
Hubungan Mega dan Keindra seminggu ini berjalan dengan baik - baik saja. Tak ada yang mengganggu. Seminggu ini juga Keindra selalu memberi perhatiannya untuk Mega.
Mega sangat senang dan bahagia melihat dan merasakan perubahan Keindra.
*******
Begitu pun juga hubungan antara Rachel dan kekasihnya Ivan. Sejauh ini mereka baik baik saja. Namun sayang, Ivan tak tulus mencintai Rachel. Ia hanya membalaskan dendamnya. Ia dan adiknya Rindi begitu sakit melihat sang papa berselingkuh dengan seorang wanita. Wanita itu tak lain yaitu Mama nya Rachel. Rindi dan Ivan tak terima atas perbuatan sang papa, lebih memilih wanita ****** itu dibanding mama mereka. Sehingga membuat mama mereka mengalami depresi.
Ivan bertekad untuk membuat salah satu keluarga wanita ****** itu menderita seperti yang di alami sang mama. Rachel adalah orang yang sangat tepat untuk aksi pembalsan dendamnya. Rachel adalah anak kandung wanita ****** itu, walaupun sebenarnya Rachel juga sangat membenci mamanya.
*****
Seorang pria tampan pemimpin sebuah perusahaan cukup terkenal. Ia merintis usaha nya itu dari awal. Semenjak keluar dari rumah mewahnya, ia, adiknya dan mama nya pergi dari rumah itu. Pria itu tak ingin tinggal bersama selingkuhan sang papa.
Ivan adalah pria itu. Sekarang ini ia mempunyai perusahaan sendiri. Bahkan ia lebih sukses dari papanya. Ia mendengar dari orang suruhannya, bahwa sang papa bahagia bersama selingkuhannya.
Membuat Ivan emosi saja. Kenapa mereka bahagia. Melihat mereka bahagia, Ivan semangkin membenci Rachel. Ia akan membuat Rachel menderita. Hanya menunggu waktu saja.
*Ceklek....
Brakk*....
__ADS_1
Seorang wanita cantik dan seksi masuk kedalam ruangan yang di tempati Ivan. Wanita itu tanpa permisi langsung duduk di atas pangkuan Ivan. ******* bibir sang pria. Ivan pun tak menolaknya, malah ia membalas ciuman itu. Sampai keduanya kehabisan nafas.
"Sayang ....aku kangen banget sama kamu. Kemana aja sih?" tanya wanita itu dengan manjanya.
"Maaf ya...aku sibuk banget. Hari ini aku bebas, kamu mau kita kemana hmm..." seru Ivan sangat lembut dan sambil mengelus pipi sang kekasih. Kini Ivan bersama dengan wanita yang bersamanya kemarin itu. Wanita yang di bilang selingkuhannya, wanita yang di lihat oleh Rachel. Iya...wanita itulah kekasih Ivan yang sebenarnya, wanita itu bernama Sisil. Wanita yang sejak SMU di pacarinya.
"Sayang...aku mau, hari ini. Kita menghabiskan waktu berdua saja. Di suatu tempat yang romantis." bisik mesra Sisil. Keduanya biasa melakukan hubungan yang seharusnya di lakukan oleh suami dan istri. Namun, keduanya sering melakukannya. Tentu saja, tanpa sepengetahuan Rachel.
"Baiklah, kita ke Villa aku saja, yang berada di puncak." sahut Ivan sambil mengecup bibir sang kekasih.
"Terus...apa alasan kamu nanti kepada Rachel?" tanya Sisil. Ia tahu kalau Ivan dekat juga dengan Rachel.
"Ck. Gampang itu. Wanita bodoh itu gampang sekali di bodohi. Aku akan menghancurkannya sebentar lagi. Setelah itu aku akan menikahi kamu sayang." Ucap Ivan.
******
Rachel sangat merindukan kekasihnya Ivan. Karena kesibukan keduanya, mereka jarang bertemu. Rachel berencana menemui sang kekasih di kantornya. Ingin membawakan makanan untuk sang kekasih.
Dengan cepat Rachel menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk di butik miliknya. "Alhamdulillah....selesai juga." gumam Rachel, ia pun merenggangkan otot otot nya.
Merapikan meja kerjanya, dan bergegas menuju kantor sang kekasih. Ia sangat merindukan sang kekasih.
__ADS_1
Menaiki mobil mewah pemberian sang papa, hadiah ulang tahunnya. Rachel menuju Kantor sang kekasih. Singgah sebentar membelikan makanan untuk Ivan, makanan kesukaan Ivan.
Sampailah Rachel di Kantornya Ivan, ia memarkirkan Mobilnya di parkiran khusu petinggi perusahaan. Ia selalu memarkirkan mobilnya di tempat itu. Security yang berjaga pun paham, siapa yang datang. Kekasih sang CEO mereka. Rachel sangat ramah sekali dengan para karyawan karyawan kekasihnya.
Tanpa permisi terlebih dulu ke receptionis, Rachel langsung menuju lift CEO. Ia berjalan dengan anggun ke ruangan sang kekasih.
******
Ivan dan Sisil baru menyelesaikan pertempuran nya. Sungguh sangat melelahkan sekaligus nikmat. Ivan sungguh menganggumi tubuh sang kekasih. Begitu membuat candu.
"Kau begitu nikmat sayang..." bisik Ivan mesra.
"Harus sayang, kalau tidak kau akan meninggalkan ku." seru nya.
"Tidak akan pernah sayang. Hanya kau cintaku."
Keduanya saling ******* kembali. Tengah asyik bermesraan. Seseorang memasuki ruangan Ivan. Ivan dapat mendengarnya, ia bangun dari ranjangnya dan mengenakan pakaiannya. Ivan meninggalkan Sisil di kamar.
Ceklek...
"Hai...sayang...." seru Rachel.
__ADS_1
Ivan menelan Saliva nya kasar.
Bersambung.......