.

__ADS_1


__ADS_2