Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 35


__ADS_3

Rindi mendatangi kantor sang kakak, ia ingin menemui kakaknya itu. Mungkin, Rindi akan menyetujui permintaan Sisil untuk menikahkannya dengan kakaknya Ivan.


Seluruh karyawan dan staf sudah begitu sangat mengenal Rindi. Jadi, mereka membiarkan Rindi masuk, dan dengan ramahnya, mereka semua menegur sapa Adik CEO mereka.


Rindi sampai, diruangan kakaknya Ivan. Masuk tanpa mengetuk dulu.


Ceklek...


Hal yang dilihatnya saat ini, begitu banyak botol minuman diatas meja kerja sang kakak. Rindi menghela nafasnya kasar. Benar yang dikatakan oleh Sisil, sepertinya kakaknya benar benar mencintai Rachel.


Rindi tak melihat keberadaan Kakaknya, ia tahu pasti kakaknya berada di dalam kamar. Ivan memang membuat kamar untuk beristirahat di ruang kantornya. Di tempat itu juga Ivan memadu kasih dengan Sisil.


Ceklek...


Rindi melihat kakaknya Ivan terbaring di atas ranjang, penampilan sang kakak begitu kacau, tak terawat. Rindi mendekati ranjang, dan duduk di tepi ranjang itu. Ia dapat mendengar sang kakak bergumam dalam tidurnya, kakaknya memanggil nama Rachel, mengucapkan kata maaf berulang ulang. Rindi juga dapat melihat kakaknya Ivan meneteskan air mata. Betapa hancurnya sang kakak. Dari lubuk hatinya yang terdalam, Rindi tak tega melihat kakaknya seperti ini. Namun, egonya begitu besar, ia tak suka kakaknya Ivan mencintai mantan sahabatnya itu. Misi balas dendamnya harus 100% berhasil.


"Kakak..." bisik Rindi pelan. "Kak Ivan..." bisiknya lagi.

__ADS_1


Ivan membuka matanya, ia melihat siapa yang mengganggu tidurnya. Ia menatap malas kearah Rindi sang adik. Kedatangan sang adik pasti menginginkan sesuatu lagi. Sungguh Ivan tak sanggup lagi. "Ada apa?" Sahut Ivan malas.


"Kakak Kenapa? Kok kayak gini?" tanya Rindi kesal.


"Ck. Bukan urusan kamu." ucap Ivan kesal.


"Kak, untuk apa kau minum minum. Kau bisa merusak tubuh mu " ucap Rindi kesal.


"Apa urusan mu, biarkan saja. Kalau bisa, aku mati saja." Ucap Ivan asal. Sungguh Ivan tak sanggup lagi menghadapi hidup ini, apalagi tanpa Rachel nya.


"Aku, mau ngomong sama kakak." pinta Rindi memaksa.


"Kakak duduk dulu." Ivan yang di ajak ngobrol sedari tadi hanya memunggungi sang adik.


Dengan malas Ivan pun menurut. Ivan duduk dan menghadap Rindi. "Ada apa lagi?" tanya Ivan.


"Aku mau, kakak menikah dengan mbak Sisil." pinta Rindi memaksa.

__ADS_1


Ivan sungguh tak habis pikir dengan adiknya ini. Adiknya meminta menikahi Sisil? Mana mau dia, Wanita yang akan dinikahinya kelak hanya Rachel.


"Kau bercanda? Ngak...nggak akan." seru Ivan.


"Kak...mbak Sisil mencintai kamu. Cuma dia yang pantas sama kamu." ucap Rindi begitu egois.


"Ck. Wanita yang kucintai hanya Rachel." bentaknya. Ivan sungguh tak mau lagi disuruh suruh sang adik. Cukup sudah penderitaannya. Ia berjanji dengan dirinya, setelah ini, ia akan menemui Rachel nya.


"Kau...mencintai anak wanita ****** itu?!" ucap Rindi meninggi.


"Iya...AKU MENCINTAI RACHEL...!!" teriak Ivan.


"Sebaiknya, kau keluar dari sini. Aku sudah muak, aku tak mau lagi balas dendam. Aku hanya ingin Rachel ku." teriak Ivan lagi.


Rindi mengepalkan kedua tangannya. Ia sungguh emosi mendengarnya. Ia berdiri dari duduknya. "Tak kan kubiarkan kau memiliki Rachel!! Jika, kau tak mau membalaskan dendam, aku...yang akan membalaskannya." ucap Rindi berteriak kepada sang kakak.


"Coba saja kalau kau bisa. Tak akan ku biarkan kau menyentuh Rachelku." Seru Ivan marah. Sungguh kesabarannya sudah tak bisa di tahan.

__ADS_1


"Sebaiknya, kau keluar dari ruanganku!!" teriak Ivan dan mengusir Adiknya.


"Aku akan keluar, dan ingat kata kataku tadi. Akan aku hancurkan wanitamu itu!" janji Rindi.


__ADS_2