
Setelah kejadian di rumah seminggu yang lalu, Rio sudah tidak pernah lagi menginjakan kakinya kerumah itu. Karena di sana ada seorang yang sangat dia benci. Siapa lagi kalau bukan mantan istri.
Rio hanya bertemu dengan Rachel ketika di sekolahnya saja. Karena hal ini Rio menunda keberangkatannya untuk bulan madu. Alya sangat mengerti dengan keadaan ini.
"Mas...apa bener mbak Rani sakit?" Alya bertanya kepada suaminya.
"Rachel percaya akan hal itu, tapi, mas tidak mempercayainya. Wanita seperti Rani itu akan melakukan segala cara untuk mengganggu rumah tangga kita" tegas Rio. Ia tidak percaya kalau Rani sakit. Karena ia sudah mecari tahu, Rio meyuruh anak buahnya untuk mencari tau tentang sakitnya Rani.
Dan benar saja Rani tidak sakit. Bahkan anak buahnya memberikan sebuah foto dimana Rani lagi berdua di sebuah cafe dengan selingkuhannya.
Habis sudah kesabaran Rio di buat Rani. Selalu menjadi pengacau. "Sayang...mas harus gimana memberi tahukan kepada Rachel. Bahwasannya mamanya ini jalang" emosi Rio sudah tidak bisa di bendungnya lagi.
"Perlahan mas, Rachel akan kita beri tahu secara perlahan saja mas. Untuk saat ini biar saja dulu mbak Rani berpura - pura" seru Alya.
*************
Disebuah sekolah menengah pertama yang sangat terkenal, bertaraf internasional. Seorang gadis belia sedang menuntut ilmunya. Rachel sedang menikmati waktu istirahatnya bersama teman - teman segenk nya.
"Hel, aku ngundang kamu untuk makan siang di cafe papa aku. Papa aku buka cabang cafenya di kota ini. Aku harap kamu datang ya?" ucap seorang siswi perempuan temannya Rachel. Rindi teman Rachel di sekolah, Rindi kakak kelas Rachel.
"Iya kakak, nanti aku pasti akan datang. Bolehkan aku ajak temen yang lain kak?" seru Rachel.
"Boleh dong" sahut Rindi.
Jam sudah menunjukan jam dua siang. Berarti jam seluruh pelajaran berakhir. Seluruh siswa dan siswi akan pulang kerumah masing - masing.
Rachel dan teman - temannya akan pergi ke cafe milik orang tua Rindi. Mereka pergi menaiki mobil milik Rachel. Di perjalanan Rachel tampak sibuk menghubungi mamanya. Tapi, ponsel mamanya tidak aktif. "Ponsel mama gak aktif" gumamnya.
Ia mencoba terus. Dan akhirnya Rachel menelpon kerumah. Ia ingin menanyakan kabar mamanya.
"Hallo bik, mamanya ada?" tanya Rachel ke bibik.
"Maaf Non, Nyonya Rani tidak ada dirumah. Dari pagi tadi Nyonya Rani sudah pergi Non "jawab sang bibik.
"Kemana mama bik? kok gak ngabarin aku?" Rachel heran, kenapa mamanya pergi tidak bilang kepadanya. Padahal mamanya lagi sakit.
"Nyonya Rani gak bilang ke saya Non"
"Ya sudah bik. Bibik Rachel pulangnya mungkin agak sorean ya? Rachel ada undangan sama teman teman. Kalau mama pulang tolong sampaikan ya Bik?" seru Rachel.
__ADS_1
"Baik Non."
Rachel memutus panggilannya. "Mama kemana ya?" batinnya.
Sampailah mereka di cafe milik papanya kak Rindi. Rachel dan teman temannya masih berada di parkiran cafe. Mereka semua belum mau masuk dulu tanpa adanya kakak Rindi.
Sementara itu di dalam cafe, di sebuah ruangan, seorang anak gadis mengamuk dan menangis. Ia sangat marah kepada papanya. Kenapa papanya membawa selingkuhannya ke acara peresmian cafenya. Kenapa tidak mama nya yang dibawa.
"Kenapa papa membawa jalang itu?!!" teriak Rindi. Ia sangat tidak suka dengan wanita yang ada di samping papanya itu.
"Jangan teriak teriak kamu. Dia itu calon mama kamu?!!" seru sang papa dengan suara yang tinggi.
"Gak sudi aku punya mama wanita jalang seperti dia?!!" Rindi sangat jijik melihatnya.
"Suka tidak suka. Kau harus menerimanya!!" tegas sang papa lagi.
"Lebih baik aku tidak punya seorang papa. Kalau papa masih bersama wanita itu. Aku akan pergi dari rumah. Aku sudi punya papa seperti anda!!!"
Sementara Wanita yang dibenci itu hanya tersenyum sini ke arah Rindi. Sudah lama juga ia tidak menyukai anak dari pacarnya itu. Kalian tahu siapa wanita itu? Wanita itu adalah Rani dan papa dari Rindi adalah Toni.
Rindi meninggalkan ruangan itu dengan emosi yang memuncak. Keluar dengan membanting pintu.
Bbrraakkk....
"Sayang...jangan keras sama anak?" ucap Rani berpura - pura lembut. Padahal di dalam hatinya ia bersorak ria.
"Anak itu semangkin kurang ajar!!"
Rachel dan teman temannya masih berada di parkiran. Rachel menghubungi Rindi melalui ponselnya. Tapi, tidak dijawab oleh Rindi.
Ketika ingin menghubungi lagi. Rindi keluar dari cafe tersebut.
"Kak Rindi?" teriak Rachel. Rachel melihat Rindi keluar dari cafenya sedang menangis.
"Kakak kenapa?"
Rindi langsung memeluk Rachel. Tangisannya semakin pecah saja. "Maaf, sebaiknya kalian pulang saja" isak Rindi.
"Kenapa kak? Cerita sama aku" pinta Rachel.
__ADS_1
Rachel mengerti Rindi pasti tidak nyaman ada teman - teman Rachel. Maka dari itu Rachel menyuruh supirnya untuk mengantar teman temannya pulang.
Dan sekarang tinggalah Rachel dan Rindi. Mereka duduk di sebuah bangku taman yang ada di seberang cafe itu. Rachel meminta kepada Rindi untuk menjelaskan kepadanya, kenapa ia menangis.
"Kakak bisa cerita sekarang. Kakak kenapa?" tanya Rachel lembut.
"Hiks...hiks...aku benci papa aku. Papa aku membawa selingkuhannya. Entah kenapa papa tidak bisa melepaskan wanita jalang itu?" lirihnya.
Rachel hanya diam mendengar curhatan Rindi. Masih belum membuka suaranya.
"Kau tau Rachel. Papa sudah sangat lama bersama wanita jalang itu. Wanita itu sudah mempunyai suami. Dan kau tahu Rachel ketika wanita itu hamil, papa sangat sayang dengannya. Aku gak tahu anak siapa itu. Tapi, yang aku tahu wanita itu sudah memiliki suami." isak Rindi.
Masih dengan diamnya, Rachel memeluk Rindi yang masih terisak. Rachel bingung harus berkata apa.
"Rachel, aku sangat membenci wanita jalang itu. Mudah mudahan saja anak yang dikandung wanita jalang itu, bukan anak papa. Aku gak mau punya saudara dari wanita jalang" ucap Rindi dipelukan Rachel.
Rindi melepas pelukan Rachel. Dan menunjukan seseorang yang di sebutnya wanita jalang itu. "Kau ingin tahu siapa wanita jalang itu?"
Rachel mengangguk pelan. "Dia orangnya?!" tunjuk Rindi.
Betapa syoknya Rachel, wanita yang ditunjuk itu adalah mamanya. Mamanya sedang berpelukan mesra dengan seorang pria yang mana itu adalah papanya Kakak Rindi. Dan Rachel juga ingat, foto yang dilihatnya di apartemen mamanya. Ternyata itu papanya Kak Rindi.
"Mama?" Rachel menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Aku sangat membenci wanita jalang itu!!"
Kata kata itu terngiang di benak Rachel. Kata yang diucapkan oleh Rindi. Mamanya di sebut wanita jalang. "Mama" batinnya. Air mata yang ditahannya akhirnya terjatuh juga.
bersambung....
Bagaimana...suka dengan part ini???
jangan lupa berikan
vote ....
like....
komen....
__ADS_1
hadiah....
terimakasih...😍😍😍😍😍😍