Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Mengalah


__ADS_3

Sontak Alya menghentikan langkahnya. Dadanya terasa sesak. Papinya berkata seperti itu. Alya membalikan tubuhnya dan melepas genggaman tangannya dari Rio.


"Papi..."Lirih Alya.


Alya berjalan kearah papinya dan memeluk papinya. "Maafin Alya...Alya nurut sama papi" lirih Alya.


Rio terkejut Alya melepaskan genggaman tangannya. Dan Alya berjalan menuju papinya. Apa itu artinya ia akan menyetujui perjodohan itu.


"Sayang...." panggil Rio lirih.


Alya tidak memperdulikan panggilan Rio. Ia masih memeluk tubuh papinya. Tangisannya tertahan. Ia memilih papinya. "Maafin Alya mas, Alya sayang sama papi dan mami." Gumam Alya dalam hati dan menahan tangisnya.


"Alya..." panggil Rio lagi.


Rio sangat kecewa dengan Alya. Apa sampai disini perjuangan cintanya. Sakit sekali rasanya. Mata Rio sudah mulai memerah dan memanas. Sekali ia kedip maka air mata akan jatuh dari matanya. Rio menahannya sekuat tenaganya agar air mata ini tidak jatuh.


"Sekarang kau bisa lihat Tuan Rio. Anak saya lebih memilih saya dari pada anda." ucap papi Reyhan. Sebenarnya papi Reyhan tidak tega melihat mereka berdua. Tapi sudah kepalang tanggung, toh nantinya pun mereka akan mendapat restu dan menikah.


Alya masih di dalam pelukan papinya. Tidak ingin berbalik melihat Rio. Ia ikhlas dengan semuanya. "Rio...maafkan anak saya?" ucap Mami Laras lirih. Hatinya ikut sakit melihat tingkah suaminya. Anak gadisnya bersedih.


Tanpa permisi Rio meninggalkan rumah itu. Ia pergi membawa mobilnya pergi jauh. Entah kemana dia akan pergi. Hatinya sakit, kecewa dengan Alya. "Argh....Alya. Aku membencimu!!" teriak Rio di dalam mobilnya.

__ADS_1


Dirumah Papi Reyhan.


"Sayang..." panggil Papi Reyhan. Reyhan pun mendongakan wajah Alya dengan kedua tangannya. "Kamu mau kan dijodohkan dengan pilihan Papi?" ucap Papi Reyhan.


Alya mengangguk pelan. Ia akan mencoba dengan pilhan papinya. "Al...Alya setuju pi..." ucap Alya pelan.


"Terimakasih sayang. Besok malam saja kita temui calon mertua kamu. Malam ini sudah papi batalkan." seru papi Reyhan.


"Iya...Alya kekamar ya pi?" seru Alya.


"Istirahatlah sayang." ucap papi Reyhan dan mengecup dahi sang putri.


Alya melenggang naik ke kamarnya. Dengan gontai ia berjalan. Meratapi nasibnya. Harus melupakan kekasihnya Rio demi sang papi.


Rio tak tahu tujuannya kemana. Ia memutuskan untuk kerumah papa dan mamanya saja. Dengan kecepatan sedang ia melajukan mobilnya. Pikirannya sangat kalut saat ini.


Dengan menempuh jalan satu jam. Akhirnya Rio sampai dirumah papa dan mamanya. Dengan gontai Rio berjalan menuju pintu masuk dengan wajah yang kusut.


"Ma, Pa? Rio nginap disini!" ucapnya datar.


"Kenapa kamu sayang?" ucap Mama Revi. Ia melihat anak laki - lakinya satu - satunya itu sangat sedih sekali.

__ADS_1


"Rio mau langsung ke kamar Ma." ucap Mama Revi.


Sedangkan papa Faisal sudah tahu apa yang terjadi dengan anak semata wayangnya


Sebab Reyhan sudah memberikannya kabar.


"Rio. Malam ini kita batal untuk nemuin kamu dengan jodoh kamu." ucap Papa Faisal datar. Tanpa ia memperdulikan perasaan anaknya.


"Terserah papa. Rio ngikut saja." ucap Rio pasrah.


"Bagus...itu berarti kamu setujukan??" serumya.


"Hmm..." jawab Rio singkat.


"Kau memang anak papa Rio. Terimakasih sayang." ucap papa faisal. Faisal akan terus bersikapa tega kepada anaknya sampai mereka resmi menjadi pengantin.


Rio meninggalkan papa da mamanya dan menuju kamar tamu dilantai bawah. yaitu kamar tamu.


Pa, udah deh, kasihan tu anaknya. Serz papa Reyah.


"Udah tanggung Ma." ucap papa Faisal.

__ADS_1


Rio terduduk di atas ranjangnya. Raut wajahnya dipenuhi luka dan kekecewaan. "Kamu jahat Alya. Aku benci sama kamu." gumam Rio dan mengepalkan tangannya.


Tanpa membersihkan tubuhnya dengan mandi. Rio membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia hanya membuka jas kerjanya. Dan Rio memejamkan matanya. Akhirnya ia terlelap dengan nyenyak.


__ADS_2