Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 33


__ADS_3

"Papa Lihat kamu, murung terus. Wajah kamu juga kelihatannya pucat banget sayang. Cerita sama papa Nak. Kamu kenapa?" seru Papa Rio lembut.


Rachel mengembuskan nafasnya pelan. "Papa, Rachel bener gak papa kok. Cuma pengen lagi menyendiri saja." jelas Rachel.


"Apa, kamu lagi berantem sama Ivan?" tanya Papa Rio lagi.


Deg...


"Ng...ngak kok pa, aku sama mas Ivan baik - baik saja Pa. Hmm...cuma aku kangen aja sama dia. Mas Ivan lagi keluar kota Pa." ucap Rachel bohong.


"Bener? Tapi, sayang...papa merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan." Ucap Papa Rio lagi.


"Ih...papa gak percaya sama aku? Anak papa yang cantik ini, baik baik saja." ucap Rachel gemes. Ia memaksakan tersenyum.


"Ya sudah. Kalau gitu papa ke kamar ya? Ntar mama kamu cariin papa lagi. Mama kamu gak bisa tidur tanpa papa." ucap papa Rio terkekeh.


*****


Di kantor, Ivan marah - marah gak jelas. Setiap yang di kerjakan oleh para karyawannya selalu saja salah. Ivan menjadi pria yang dingin dan arogan. Tak ada kata ramah lagi.

__ADS_1


"Kenapa seperti ini laporan nya?!!" teriak Ivan dan mencampakan file yang ada di tangnnya.


"Saya mau, hari ini juga, kamu perbaiki semuanya. Dua jam waktu yang saya berikan!" ucapnya.


Karyawan itu sangat takut. CEO nya sekarang selalu marah - marah.


Setelah, karyawannya pergi dari ruangannya. Ivan menyandarkannya di atas sofa. Memijit dahinya, terasa sangat pusing sekali. Ia juga merasa mual setiap paginya.


Ivan tak tau kenapa, dokter mengatakan ia baik - baik saja. Sungguh pusing luar biasa. Ivan juga heran, kenapa ia menginginkan sesuatu makanan yang tak disukainya. Seperti megidam saja.


Ivan masih memejamkan matanya. Tiba tiba ia teringat akan Rachel, ia sangat merindukan wanita itu. Ivan bangkit dari duduknya. Mengambil kunci mobilnya dan dompet. Ia ingin menemui Rachel, walau hanya dari kejauhan saja.


Ivan menepikan mobilnya dipinggir jalan di depan Mansion papa Rachel. Menunggu Rachel keluar. Dengan sabar Ivan menunggu. Dua jam sudah Ivan menunggu. Akhirnya, penantiannya berbuah hasil, sebuah mobil keluar dari perkarangan Mansion. Ivan tahu kalau itu mobilnya Rachel. Ia mengikuti mobil itu.


Rachel berhenti di sebuah toko kue dan roti. Rachel sangat ingin makan yang manis - manis. Rachel memakirkan mobilnya di parkiran.


Ivan hanya memandang dari kejauhan saja. Ivan ingin sekali memeluk wanita pujaan hatinya itu. Karena tak puas hanya dari kejauhan saja. Ivan pun turun dari mobilnya. Tak lupa ia memakai masker dan topi. Agar rak ada yang mengenalinya.


Ivan masuk kedalam toko kue itu juga. Ivan bisa melihat Rachel dengan arah yang begitu dekat.

__ADS_1


Rachel sangat banyak membeli kue dan roti.


"Tumben mbak, banyak banget belinya?" tanya kasir di toko itu. Toko kue itu sering Rachel kunjungi bersama Ivan.


"Pacarnya mana mbak? Biasa nya selalu berdua." seru kasir itu lagi.


Rachel hanya membalas dengan senyuman saja. Dan ia pun segera membayarnya.


Ivan memandang sendu, Iya, mereka sering ke toko ini. Ivan melihat wajah sang kekasih sangat pucat.


Rachel telah selesai membeli kue dan roti. Ia pun melajukan mobilnya lagi. Dan Ivan masih mengikuti kemana wanitanya pergi. Lagi - lagi mobil Rachel berhenti. Kali ini Rachel berhenti di sebuah mini market.


Ivan lagi lagi mengikuti Rachel masuk kedalam. Melihat setiap gerak gerik wanitanya. Ia ingin tahu apa saja yang di beli wanitanya.


Rachel berhenti di Rak susu. Rachel membeli beberapa kotak susu ibu hamil dengan bermacam rasa. Ia ingin anak yang di kandungnya sehat.


Deg....


Jantung Ivan seperti mau berhenti. Kekasihnya membeli susu hamil. Ivan begitu kalut, pikirannya menuju suatu hal. Apakah kekasihnya itu....Ya Tuhan. Begitu kejamnya dirinya.

__ADS_1


__ADS_2