
Tak terasa waktu sudah berjalan dengan cepat. Hanya tinggal satu bulan lagi pernikahan Alya dan Rio akan di gelar. Semuanya telah di siapkan. Hanya menunggu baju pengantinnya saja masih di ubah sedikit.
Sementara hati seorang anak perempuan sedang gelisah dan kacau. Masih ragu dan bimbang untuk menerima Alya untuk menjadi ibu sambungnya. Dan ia juga masih memikirkan perkataan papanya, kalau selama ini mamanya berselingkuh dari papa. Bahkan kata papa dia punya bukti. Sungguh itu membuat Rachel bingung.
Pagi ini Rachel rasanya malas untuk bersekolah. Ingin rasanya ia seharian di kamar saja. Rachel memutuskan untuk tidak sekolah. Ia hanya mengkurung dirinya di kamar saja.
Rio terbangun dari tidurnya. Ia menginap dirumahnya untuk menemani putrinya Rachel. Membersihkan diri mandi. Pagi ini lumayan banyak kegiatan yang harus dilakukannya. Pagi ini ia harus ke kantor, setelah itu ke kampus. Ingat dengan kampus, Rio teringat dengan calon istri cantiknya. Rio sangat merindukannya. Sebelum turun untuk sarapan Rio terlebih dahulu menelpon calon istrinya.
"Assalamualaikum sayang..."
"Walaimumsalam mas..."
"Kamu sudah sarapan sayang? Mas nginap bersama Rachel sayang. Mas ingin mengatakan sesuatu sama kamu sayang"
"Tentang apa mas? Semuanya baik - baik saja kan?" tanya Alya sangat khawatir.
"Semuanya baik - baik saja sayang. Kamu ke kampuskan? Mas juga akan kekampus, tapi setelah mas ke kantor terlebih dahulu."
"Iya mas. Alya hari ini ada jadwal ngajar"
"Nanti mas jemput ya sayang."
"Iya sayangku...I Love you.."
"I Love you too sayangku...."
__ADS_1
Panggilan berakhir, menelpon orang yang kita cintai dipagi hari membangkitkan semangat lebih. Dengan senyum mengiasi kedua calon manten itu.
**********
Disuatu tempat.
Disebuah Apartemen mewah seorang wanita tinggal bersama prianya. Sudah lama ia menjalin hubungan terlarang itu. Rani wanita itu. Semenjak dirinya di usir dari rumah mantan suaminya, kini ia kembali ke apartemen kekasihnya.
"Sial!! Gara - gara wanita sialan itu aku di usir oleh mas Rio." Ucap Rani Kesal.
"Kau kenapa sayang?" seru seorang pria.
"Ck. Aku diusir dari rumah besar itu!" sahut Rani ketus.
"Kau bisa tinggal di sini bersamaku. Kita bisa menghabiskan waktu kita sepanjang hari. Aku sudah sangat merindukan kamu syang" ucap pria itu dan memeluk tubuh Rani dengan mesra. Pria itu sudah tidak tahan untuk tidak menyerang tubuh seksi Rani.
Pria yang bernama Toni itu adalah seorang produser terkenal di Indonesia dan di Paris. Ketika pertama kali Rani menjadi seorang model Toni Lah yang membawanya. Toni sangat suka melihat tubuh seksi Rani, jadi Toni memanfaatkan kekuasaanya.
Pada saat itu Rani baru sebulan menikah dengan Rio. Rio mengizinkan Rani untuk berkarir. Tapi dengan syarat. Rani harus menomor satukan rumah tangganya. Tapi, Rani melupakan statusnya sebagai istri. Ia terlalu mengutamakan karirnya.
Rani rela menyerahkan tubuhnya untuk sang produser. Dan meninggalkan Rio degan alasan adanya pemotretan dan sebagainya.
Sebulan lamanya Rani meninggalkan suaminya ke negara orang dengan alasan pekerjaan. Tapi, sebenarnya ia di bawa sang produser pergi. Awalnya Rio tidak setuju dengan kepergiannya. Tapi Rani memohon kepada Rio. Mau tak mau Rio memberi izin demi cintanya.
Rio tidak mengizinkannya karena pada saat itu Rani sedang mengandung Rachel.
__ADS_1
"Kau yakin mau pergi sayang? Kamu kan lagi hamil sayang" tanya Rio khawatir.
"Mas, tenang saja. Aku gak akan kenapa - napa mas. Aku kuat. Kan kau dengar sendiri apa kata dokter. Izinkan aku pergi mas. Demi karirku" mohon Rani.
Melihat wajah Rani memohon seperti itu. Rio tak tega melihatnya. Istrinya itu sudah lama sekali menginginkan menjadi seorang model.
Berat rasanya melepas kepergian istri yang sangat di cintai untuk pergi jauh mana sang istri lagi hamil muda.
Seminggu sudah Rani pergi meninggalkan Rio. Hanya lewat telpon mereka berkomunikasih. Itu pun sangat jarang.
Di Paris. Rani lagi asyik berdua bersama kekasihnya sang produser di dalam kamar hotel. Mereka memadu kasih sepanjang malam. Rani tak memikirkan dirinya yang lagi hamil. Selalu berhubungan badan dengan pria lain pasti itu sangat membahayakan kandungannya. Sang kekasih tak mengetahui dirinya lagi mengandung. Padahal Rani sering mengeluh sakit perutnya. Sempat ketika itu Rani mengeluarkan darah dari kewanitaannya. Apakah dia keguguran? Ia memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Dokter mengatakan dirinya keguguran. Wajah Rani pucat pasih. Apa yang harus di katakannya kepada Rio. Dokter mengatakan kepadanya tidak boleh melakukan hubungan intim dulu untuk pemulihannya. Dengan alasan lagi haid mengatakan kepada kekasihnya. Jadi seminggu ini ia tidak bisa melakukan hubungan intim dulu.
Bersambung....
Wah...terus Rachel anak siapa ya??? hihihi....
Like mencapai 300 saya akan lanjutkan nanti malam lagi.
vote....
like....
hadiahnya....
komen.....
__ADS_1
terimakasih.