
Sepasang mata yang melihat mereka berbicara di dalam kamar dan Ia mendengarkan semua apa yang dikatakan oleh Reyhan. Dirinya merasa geram dan kesal. "Lihat saja nanti. Aku akan merebut mas Rey darimu Laras". Gumam Silvi dalam hatinya.
***********
Dikampus...
Shinta yang lagi menunggu seseorang di taman belakang kampus. Dia menunggu kedatangan sang kekasih. Seorang Dosen tampan namun sayang kekasihnya memiliki seorang istri.
"Sayang". Panggil Malik.
"Sayang lama banget sih?", manja Shinta.
"Shinta ada yang mau aku omongin". Ucap Malik menggenggam tangan Shinta."Shinta maaf sebelumnya, sepertinya kita nggak bisa ngelanjuti hubungan kita". Ujar Malik.
"Maksud ka..mu apa mas?". tanya Shinta yang masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Malik.
"Kita putus..". Ucap Malik lirih.
"Setelah semua yang telah ku berikan ke kamu, terus kamu mau kita putus?!!. Bentak Shinta.
"Maaf". Ucap Malik lirih.
"Brengsek kami Malik!!. Teriak Shinta dengan mata yang menahan air matanya.
__ADS_1
Shinta yang merasa kesal, marah dan kecewa atas apa yang telah dilakukan Malik. Shinta pergi meninggalkan Malik duduk sendirian di taman belakang kampus. Dirinya merasa bersalah kepada Shinta. Tapi Malik tidak bisa berbuat apa - apa. Putus adalah salah satu keputusan yang tepat saat ini.
***************
Setelah mengetahui hasil tes DNA antara dia dan Alya Positif ternyata memang anaknya. Silvi selalu datang berkunjung kerumah Reyhan dengan Alasan ingin bertemu dengan Alya. Padahal niat yang sebenarnya adalah ingin mencari perhatian Reyhan.
Hari ini adalah ulang tahun Alya yang ke 6. Silvi berencana ingin mengajak Alya dan Reyhan makan malam bersama. Silvi sudah menelpon Reyhan.
"Mudah-mudahan mas Rey mau aku ajak makan malam bersama Alya anak kami". Gumam Silvi dalam hatinya.
**********
"Sayang....". Panggil Laras. Laras mencari suaminya di kamar namun tidak ada. Di cari nya di ruang kerja namun juga tidak ada.
Terdengar suara dari taman belakang rumah. Laras pun menuju ke taman. Ternyata suaminya sedang menerima telepon.
"Apalagi Silvi...ku mohon jangan hubungi aku lagi". Tegas Reyhan.
Laras yang mendengarkan suaminya sedang menerima telepon dan menyebut kan nama Silvi ada rasa sesak didada nya. Ternyata mantan istrinya sering menelpon dan Reyhan tidak memberitahukan kepada nya.
"Mas...". Panggil Laras pelan.
Reyhan yang merasa di panggil menoleh kearah nya. Dan Reyhan pun kaget ternyata istrinya yang memanggilnya. Sontak Reyhan memutus sambungan Teleponnya dengan Silvi.
__ADS_1
"Sayang...". Ucap Reyhan gugup.
"Siapa yang nelpon mas?". Tanya Laras berpura - pura tidak tahu.
"Oh...i..tu..temen yang nelpon sayang". Jawab Reyhan gugup.
"Kamu bohong mas, aku tahu mantan istri mu yang nelpon kamu". Bathin Laras.
"Mas...sering mbak Silvi nelpon kamu ?". Tanya Laras.
Reyhan yang ditanya seperti itu pun tersentak.
"Sayang...ma..ksud kamu?". Ucap Reyhan gugup.
"Mbak Silvi kan yang nelpon kamu tadi. Udalah mas, nggak tadi Laras dengar semuanya". Ucap Laras kecewa ternyata suaminya nggak jujur. "Mau apa mbak Silvi nelepon kamu mas?".
"Silvi mengajak mas dan Alya pergi ke restoran untuk merayakan ulang tahun Alya yang ke 6 sayang". Ucap Reyhan gugup.
"Ulang tahun Alya?, kenapa mas nggak ngasih tau aku mas kalau hari ini Alya ulang tahun. Apa karena aku ini bukan ibu nya!?. Ucap Laras yang sedikit meninggi dan kecewa.
"Sa...yang....". ucap Reyhan
"Pergilah bersenang - senang Lah kalian". Ucap Laras kecewa dan melangkah pergi.
__ADS_1
Reyhan mengusap wajahnya kasar. Dia merasa bersalah kepada istrinya.