Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
CSSD Season 2


__ADS_3

Setelah kepergian Rani dari rumah besar milik Rachel dan Rio. Rani sekarang harus tinggal di apartemen miliknya dengan kekasihnya. Rani masih memikirkan apa yang sebenarnya telah terjadi. Kenapa putrinya mengusir dirinya. Apa rencana berpura - pura sakit tidak ampuh. Apalagi yang harus di buatnya. Cuma itu yang ada dalam pikirannya.


Pagi ini Rani akan mendatangi penthouse milik mantan suaminya. Ia ingin menanyakan kepada Rachel, kenapa dirinya di usir dari rumah.


Sampailah Rani di basment parkir Apartemen Rio. Ia berjalan menaiki lift menuju Penthouse milik mantan suaminya.


Alya, Rio dan Rachel lagi menikmati sarapan pagi mereka. Alya sangat pintar memasak. Rachel selalu memuji masakannya.


"Masakan mama Alya memang mantap!" ucap Rachel mengacukan jempolnya.


Alya tersenyum manis. "Pasti dong sayang"


Rio melihat interaksi kedua wanita yang sangat ia cintai itu sangat bahagia. Akhirnya Rachel mau menerima Alya sebagai mamanya. Dan Rio juga bersyukur Rachel mengetahui kelakuan Mama Raninya tanpa ia harus repot - repot menjelaskannya.


"Rachel, kamu gak masuk sekolah?" tanya Rio.


"Pa...boleh gak Rachel libur seminggu sekolahnya?" pinta Rachel ragu - ragu.


Rio melihat Alya, ia minta persetujuan istrinya. Alya menganggukan kepala, ia ingin suaminya memberi izin kalau Rachel libur seminggu.


"Baiklah sayang, nanti papa izin sama kepala sekolah kamu. Bahwasannya anak papa yang cantik ini, untuk sementara akan libur dulu" ucap Rio. Sangat gampang meminta izin ke sekolahan Rachel, di karenakan Sekolah itu milik keluarganya. Lebih tepat milik opanya.


Mereka bertiga menikmati sarapan pagi dengan hangat dan tenang, sesekali di selingi canda tawa. Rachel anak perempuan Rio kini sudah mulai tenang, tidak lagi menangis.


Suara bel pintu berbunyi.

__ADS_1


Ting ... tong...ting...tong...


"Siapa sih pagi - pagi datang. Mengganggu sarapan orang saja!" ketus Rio.


"Mungkin tamu penting mas" seru Alya sang istri. Alya bangkit dari duduknya ingin membukakan pintu.


Ceklek....


"Mana Rachel?!!" ucap Rani tiba - tiba masuk kedalam.


Alya hanya terpaku melihat Rani masuk begitu saja dan berteriak memanggil Rachel.


"Rachel!!!" teriak Rani.


Rachel dan Rio sangat terkejut mendengar teriakan dari ruang tamu. Mereka tahu suara siapa itu. "Pa, itu mama pa!" seru Rachel geram.


"Apa mau kamu?!!" bentak Rio.


"Mas! Aku ingin bertemu dengan Rachel!" bentak Rani.


"Ck. Wanita gak tahu malu!" ucap Rio geram.


"Mbak Rani tenang dulu mbak" ucap Alya lembut dan menenangkan Rani.


"Diam kau!! Ini semua gara - gara kau!!" bentak Rani kepada Alya.

__ADS_1


"Cukup Rani. Berani sekali kau membentak istriku!" ucap Rio marah.


"Kenapa?! Benarkan gara - gara dia kita berpisah mas!" ucap Rani tak tau malu.


"Ck. Kau memang wanita tak tahu malu. Kita berpisah itu semua gara - gara ulah kamu! Wanita jalang!" ucap Rio kasar. Ia sudah tak bisa menahan emosinya lagi.


Rani tak bisa berkata apa - apa lagi. Ia tidak mau Rio membuka aibnya. Karena takut Rachel akan mendengarnya.


"Mas. Aku ingin mempertahankan pernikahan kita. Tapi, wanita ini terus menggoda kamu kan mas" Rani terus saja menuduh Alya.


"Wanita gila!! Aku mencintai wanita yang kau tuduh ini. Ia jauh lebih baik dari kau. Bahkan sangat baik!!" ucap Rio sambil memeluk Alya yang sudah menangis terisak. Hatinya sakit dituduh wanita perusak rumah tangga orang.


"Hah!! Terserah!! Sekarang, mana putriku, mana Rachel?!!" tanya Rani marah.


"Untuk apa kau mencari Rachel?!" bentak Rio.


Rachel yang masih duduk di ruang makan mendengarkan mama Raninya sedari tadi terus saja menuduh mama Alya. Rachel tidak terima, ia pun bangkit dari duduknya dan menuju tempat keributan.


"Untuk apa lagi Anda ke sini?!!" tanya Rachel ketus.


"Sayang...mama merindukan kamu nak?" ucap Rani lembut. Dan ingin memeluk putrinya.


"Stop!! Jangan sentuh saya!!! Sebaiknya Anda pergi dari sini. Dan jangan lagi Anda menuduh Mama Alya saya. Karena Anda sendirilah yang pembohong!!!" teriak Rachel ke Rani. Ia sudah sangat membenci mama kandungnya itu.


"Sayang....Apa maksud kamu Nak?" tanya Rani bingung.

__ADS_1


"Sudah cukup! Sebaiknya Anda pergi dari sini!!" usir Rachel.


bersambung.....


__ADS_2