Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Kecewa


__ADS_3

Rio semakin mendekatkan wajahnya. Ketika bibir mereka akan bersentuhan. Tiba - tiba ada yang mengetuk.


Tok...tok...tok....


Rio mengumpat kasar. "Sial. Mengganggu saja."


Alya menahan nafasnya sedari tadi ketika Rektor ganteng itu ingin menciumnya. Entah merasa harus bersyukur atau tidak. Rektor itu tidak menjadi menciumnya. Alya membuang nafas kasar. Akhirnya ia bisa bernafas dengan lega.


Seseorang yang tadi mengetuk pintu adalah cleaning service kampus. Ia ingin membersihkan ruangan.


"Maaf pak. Apa ruangannya ingin di beesihkan?." tanya orang itu.


"Tidak usah. Ruangannya masih sangat bersih." jawab Rio.


Cleaning Service itu pun pergi meninggalkan ruangan itu.


Rio kembali duduk di samping Alya. "Apa masih sakit lutut kamu?" tanya Rio lembut.


"Udah mendingan Pak." jawab Alya.


Mereka berdua saling tatap lagi. Begitu dalam tatapan mereka. Seakan - akan mereka memberi banyak kekuatan di mata mereka.


"Pak Rio...boleh saya keluar dari ruang Pak Rio?." ucap Alya memecah keheningan.


Rio mengalihkan pandangannya dari wajah Alya. "Hmm...baiklah Nona. Mungkin nanti bisahkah kita makan siang bersama?." tawar Rio.


"Boleh Pak." jawab Alya gugup dan senang. Rektor gantengnya mengajak dirinya makan siang bersama.


Rio membantu Alya berdiri dari sofa. Mengantarkan Alya sampai pintu. Dan membukakan pintu untuk Alya.


"Sampai ketemu nanti siang Nona." Ucap Rio tersenyum.


Alya pun mebalas dengan anggukan dan senyuman.


*******


Waktu makan siang pun tiba. Alya ingin bersiap - siap untuk pergi makan siang bersama Rio sang Rektor. Ponsel Alya bergetar, ada notifikasi sebuah pesan dari nomor yang tak di kenal.


💌 Hai...Nona kamu langsung saja ke cafe seberang kampus. Kita makan siang disana. Saya sudah pesan tempat disana.


From Rio.


Alya tersenyum membacanya. Pesan masuk ternyata dari sang Rektor untuk menyuruhnya ke cafe seberang kampus. Mereka akan makan siang bersama.


Alya bergegas ke kafe.


Sampai cafe Alya. Pelayan cafe menyapa Alya. "Silahkan nona."


"Terimakasih. Atas nama Pak Rio." tanya Alya.


"Mari ikut saya Nona." ajak sang pelayan.

__ADS_1


Alya mengikuti pelayan tersebut. Pelayan itu membawa Alya keruangan VIP di cafe itu. Tempatnya sangat nyaman. Sehingga Alya tidak akan bosan menunggu sang Rektor.


Pelayan pun berpamitan. Alya duduk dengan anggun di sofa yang begitu empuk. Selagi menunggu kedatangan sang Rektor. Alya memainkan ponselnya.


Sudah tiga puluh menit Alya menunggu. Makanan pun sudah terhidang di atas meja. Tapi sang Rektor belum menampakkan batang hidungnya.


Alya pun sabar menunggu. Alya belum mau makan sebelum Rio datang. Satu jam sudah, Rio juga belum datang. Akhirnya Alya makan sendirian. Ia sedikit kecewa ternyata Rio tak memberinya kabar kenapa tidak datang.


Alya telah selesai menyantap semua hidangannya. Ia pun pergi dari cafe tersebut. Alya langsung pulang saja kerumah. Karena tidak ada lagi kelas.


*******


Sementara itu Rio. Sedang disibukan dengan pekerjaan kantornya dan ia juga mendapat kabar bahwa Rachel anaknya. Sakit, Rachel tiba - tiba demam. Rani sang istri membawanya kerumah sakit. Rio pun menuju ke sana.


"Sayang kamu kenapa?" tanya sang papa kepada anaknya.


"Rachel gak papa Pa." jawab Rachel.


Rani yang berada di ruangan rawat Rachel tak di pedulikan oleh Rio. Rani sedih, suaminya mengacuhkannya.


"Mas, Rachel hanya demam. Mas sudah makan siang?." tanya Rani lembut.


Rio tak menggubris pertanyaan Rani. Rio sudah benar - benar kecewa dengan istrinya itu. Rani telah selingkuh di belakangnya.


Rio akan membalasnya. Ia akan membuat Rani merasakan menyesal telah menduakan cintanya. Rio bertahan hanya karena Rachel putrinya. Rachel sangat menyayangi mamanya.


"Papa? Mama kan nanyak papa, udah makan sianh belum?." tanya Rachel. Rachel merasa hubungan kedua orang tuanya akhir - akhir ini sangat berjauhan. Papanya selalu cuekin mamanya.


"Iya sayang. Papa belum makan siang. Nanti kita makan siang bersam ya?. Papa dan Rachel." ucap Rio tanpa menyebut nama istrinya.


"Tadi, kata mama kamu, ia udah makan." ucap Rio sambil melirik Rani.


Rani mendengar ucapan Rio hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Itu tandanya ia menjawab iya.


*********


Dirumah Alya.


Alya kelihatan sangat lesu. Ia pulang kerumah tidak bersemangat. "Assalmualaikum...Mami. Alya pulang." ucapnya lesu.


"Walaikumsalm sayang...Kok lesu banget sih kamu sayang?." tanya Laras kepada putrinya.


"Iya Mi. Alya capek." jawabnya bohong. Padahal Alya kecewa karena gagal makan siang bersama Rektornya.


"Kamu, udah makan siang sayang?." tanya Mami Laras.


"Uda mi. Alya kekamar ya mi. Alya mau istirahat."


Alya pun mengangguk. Kenapa dengan putrinya itu.


Dikamar Alya membaringkan tubuhnya di ranjang tanpa menganti pakaian terlebih dahulu. "Huh...Rektor tukang bohong. Janji makan siang. Eh...dianya gak datang. Dasar." Gumam Alya.

__ADS_1


Dipandanginya ponselnya. Ingin rasanya ia menghubungi sang Rektor. Tapi ia gengsi. Alya menarok ponselnya di atas meja nakas. Ia memejamkan matanya dan Alya pun tertidur.


Menjelang sore Alya terbangun dari tidurnya. Pertama sekali yang di lakukannya adalah melihat ponselnya. Kecewa rasanya, belum juga ada kabar dari Rio.


Alya menghembuskan nafasnya. Ia pun ingin menyegarkan tubuhnya dan ia pun mandi. Alya selesai mandi ia mengenakan pakaian rumahan. Ketika ingin keluar dari kamarnya. Ia mendengar ponselnya bergetar pertanda ada notifikasi pesan.


💌 Assalamualaikum...Nona. Maaf tadi saya tidak menepati janji saya. Saya tadi lagi sibuk di kantor. Dan maaf baru sekarang saya menghubungi kamu.


From Rektor Ganteng.


Alya tidak membalasnya. Alya meletakan ponselnya lagi di atas meja riasnya. Alya pun turun kelantai bawah untuk menghampiri mami dan papinya.


"Mi. Adek mana mi?" tanya Alya.


"Adek kamu, tadi katanya pergi belajar kelompok tempat temannya." jawab mami Laras.


"Terus papi mana?"


"Papi kamu di ruang kerjanya."


"Mami lagi apa sih?."


"Mami mau buat kue. Adik kamu tadi nelpon. Dia minta dibutin kue coklat."


"Manja banget tuh bocah."


"Emang gitu sih Kei."


"Alya ketaman belakang dulu ya mi." ucapnya sambil mencium pipi sang mami.


Malam hari pun tiba. Keluarga Reyhan telah berkumpul di meja makan. Mereka akan menikmati makan malam bersama.


Terdengar suara seseorang datang bertamu.


"Maaf nyonya, tuan. Tuan Rio datang." ucap si bibik asisten rumah tangga.


"Pak Rio? Suruh gabung kemari bi." pinta Reyhan.


Alya kaget mendengar ucapan bibi. Rio datang kerumahnya. Ada apa?.


"Selamat malam Tuan Rey. Nyonya Laras." sapa Rio.


"Ah...mari Pak Rio. Sungguh kebetulan sekali. Kami lagi ingin makan malam. Mari sekalian saja Pak Rio makan bersama kami." tawar Reyhan.


"Termakasih Tuan Rey. Dengan senang hati." jawabnya.


Rio pun duduk di sebelah Alya. Mereka sangat dekat. Tanpa sepengetahuan Rey dan Laras. Rio membisikan sesuatu kepada Alya.


"Maafkan saya Nona." bisik Rio.


Alya melihat kearah Rio. Ia hanya menganggukan kepalanya. Tanpa Alya sadari, Rio menggenggam tangan Alya.

__ADS_1


Alya ingin menariknya. Tapi Rio menahannya.


Mereka semua menikmati makan malam dengan hangat.


__ADS_2