Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 47


__ADS_3

Amar merasa ketakutan. Pria itu bakalan ketahuan. Ia yang selalu meneror Mega, istri dari Keindra Putra Angkasa.


"Pak Dosen, apa kabar?" tanya Keindra santai.


Sementara Amar sudah ketakutan. "Kenapa anda gugup seperti itu?" ejek Keindra.


"Ti..tidak. An..anda mencari saya?" tanya nya gugup.


"Ya. Saya ingin memperingati Anda. Jangan pernah lagi meneror istri saya?!" seru Keindra dengan ucapan yang meninggi.


"Ma...maksud anda apa?" tanyanya.


"Hah...jangan berpura - pura tidak tahu Pak Dosen!" seru Keindra kesal.


"Saya tidak mengerti." sahut Amar berpura pura.


Keindra mendengus kesal. "Pak Dosen Amar yang terhormat. Anda masih ingin menjadi seorang Dosen Bukan? Kalau Iya, jaga sikap anda. Saya bisa membuat anda menjadi pengangguran sekarang." seru Keindra mengancam.


Amar semakin ketakutan saja. Kehilangan pekerjaan? Ia bersusah payah medapatkan pekerjaan ini. Menjadi Dosen di Kampus elit ini.


"Pak Dosen tidak ingin mengaku?" tanya Keindra sekali lagi.

__ADS_1


Amar menelan salivanya kasar. Terbongkar sudah perbuatannya. Mau tak mau ia harus megakuinya. "Ma...maafkan saya." Ucap Amar lirih.


"Ck. Akhirnya mengaku juga. Saya tidak ingin ribut disini. Saya hanya minta, tolong...jangan ganggu istri saya lagi. Jangan ganggu rumah tangga saya." Seru Keindra tegas.


Amar menundukan kepalanya. Ia sungguh sangat malu sekali. Merutuki kebodohannya. Karena cinta ia melakukan itu. "Maafkan saya Tuan...saya janji tidak akan berbuat seperti itu lagi." Amar menyesali perbuatannya.


"Baiklah...saya pegang ucapan anda itu. Kalau anda berbuat lagi. Jangan harap anda bisa menjadi Dosen di kampus itu lagi." Ucap Keindra tegas dan sedikit mengancam.


Amar menganggukan kepalanya dengan sungguh sungguh.


Karena urusan telah selesai. Keindra meninggalkan tempat itu dan meninggalkan Amar sendiri.


*****


Dirumah Sakit.


Ivan masih setia menemani Rachel. Kondisi Rachel sudah mulai membaik. Hanya butuh istirahat saja. Kondisi kehamilannya baik baik saja.


Ivan tak sedikit pun meninggalkan Rachel. Pria itu menatap wajah kekasihnya yang lagi berbaring lemah diatas brangkar nya. Ia mengelus pipi wanita itu dengan sayang. Terlalu banyak kesalahan yang telah ia berikan ke Rachel.


"Maafkan mas sayang...."bisik Ivan.

__ADS_1


Rachel masih berada dirumah sakit. Sudah dua hari ia berada disana. Hati Rachel masih sangat sakit dan kecewa dengan Ivan. Rachel juga masih belum mau berbicara dengan Ivan.


Sedangkan Ivan masih setia menemani Rachel dirumah sakit. Sudah dua hari Ivan tak masuk kantor, segala pekerjaan ia lakukan di rumah sakit.


Sedari tadi Rachel hanya mendiami Ivan. Di dalam ruang rawat Rachel tak ada suara dari mereka. Seluruh anggota keluarga telah pulang setelah mengujungi Rachel.


Ivan mencoba mengajak Rachel ngomong.


"Sayang...kamu pengen sesuatu? Biar mas belikan." Seru Ivan merayu.


Tak ada sahutan dari Rachel, ia membuang wajahnya kearah lain.


Ivan menghela nafasnya berat. "Kamu, marah sama mas ya? Maafkan mas sayang..." seru Ivan lirih.


"Maafin semua kesalahan mas sayang. Mas akan memperbaiki semuanya sayang. Mas janji, buat kamu selalu bahagia." Ivan sungguh - sungguh berucap.


Rachel mendengar ucapan Ivan terdengar begitu jujur dan tulus. Ingin rasanya Rachel memeluk Ivan. Tapi, egonya terlalu tinggi.


"Sayang...liat mas dong sini." rengek Ivan.


"Aku mau istirahat mas." ucapnya ketus.

__ADS_1


__ADS_2