
Beberapa hari ini Rio selalu pulang larut malam, dan selalu pulang dengan sekretarisnya yang cantik bernama Kinan. Alya sempat cemburu. Bahkan Alya sempat mendiamkan Rio sang suami karena kecemburuannya. Rio menjelaskan kepada istrinya, bahwa ia tidak ada hubungan apa pun dengan Kinan.
Seperti sekarang ini sepasang suami istri ini lagi menikmati sarapan berdua saja. Rachel yang kebetulan menginap dirumah opa dan oma nya. Alya sedari tadi hanya mendiami suaminya. Ia masih saja dengan kecemburuannya. Rio terus saja merayu istrinya agar tidak merajuk lagi.
"Yank...mas gak da hubungan apa pun sama Kinan." Rio menjelaskan kepada Alya. Keduanya masih berada di meja makan.
"Terus...kenapa tiap malan selalu pulang bareng Dia? Pasti kalian ada apa apa kan?" ucap Alya ketus. Semenjak kehamilannya membesar, Alya semakin posesif saja.
"Yank, mas gak bohong. Mas cuma ngantar Kinan doang. Dia gak punya mobil, mau naik taxi, mana ada taxi uda larut malam Yank, mas berani bersumpah, gak da hubungan apa pun sama Kinan." Rio memohon kepada Alya bahkan bersumpah.
"Yank...uda ya,jangan marah terus." mohon Rio lagi. "Mas cinta dan sayang sama kamu. Gak mau yang lain."
"Hmm, Alya maafin. Mas nanti lembur lagi?" tanya Alya cemberut.
Dengan berat hati Rio mengangguk. Ia bekerja extra, agar nanti ketika Alya ingin lahiran, ia bisa cuti. "Maaf Yank, mas kerja extra biar nanti bisa cuti untuk nemani kamu lahiran sayang." jelas Rio.
"Mas...bisa gak, kalau hari ini gak usah lembur?" mohon Alya.
"Sayang...mas banyak banget kerjaannya."
"Hmm..." Alya hanya menjawab berdehem saja dan ia pun meninggalkan suaminya begitu saja masuk ke kamarnya. Bahkan Alya membanting pintu kamarnya.
__ADS_1
Rio hanya menghela nafasnya saja. Ia juga tak ingin seperti ini. Rio ingin menjadi suami siaga untuk Alya. Beberapa minggu lagi istri tercintanya itu akan melahirkan buah hati mereka. Dengan terpaksa Rio meninggalkan Alya dirumah sendirian. Hari ini ia akan usahakan tidak akan lembur.
🌹
🌹
🌹
🌹
Kandungan Alya sudah memasuki bulan kedelapan. Jenis kelamin baby nya juga sudah diketahui, Alya akan melahirkan seorang anak laki - laki. Alya juga sudah tidak marah lagi sama sang suami lagi. Rio sudah tidak sabar dengan kelahiran anaknya. Rio lebih bersemangat dibandingkan Alya ibunya. Termasuk dalam hal pemilihan warna cat kamar, Rio juga sudah menyiapkan walk in closet untuk anak mereka nanti.
Apalagi ketika Rio mengetahui jenis kelamin anaknya, Rio senang bukan kepalang sehingga membeli apa pun yang dilihatnya lucu dan menggemaskan. Alya sudah ribuan kali memperingati suamimya itu agar jangan terlalu boros, tapi tak ada satu pun yang di dengarnya.
"Biarin Yank." ucap Rio. Rio baru saja pulang dari meeting dengan clientnya dan tampak menurunkan beda besar dari bagasi mobilnya.
"Kamu boros banget sih Mas." ucap Alya kesal. Suaminya ini keras kepala sekali. Sebel liatnya, kenapa harus banyak membeli barang itu lagi.
"Gak Yank. Ini kan bisa ganti - ganti makenya. Udah deh tenang aja. Uang mas gak bakalan habis cuma beli beginian doang." Sahut Rio angkuh.
"Iya, iya terserah kamu deh mas." Ucap Alya kesal.
__ADS_1
Dengan semangat Rio membawa masuk benda yang di belinya tadi. Bahkan Rio juga sudah memesan Keranjang bayi. Dan barangnya baru saja datang. Alya dibuat pusing oleh suaminya. Dikamar bayi nya banyak sekali barang - barang.
*************
Rio sudah tak pergi ke kantor lagi. Dia ingin menjadi suami siaga yang selalu siap menjaga istri dan anaknya menjelang kelahiran nanti. Tapi semuanya tidak sesuai dengan yang dia inginkan, Morgan sang asistennya menelpon dirinya bahwa ada salah satu client penting yang tidak mau meeting dengan perwakilan. Client itu hanya mau dengan Rio saja. Berhubung dia adalah client yang sangat penting di perusahaannya, dengan terpaksa dan sambil cemberut Rio berangkat.
"Mas, kata Dokterkan masih seminggu lagi, gak papa kok, kamu pergi aja. Gak usah cemberut dong mas." ucap Alya lembut.
Tapi tetap saja tidak mengurangi keresahan Rio. Pria itu berjongkok dan membenamkan kepalanya ke perut istrinya.
"Anak papa harus janji gak boleh lahir dulu kalau gak ada papa. Oke jagoan?" Alya membelai kepala suaminya dengan lembut.
"Iya papa aku janji." Jawab Alya sambil menirukan suara bayi. Mereka berdua tertawa.
"Yauda sana mas berangkat." ucap Alya lembut. Rio masih enggan beranjak, ia masih menciumi perut istrinya.
"Cium dulu papa, baru berangkat." Ucap Rio manja. Alya terkekeh sambil mencubit pipi suaminya dengan gemas kemudian mengecuo bibir suaminya dengan kilat. Tapi Rio tidak membiarkan Alya menjauh, laki laki itu menahan tengkuk istrinya dan memperdalam ciuman mereka. Beberapa menit kemudian baru dilepas.
"Mas berangkat dulu ya Yank. Kamu hati hati dirumah. Mama dan Mami akan datang bentaran lagi. Mas sayang sama kamu." ucap Rio. Ia pun melambaikan tangannya dan naik ke mobilnya.
*Malam semuanya, maaf banget lama ya baru up. Sesuai rencana novel ini bakalan aku tamatin, palingan dua bab lagi akan tamat. Mudah - mudahan kalian suka ya dengan cerita aku ini. Dan Insyallah aku akan buat novel baru meceritakan Keindra anak kedua dari Papi Reyhan. Tapi, aku belum nemu judulnya.
__ADS_1
Terimaksih*.