
Secara perlahan ia masuk kedalam selimut dan memeluk Alya sepelan mungkin. Entah sedang mimpi atau memang tak sadar, Alya justru meringsek masuk kedalam pelukan Rio. Seolah saat itu ia tengah berada di tempat yang nyaman.
"I Love You sayang. Good Night" bisik Rio.
Alya begitu nyaman dalam tidurny. Wanita itu bermimpi jika suaminya pulang dan memeluknya saat tidur. Tapi Alya harus menelan pahit, ia melihat di sampingnya suaminya tidak ada, berarti ia hanya bermimpi saja.
Dengan perasaan yang campur aduk. Alya ingin menangis dan ingin muntah dan mula. Ia berlari ke kamar mandi. Alya terus mengejan karena mual yang melanda sedangkan matanya sudah mengeluarkan air mata yang mewakili rasa sedihnya.
Tubuhnya melemah. Ia terduduk di kamar mandi sambil menangis menahan rindu dengan suami tercintanya. Alya memukul kuat dadanya namun aksinya itu di hentikan oleh tangan kekar milik suaminya.
"Mas..." isak tangis Alya. Antara mimpi dan nyata Rio berada di depannya. "Mas? Mas kapan pulang? Aku kangen sama mas."
Rio tak menjawab. Ia hanya tersenyum. Tersenyum sangat manis. Alya memejamkan mata saat jemari Rio menyentuh pipinya.
Rasanya sangat dingin. Itulah yang dirasakan Alya dari belaian tangan Rio. Alya membuka matanya ia tak merasakan lagi belaian tangan suaminya. Rio telah pergi.
"Mas....Mas Rio?! MAS...!!" Alya berteriak histeris. Dengan sisa tenaganya. Ia berlari kencang kebawah dan mendapati maminya dan papinya, Keindra sang adik, Rachel sang putri bahkan mama mertua dan papa mertuanya tengah berkumpul di ruang tengah.
"Mama?" panggil Rachel yang langsung mengejar Alya yang terduduk.
"Rachel, papa. Papa mana Rachel. Tadi mama lihat papa ada di sini. Papa Rio udah pulangkan?" tanya Alya lirih.
"Ma...Mama tenang dulu. Mama lagi hamil. Kasih dedek ma." sahut Rachel menenangkan.
__ADS_1
"Pi? Tadi mas Rio disini kan? Tadi aku lihat Pi." tanya Alya kepada papinya. Sang papi hanya diam memandang Alya saja. Merasa kasihan dengan putrinya seperti ini.
"PAPI!! MAS RIO MANA?!!" Teriak Alya sangat kencang.
Rachel tak sanggup melihat mama nya seperti ini. Papi Reyhan juga tak sanggup melihat putrinya seperti ini.Rachel menatap Opa Faisal, untuk menenangkan mamanya. Karena ini semua rencananya dan papa Rio.
"Alya...kamu duduk dulu." ajak sang mertua laki laki.
"Alya...sayang, maaf papa harus memberi tahukan ini bahwa....." papa Faisal terdiam tak sanggup menyelesaikannya.
"Mas Rio kenapa Pa? Ada apa sebenarnya?" Suasana kembali sunyi. Namun dunia Alya serasa hancur lebur saat kalimat itu keluar dari mulut sang mertua.
"Rio...Rio...Pesawatnya..."
"Sayang, kamu tenang dulu. Papi mohon sayang."
"Kalian bohong kan?!! Kalian bohong...!!" teriak Alya lagi. Tiba tiba tubuh Alya serasa sangat lemas. Dan Alya pingsan. Paniklah mereka semua. Mereka semua membawa Alya kerumah sakit, takut terjadi sesuatu dengan kandungan Alya.
Papi Reyhan mengangkat tubuh anaknya dan membawa Alya menuju mobilnya. Papi Reyhan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan anaknya. Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Alya. Reyhan akan menghukum Rio sang menantu. Rencana yang di buat Rio gagal total. Ingin memberikan kejutan kepada sang istri malah ia yang dikejutkan dengan kondisi sang istri.
Mereka sudah berada dirumah sakit. Alya pun sudah ditangani oleh dokter. Semuanya sangat takut dengan keadaan Alya yang sangat lemah.
Rio yang baru saja sampai dirumah sakit dengan keadaan kacau balau. Langsung mendapatkan semprotan dari sang mama dan pukulan dari sang mama.
__ADS_1
"Kamu ya?! Ini semua gara gara kamu. Kalau saja menantu mama kenapa napa dan cucu mama juga. Kamu akan mama hukum!!" bentak sang mama sambil memukul anaknya. Tak peduli jika anaknya kesakitan.
"Sakit ma!" adu Rio.
"Biarin. Kamu ini." masih terus memukul Rio. "Awas aja kalau Alya kenapa napa. Kamu mama hukum!"
Rio tak memperdulikakn ancaman mamanya. Sekarang ini Rio hanya memikirkan keadaan sang istri yang sedang di periksa oleh dokter.
"Maafkan mas sayang." gumamnya dalam hati.
Rio masuk kedalam ruangan Alya. Disana hanya ada satu tempat yang ditutupi oleh tirai yang Rio yakini adalah tempat istrinya. Tanpa permisi Rio masuk begitu saja menyelonong membuat dokter yang tengah menangani Alya langsung terkejut.
Alya masih belum sadar. Namun kondisinya sudah stabil.
"Anda siapa?" tanya dokter yang berada di situ.
"Saya suaminya dokter. Bagaimana kondisi istri saya."
"Istri bapak tidak apa apa. Hanya shock saja. Dan tekanan darahnya tadi sempat turun. Namun sekarang sudah stabil kembali. Namun harus di beri penanganan lebih, karena kondisi istri anda sedang hamil muda." jelas sang dokter.
Rio sangat sedih mendengarnya. Ini semua salahnya. Ingin memberi kejutan. Malah ia yang dikejutkan.
bersambung......
__ADS_1