Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Menjadi Duda


__ADS_3

Berakhir sudah kisah cinta Reza dan Alya. Walaupun ada rasa sakit di hati yang dirasakan oleh Reza. Ia berpikir, kenapa Alya tidak bisa bersabar bersamanya. Mungkin sebentar lagi Reza bisa membuat Alya jatuh cinta kepadanya. Namun takdir berkata lain. Takdir lebih memilih mengakhiri kisah mereka. Reza berharap suatu hari nanti Ia akan di persatukan oleh Alya. Wanita pertama yang bisa membuat Reza jatuh cinta. Reza yang selama ini yang selalu berganti - ganti pasangan, namun setelah bertemu dengan Alya. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Walaupun usia mereka terpaut tiga tahun. Yang mana lebih tua Alya. Tapi itu semua tidak masalah untuk Reza. Bukankah cinta tidak pandang usia. Tapi takdir berkata lain, mereka tidak bisa bersatu. Semoga Reza menemukan cinta sejatinya.


Di sebuah gedung atau lebih tepatnya di sebuah Kantot Pengadilan Agama. Sebuah sidang perceraian yang dilaksanakan siang ini sedang berlangsung. Perceraian antara Rio dan Rani. Sidang ini adalah sidang terakhir mereka. Sidang keputusan. Berbagai macam mediasi telah di lakukan. Tapi, Rio bersikukuh untuk bercerai dengan Rani. Sudah tak ada lagi cinta untuk Rani. Walaupun Rani memohon untuk tidak berpisah demi Rachel putri mereka. Rio tetap tidak mau. Biarlah Rachel menjadi urusannya. Biarlah ia yang akan menjelaskan kepadanya, kenapa orangtuanya berpisah.


"Mas, tidak bisakah kau memberiku satu kesempatan lagi?" pinta Rani memohon kepada Rio.


"Keputusan aku sudah bulat. Kau bisa berkarir sesuai keinginanmu. Kau bisa bebas." sahut Rio tegas.


"Demi putri kita mas. Demi Rachel, batalkan perceraian ini." Mohon Rani lagi.


"Cukup Rani! Rachel pasti akan mengerti. Aku yang akan menjelaskannya. Dan, kau boleh kapan saja menemui Rachel. Karena dia putrimu. Tapi, aku mohon jangan ganggu kehidupan aku." ucap Rio memohon ke Rani sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Mas, aku mohon. Aku akan meninggalkan semua impian aku. Aku akan menjadi istri yang baik untukmu dan menjadi ibu yang baik untuk Rachel mas." ucap Rani. Rani tidak ingin berpisah dari Rio. Sebenarnya sakit, air mata yang tertahan akhirnya terjatuh juga. "Ms, hikss..."

__ADS_1


"Rani, sudah terlambat. Maaf.?" Rio pun meninggalkan Rani dan menuju ruangan sidang. Sidang akan segera di langsungkan.


Sidang perceraian pun berlangsung. Keduanya telah duduk bersama di hadapan hakim. Hakim membaca keputusannya. Dan hakim pun telah menyetujui permohonan perceraian Rio. Dan akhirnya mereka Resmi Bercerai.


Ada perasaan lega yang dirasakan oleh Rio. Ia sudah bercerai dengan Rani. Dia akan melanjutkan hidupnya. Pikirannya sekarang tertuju kepada satu nama yaitu Alya. Wanita yang sangat dirindukannya. Tapi, mengingat kejadian di cafe waktu itu. Rio kecewa dengan Alya. Rio berpikir Alya sudah melupakannya. Dan sudah menerima Reza sepenuhnya.


Rio menghela nafas pelan. Haruskah dia berjuang lagi untuk mendapatkan hati Alya lagi. Rasa cintanya untuk Alya masih sangat besar. Bahkan semakin bertambah.


Hari ini urusan kantor ia serahkan ke asisten pribadinya yaitu Morgan. Morgan selalu bisa diandalkan.


Sampailah Rio dinparkiran kampus. Ia memarkirkan mobil mewahnya di parkiran khusus Rektor dan dosen. Rio pun turun dari mobilnya. Setelah menutup pintu mobil, ia melihat sebuah mobil berwarna Silver terparkir rapi di samping mobil Rio. Mobil tersebut adalah mobil Alya, wanita pujaan hatinya.


Terbesit seulas senyuman di bibir Rio. "Sayangku, argh...mas sangat merindukan kamu." gumamnya sambil terkekeh.

__ADS_1


Rio berjalan dengan gagahnya menuju ruangannya. Semua mata mahasiswi tertuju kepadanya. Melihat sesosok pria tampan yang membuat mata tak ingin berkedip.


Begitu juga sepasang mata indah milik wanita cantik yang berprofesi sebagai dosen dikampus itu. Alya, wanita itu matanya tak berkedip melihat pria yang sedang berjalan itu. Pria yang sangat ia ingin peluk dan mengatakan Aku Sangat Merindukan Kamu.


Rio menghentikan langkahnya tepat di hadapan Alya. Sejenak ia memandangi wajah cantik itu. Sangat nyaman sekali. Pandangan mereka saling mengunci. Mata mereka menunjukan kerinduan yang amat sangat besar.


"Hai," sapa Rio.


"Mas".


bersambung....


Satu bab lagi aku up. Insyallah siang nanti aku up lagi. jangan lupa ksh vote kalian dan hadiahnya. terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2