
Kedua insan manusia berbeda jenis kelamin itu saling pandang. Wajah cantik Rindi selalu tersenyum dengan manis. Apalagi yang disenyumi seorang pria yang sangat tampan.
Begitupun Jimmy, pria itu juga begitu terpesona oleh kecantikan Rindi. Cantik dan masih sangat muda. Belum pernah pria itu menikmati wanita muda seperti Rindi. Apalagi Jimmy yakin kalau Rindi masih Virgin. Pasti sungguh sangat Nikmati. Otak mesum Jimmy berkelana kemana mana.
"Wah...Anda disini Nona cantik?" tegur Jimmy sangat ramah.
"Seperti yang Anda lihat Tuan." Ucap Rindi.
"Apa yang anda butuhkan di sini Tuan?" Tanya Rindi lagi.
"Ah...saya sudah memesan sebuah cincin berlian ditoko ini." Jawab Jimmy.
"Cincin bermata berlian itu? Anda yang memesannya?" tanya Rindi.
"Iya. Anda tahu?" tanya Jimmy heran.
"Tentu saja Tuan. Toko ini milik saya. Karyawan saya tadi mengatakan, kalau ada seorang yang memesannya. Ternyata anda orangnya." Ujar Rindi.
"Benar Nona. Cincin itu akan saya berikan kepada adik saya. Dia berulang tahun besok." Jimmy berkata bohong. Cincin itu akan ia beriakan kepada Sisil, sebagai bayaran untuk Sisil karena telah melayaninya seharian penuh.
"Wah...anda penyayang keluarga." seru Rindi senang.
__ADS_1
"Iya seperti itu." sahut Jimmy tenang. Mungkin Rindi adalah targetnya selanjutnya. Jimmy sudah mulai bosan kepada Sisil, Jimmy akan mencoba yang Virgin.
"Apa cincinnya bisa saya ambil sekaran Nona?" tanya Jimmy ramah.
"Tentu saja." jawab Rindi.
Rindi meminta Karyawannya untuk menyiapkan cinci itu dan memberikannya kepada Jimmy.
"Terimakasih Nona. Uangnya sudah saya transfer." seru Jimmy.
"Maaf Nona. Apakah saya bisa meminta nomor Ponsel anda? Agar saya bisa gampang menghubungi Anda." pinta Jimmy.
Dengan senang hati Rindi memberikannya. Jimmy pun menyimpannya. Karena masih ada pekerjaan Jimmy pamit kepada Rindi.
Dimobil Jimmy menyeringai nakal. Ia sudah memikirkan bagaimana cara bisa mendapatkan kenikmatan tubuh Rindi. "Gadis yang seksi." gumamnya.
Jimmy melajukan mobilnya menuju aparteman milik Sisil, pria itu akan langsung memberikan cincin berlian ini kepada Sisil dan mungkin akan bermain sebentar, setelah itu Jimmy akan kembali kekantornya.
Tak butuh waktu lama. Jimmy telah sampai di depan unit Sisil. Pria itu langsung menekan pasword pintunya. Sisil memberikannya kepada Jimmy agar pria itu mudah untuk masuk.
Ceklek....
__ADS_1
Sangat sepi, kemana Sisil. Jimmy menyusuri tiap ruangan. Sisil tak ada. Ruangan terakhir yang ia cari adalah kamar Sisil.
Ceklek....
Tak ada juga. Mendengar ada suara air. Jimmy yakin Sisil berada didalam kamar mandi. Tanpa babibu. Jimmy membuka seluruh pakaiannya dan menghampiri Sisil.
Sungguh pemandangan yang sangat indah. Jimmy mendekati Sisil dan memeluk tubuh Sisil dari belakang.
"Hai Baby...kau sangat seksi." Bisik Jimmy nakal.
"Sshhhtt....Jimmy...kau kesini." jawab Sisil melenguh.
Tangan Jimmy sudah bergriliya kemana mana. "Kau suka Baby. Nikmatilah. Dan...aku ada sesuatu buat kamu. Tapi, sebelum itu kita bermain sebentar." Seru Jimmy menggoda.
Jimmy melakukan aksinya dibawah shower yang deras. Jimmy menghentakan tubuh Sisil dari belakang. Sisil sungguh menikmati hentakan itu. Jimmy pria yant sangat handal. Berbeda dengan Ivan. Pria itu terlalu sedikit kaku.
"Ahahh...lebih cepat sayang..." desah Sisil tak tahan.
"Laksana Baby..." Jimmy melakukan apa yang diminta Sisil.
Keduanya menikmati permainan panas mereka dibawah shower yang mengalir. Sensasi yang berbeda. Baru pertama kali mereka lakukan. Sungguh nikmat.
__ADS_1
Bersambung....