Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 73


__ADS_3

Rindi dipersilahkan masuk oleh bi Isah. Bibi Isah memanggil Tuan Mudanya.


Seorang wanita hamil tua berjalan menuju ruang tamu, dimana Rindi berada. Wanita itu mengernyitkan dahinya, ia melihat ada seorang wanita duduk di sofa ruang tamu. Karena Rindi duduk membelakangi wanita itu. Jadi wajah Rindi tak terlihat.


Rachel sang wanita itu berjalan menghampiri Rindi. "Ehmmm...Anda siapa?" tanya Rachel lembut.


Deg....


Jantung Rindi berdegup kencang, suara itu dia sangat mengenalnya. Suara orang yang sangat dibencinya. Dengan perlahan Rindi menoleh.


"Rindi?" seru Rachel Lirih. Rachel diam terpaku melihat Rindi. Ada apa gerangan adik dari suaminya itu datang.


"Ha...hai Kak Rindi?" Seru Rachel gugup. Dia taku


Rindi tak bisa berkata apa apa. Melihat Rachel dengan perut besarnya. Mereka berdua dulu bersahabat. Hanya gara gara Mama nya Rachel yang berselingkuh dengan papa nya. Awalnya ia tak terima sang papa berkhianat dengan sang mama. Membuat mama nya Depresi berat. Dari situlah Rindi sangat membenci Rachel, padahal mama nya Rachel yang bersalah. Karena sakit hatinya Rindi ingin Rachel menrasakan seperti mamanya. Namun takdir berkata lain, sang kakak yang dijadikannya sebagai alat balas dendam, tak ingin melanjutkan balas dendamnya. Sang kakak malah jatuh cinta kepada Rachel.


Rachel begitu dicintai oleh sang kakak. Apalagi sekarang keduanya lagi menunggu kelahiran sang buah hati.


Rindi masih terdiam terpaku sambil menatap Rachel yang berdiri dihadapannya. Rindi takut untuk mendekati Rachel, dia ingin sekali memeluk sahabatnya itu dan meminta maaf.

__ADS_1


"Kak Rindi?" panggil Rachel lirih.


Lamunan Rindi buyar ketika Rachel memanggilnya.


"Ha...hai, a...aku kesini hanya ingin melihat kamu saja. Bagaimana kabar kamu?" tanya Rindi gugup.


Rachel mengembangkan senyumnya. "Aku baik kakak. Keponakan kakak juga baik." Jawab Rachel sambil mengelus perut buncitnya.


Senyum itu tertular ke Rindi. "Rachel, maaf." Seru Rindi menunduk. Malu sekali rasanya.


Rachel melebarkan matanya. Rindi meminta maaf? Untuk apa?.


"Kak..." Rachel berjalan pelan mendekati Rindi. Sampai dihadapan Rindi, Rachel menggapai tangan sahabatnya itu.


Rindi mendongakan wajahnya dan menatap Rachel. Dengan air mata yang berlinang "Maaf...aku banyak salah sama kamu...hiks...hiks..." seru Rindi terisak.


"Kak, jangan nangis. Aku gak pernah marah sama kamu." Jujur Rachel. Karena perut Rachel yang sudah besar, jadi Rachel sangat kesulitan untuk memeluk Rindi.


Jadilah Rachel memeluk pundak sang sahabat dari samping.

__ADS_1


"Rachel...maafkan aku." isaknya lagi.


"Iya kak." Mereka berdua berpelukan sesaat.


Seorang pria melihat kedekatan mereka. Terbit sebuah senyuman di wajah pria itu. Apakah Rindi benar - benar tulusa memaafkan istri tercintanya? Pria yang mengintip itu adalah Ivan. Dia sungguh sangat terkejut melihatnya, adiknya yang begitu membenci bahkan dendam kepada sang istri, justru kini meminta maaf kepada Rchel. Ivan sungguh sangat senang dan bahagia sekali, jika memang benar sang adik benar - benar sudah melupakan dendamnya.


"Maafkan aku ya Rachel..." bisik Rindi lirih.


"Kak Rindi...dari awal aku udah maafin kakak." Seru Rachel tersenyum. Rachel juga tak menyangka kalau Rindi akan meminta maaf kepadanya.


Ivan yang sedari tadi hanya diam berdiri ditempatnya itu, berjalan menghampiri kedua wanita yang dia sayangi itu.


"Eehhmm..." Ivan berdehem.


Kedua wanita cantik itu menoleh kearah suara. Kedua wanita itu tersenyum. Tapi Rindi menatap sang kakak malu malu. Gimana tidak malu, terlalu banyak kesalahan yang telah dibuatnya.


"Kak Ivan..." bisik Rindi gugup.


"Rindi, kenapa kemari?!" tanya Ivan berekspresi datar dan dingin.

__ADS_1


Semakin gugup saja Rindi dibuatnya.


Bersambung....


__ADS_2