
ππππCeritanya masih Flasback ya tentang masa lalu Rani.....
πππππππππ
*********
Rani begitu takut tentang kegugurannya. Apa yang harus di katakannya kepada Rio.
"Apa yang harus aku katakan sama mas Rio?" ucapnya panik.
Rani harus berkata jujur sama Rio. Bahwasannya dirinya keguguran. Rani pun menghubungi suaminya.
Drrrtt....
"Mas Rio...hiks...hiks...mas...." Rani berpura - pura sesih.
"Sayang...kamu kenapa?" tanya Rio khawatir mendengar istrinya menangis.
"Mas...ak...aku...aku keguguran mas...hiks.."
Deg...
Rio mendengarnya seperti tersambar petir. "Kenapa!! Kenapa bisa?!" teriak Rio. "Sudah aku katakan kau jangan pergi!!!" teriak Rio lagi.
Tak mau berkepanjangan Rani memutus panggilan telponnya.
Tut...tut....tut...
"Rani....!!!!"
Rio membanting ponselnya kelantai. "Arrgghh...."
Rio mengharapkan seorang anak. Tapi, istrinya tidak bisa menjaganya.
__ADS_1
Sebulan lebih Rani berada di Paris bersama kekasih sekaligus produsernya. Dan tiap malamnya Rani melakukan hubungan intim bersama pria yang sudah beristri itu. Toni seorang suami dan ayah. Bagi Rani itu tak masalah yang terpenting baginya adalah karirnya.
Tepat dua bulan kepergian Rani. Hari ini ia akan kembali ke Indonesia. Pulang kerumah suaminya. Ia menyiapkan dirinya untuk menghadapi kemarahan Rio.
Sampailah Rani di depan super mewah itu. Menarik nafas dalam - dalam dan membuangnya perlahan. Dengan langkah anggunnya ia memasuki rumah suaminya.
Rio tahu hari ini istrinya akan pulang. Hari ini Rio sengaja tidak ke kantor untuk menunggu Rani. Duduk santai di sofa kamarnya menunggu sang istri. Ingin rasanya ia marah dan melarang istrinya untuk tidak bekerja.
Langkah kaki terdengar dari balik pintu kamar. Dan pintu terbuka.
Ceklek....
"Sudah pulang?!" tanya Rio dingin.
"Ma..mas?!" lirih Rani. Dengan cepat Rani berjalan menuju Rio dan bersujud di hadapan Rio. Menangis tersedu - sedu.
"Maafkan aku mas...hiks...hiks...hiks...aku tidak bisa menjaga anak kita degan baik" isak Rani tersedu sambil bersujud di bawah kaki Rio.
Rio tidak bergeming sedikit pun. Hanya di pandanginnya istrinya menangis. Ada rasa iba yang dirasakannya. Kasihan melihat sang istri yang menangis.
"Hiks...maaf, aku masih ada kontrak mas. Gak bisa meninggalkan begitu saja, hiks...hiks..." seru Rani masih dengan tangisannya. Rani terus saja mencari alasan agar suaminya tidak marah.
"Ck. Apa harta yang aku miliki masih kurang banyak. Sehingga kau masih saja dengan cita - cita mu itu?!" tanya Rio masih dengan wajah yang datar.
Rani diam sesaat. Masih memikirkan apalagi yang harus dikatakannya. "Mas...aku tau kau sangat kaya raya. Tap kau juga masih ingatkan dengan janji pernikahan kita. Aku ingin berkarir. Menghasilkan uang sendiri" lirih Rani.
"Tapi...kau tidak bisa menjaga anakku!!!" bentak Rio. Emosinya tidak bisa terbendung lagi. "Kau tau...aku sangat menginginkan seorang anak!!!" bentak Rio lagi.
Pernikahan Rani dan Rio sudah satu tahun lamanya. Karena Rani masih terikat kontrak pekerjaannya mereka menunda kehamilan. Ketika sudah kontrak habis. Mereka program hamil. Dan tepat satu tahun pernikahan mereka Rani hamil. Betapa senangnya Rio, akhirnya yang di nanti - nanti datang juga. Namun sayang kehamilan Rani hanya bertahan sebulan saja.
"Maafkan aku mas. Aku ingin punya anak lagi sama kamu mas. Maafkan aku..." lirihnya sambil bersujud.
Karena rasa cintanya kepada Rani begitu besar. Rio memaafkan Rani. Dan Rio menginginkan Rani tidak bekerja dulu selama tiga bulan untuk program kehamilannya. Tidak bekerja, tapi masih juga bertemu dengan kekasihnya dan sering melakukang hubungan terlarang.
__ADS_1
*********
Tiga bulan berlalu. Allah masih memberi kesempatan untuk Rani mengandung seoranga anak. Mendengar kehamilan Rani, Rio sangat bahagia. Begitu protektifnya Rio menjaga Rani. Tidak boleh melakukan apa pun. Hidup seperti Ratu.
Kehamilan Rani sudah menginjak empat bulan. Rio sudah tidak sabar untuk menunggu kehadiran sang buah hati.
Suatu sore. Rani janji bertemu dengan kekasihnya Toni di sebuah hotel berbintang. Rani menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun ketika di lampu merah ia bertemu dengan Rio suaminya. Lebih tepatnya Rio yang melihat Rani. "Mau kemana dia?" gumam Rio. Dengan penasarannya Rio mengikuti Rani sampai tujuannya. Berhenti di sebuah hotel mewah. Rio berpikir. Ngapain Rani ke hotel. Ingin bertemu dengan siapa dia.
Rio hanya menunggu di mobil saja. Cukup lama Rio menunggu Rani. Sudah hampir satu jam setengah Rio menunggu di dalam mobil. Namun Rani tidak kunjung keluar.
Karena banyaknya pekerjaan yang harus di selesaikan. Akhirnya Rio meninggalkan tempat itu. Dan menuju ke kantornya. Sementara Rani di dalam hotel, ia lagi memadu kasih dengan kekasihnya dalam keadaan hamil empat bulan. (Memang perempuan tak ada alhlak. Jangan - jangan anak yang di kandungnya bukan anak Rio) "Kau sangat luar biasa sayang, walaupun kau sedang mengandung. Tapi kau sangat hebat" ucap Toni kepada Rani setelah menyelesaikan kegiatan panas mereka.
"hmm..."jawab Rani dengan kelelahannya.
"Sayang...apakah anak dalam kandungan kamu ini anak aku?" tanya Toni.
"Entahlah...aku tidak tahu..selama aku program hamil dengn suamiku. Kita juga masih berhubungan bukan?" jawab Rani. Ia juga tidak sepenuhnya yakin anak yang ia kandung anaknya Rio. Tapi ntahlah.
"Kalau anak ini anakku. Aku siap bertanggung jawab sayang" seru Toni. Ia memang menginginkan anak berjenis kelamin perempuan.
Rani hanya mengangkat bahunya saja. Menandakan tidak tahu. (Benar - benar wanita jalang ya sih Rani ini).
Berambung....
Gimana menurut kalian??
Like tembus 300 saya akan lanjutkan lagi ke bab selanjutnya.
vote....
like....
hadiahnya....
__ADS_1
komen....
Terimakasih....πππππππ