Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
CSSD Season 2


__ADS_3

Kembali ke rumah masing - masing. Semuanya telah bersiap - siap. Sore di Minggu pagi ini seluruh keluarga akan kembali. Tidak untuk seorang laki - laki bernama Keindra, waktu cepat berlalu. Keindra masih ingin bermain dengan Rachel anak tiri dari kakaknya Alya. Keindra menyukai gadis yang bernama Rachel itu. Menurutnya Rachel adalah gadis yang baik, lembut dan perhatian.


Ketika Keindra nanti sukses ia berjanji akan melamar Rachel menjadi istrinya. Sekarang ini Keindra masih bersekolah di SMP yang sama dengan Rachel, hanya beda kelas saja. Keindra kelas 3 dan Rachel masih kelas 1.


Kei, selalu mencuri - curi pandang dengan Rachel. Melihat senyuman Rachel rasanya nyaman banget. "hah...Rachel" gumam Keindra melamunkan Rachel. Lagi asyik melamunkan sang pujaan hati ada seorang makhluk kecil yang selalu mengganggunya. Makhluk itu selalu saja mengikutinya. Siapa lagi kalau buka Mega. Anak dari mami Silvi. Keindra memanggil ibu dari makhluk itu mami.


"Kakak....." teriak Mega dengan suaranya yang cempreng itu.


Keindra memutar bola matanya malas. Sungguh mengganggu kesenangan saja.


"Kakak, aku satu mobil sama kakak ya?" ucap gadis kecil itu degan manjanya.


"Ogah gue!!" jawab Kei ketus.

__ADS_1


Mega mengkrucutkan bibirnya. "Kakak...boleh ya kak?" mohon Mega.


"Gak!!" jawab Kei ketus dan meninggalkan Mega sendirian.


"Kakak!!!!."


"Dasar bocil resek."


Mega sangat senang bisa semobil dengan Kei. Gadis kecil yang selalu usil. Tidak dengan Keindra. Wajahnya ditekuknya. Ia sangat tidak suka dengan bocah kecil tersebut. Sangat kecentilan menurutnya.


"Kak Kei. Mega seneng deh, bisa satu mobil dengan kakak" ucap Mega seimut mungkin.


Keindra membuang wajahnya ke samping dan menatap keluar dari jendela mobil. Ia tak memperdulikan Mega yang sedari tadi mengoceh. Bahkan Keindra memasang headset di telingannya, mendengarkan musik sekencang kencangnya agar ia tidak mendengar suara cempreng bocah cilik itu.

__ADS_1


Karena terlalu lelah mengoceh, si gadis kecil itu terlelap dengan kepalanya di letakannya di bahu Keindra. Keindra menggeser Kepala Mega dengan kasar. Tapi gadis kecil itu tidak terganggu.


"Pi, cepetan dong bawa mobilnya. Gerah banget Kei didalam mobil!" ketus Kei. Reyhan memang membawa mobilnya sendiri tanpa supir.


"Mau kita ketabrak?! Kalau mau biar papi ngebut nih?!" ucap Reyhan tak kalah ketusnya.


Keindra memasang wajah cemberut. Sepanjang jalan ia hanya diam saja. Tanpa menoleh ke arah Mega tertidur.


Dengan perjalanan yang sangat melelahkan dan sampai malam hari akhirnya sampailah mereka di rumah mereka. Karena Mega tertidur, akhirnya Mega dibawa ke rumah Reyhan dan Laras. Keindra menghela nafas kasar. Ia disuruh papinya untuk menggendong Mega dan membawanya ke kamar tamu. Awalnya Keindra tak mau. Namun dengan tatapan yang sangat tajam yang diberikan papi Reyhan akhirnya Keindra menurut saja. Ia membawa Mega ke kamar tamu, dan merebahkan gadia centil itu di atas ranjang. Dan setelah itu Kei, masuk ke kamarnya.


Sungguh sangat melelahkan, ingin satu mobil dengan Rachel, keinginannya tak tercapai, malah satu mobil dengan gadis kecil yang centil itu. Tanpa mengganti pakaiannya Keindra memejamkan matanya. Dan terlelap dengan pulasnya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2