
Akhirnya Keindra dan Mega di restui oleh kedua orang tua Mega. Dan syukurnya Papi Reyhan dan Mami Laras juga merestui hubungan keduanya. Tanggal pernikahan juga sudah di tentukan. Sebulan lagi keduanya akan melangsungkan pernikahan.
Pernikahan akan di laksanakan di sebuah hotel milik Papi Reyhan. Keindra ingin mengadakan pernikahan yang sangat meriah. Ini semua keinginan Keindra.
Dimulai hari ini, Mega dan Keindra akan memulai persiapan pernikahan mereka. Mulai dari undangan, makanan dan pakaian.
Kabara pernikahan Keindra dan Mega pun telah di dengar oleh Rachel. Seperti ada yang hilang, Rachel merasa tak ikhlas melihat Keindra di miliki oleh orang lain. Gak tau kenapa.
******
Di apartemen Rachel.
Masih dengan memikirkan kabar pernikahan Keindra dan Mega. Rachel senang mendengarnya, namun entah kenapa hati kecilnya tidak menyukai kabar pernikahan Keindra dan Mega.
Rachel duduk termenung di sofa kamarnya. Ia juga bingung dengan perasaannya ini. Namun, dia tak mau merusak nya. Ponsel Rachel berdering.
"Hallo sayang...Kamu dimana?" tanya seorang pria disana.
"Aku di apartemen Mas." sahut Rachel.
"Mas, ke apartemen kamu ya? Mas kangen Yank..." seru pria itu manja.
"Ih...manja banget Mas. Ya uda datang aja. Aku tunggu Mas." Ucap Rachel.
Pria itu adalah Ivan, ia memang sangat merindukan Rachel. Sebenarnya jauh di lubuk hatinya paling dalam, Ivan mencintai Rachel. Hanya karena dendamnya dan paksaan dari sang adik. Ivan harus melaksanakan dendam nya.
Sudah waktunya, Ivan akan melaksanakan dendamnya. Untuk sekarang, Ivan harus bertemu dengan Rachel di apartemen.
__ADS_1
*****
Sepasang kekasih yang sebentar lagi akan meresmikan hubungan mereka di jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Keindra tak menyangka kalau Mega menjadi kekasihnya. Wanita yang biasanya selalu di cuekin.
Kini Mega lagi nemani Keindra di kantornya. Keindra meminta Mega untuk menemaninya di kantor. Karena Keindra tak ingin jauh dari Mega.
"Kak...aku bosan..." rengek Mega. Ia sungguh bosan harus menunggu sang kekasih di kantornya.
"Sebentar lagi, Kakak selesai sayang..."seru Keindra.
"Ck. Kakak..." rengek Mega lagi.
Mega sudah sangat bosan sekali. Muncul ide di benak Mega. Ingin menjahili sang kekasih. Mega bangun dari duduknya dan mendekat ke meja sang kekasih.
"Kak..." panggil Mega manja. Mega mengelus lengan Keindra dengan mesra dan lembut.
Keindra masih bergeming. Ia tahu, pasti Mega lagi menggoda nya. Ia masih menunggu, apa yang akan di lakukan oleh kekasihnya itu.
"Hhmmm...." sahut Keindra singkat.
"Sayang..." ucap Mega sambil mengelus punggung sang kekasih. Dengan keberaniannya Mega duduk di atas pangkuan Keindra.
Glek...
Keindra menelan saliva nya kasar. Ternyata kekasihnya ini, sangat berani.
Mega menangkup kedua pipi Keindra dengan kedua telapak tangannya. Wajah Keindra di arahkan nya untuk menatapnya.
__ADS_1
"Sayangku...Aku bosan...jalan yuk?" ucap Mega gemes.
Keindra hanya membalas dengan senyumannya.
Masih belum ada respon dari sang kekasih. Mega akhirnya mengecup bibir sang kekasih sekilas sampai berkali - kali sangkin gemesnya.
Cup ....
Cup ...
Cup...
Keindra menahan tawanya. Ia pun merasa gemas dengan tingkah sang kekasih. Hanya kecupan yang ia dapat. Karena kurang puas. Keindra menahan tengkuk sang kekasih. Terjadilah ciuman panas diantara keduanya. Cukup lama kedua berciuman. Karena kehabisan udara, Keindra melepasnya.
"Manis banget sih, pengen terus - terusan." ucap Keindra gemes. Bibir Mega sudah menjadi candu untuknya.
Mega mencebikan bibirnya. Kesal. "Kak...ayo, kita jalan, Mega laper." ajak Mega.
"Kamu pengen makan apa sayang?" seru Keindra sambil membelai pipi mulus sang kekasih.
"Kita, ke mall aja. Mega pengen kulineran." ajak Mega.
"Ok, sayangku. Lima menit lagi ya? Kakak selesaikan dulu kerjaan kakak." ucap Keindra.
Mega ingin bangkit dari duduknya di atas pangkuan Keindra. Namun, Keindra menahannya. "Disini aja. Bentaran lagi selesai Yank." pinta Keindra.
Mega pasrah. Ia tetap duduk di atas pangkuan Keindra. Sampai pekerjaan Keindra selesai.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan Lupa VOTE ya.....