Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 81


__ADS_3

Sisil berbuat ulah lagi, wanita itu sudah melihat Jimmy dan Rindi telah bersama lagi. Seperti sekarang, pasangan itu lagi menikmati makan siang mereka di sebuah Resto. Jimmy begitu perhatian kepada Rindi. Dengan senang hati Rindi menerima perhatian sang kekasih.


Sisil mengepalkan kedua tangannya, emosinya memuncak, sudah seminggu Jimmy tak pernah lagi menjawab telponnya dan bahkan Jimmy sudah memblokir nomornya.


Dengan langkah sombong, Sisil mendekati meja pasangan itu.


"Wah...ada yang sudah baikan ini..." ucap Sisil mengejek.


Rindi tak suka ada Sisil disini. Jimmy sangat tahu sang kekasih tak nyaman dengan keberadaan Sisil.


"Kita pindah aja sayang, pindah ke Resto yang lain mau?" tanya Jimmy. Keduanya masih tak merespon kedatangan Sisil.


Rindi mengangguk pelan. Ketika ingin bangun dari duduknya. Sisil mengatakan sesuatu yang membuat hati dan perasaan Rindi hancur.


"Jimmy...aku hamil!" dengan lantang Sisil megatakan kebohongan itu.


Deg...


Jantung Jimmy seakan mau lepas mendengarnya. Hamil? Sisil Hamil? Apa lagi ini pikirnya. Baru saja berbaikan dengan sang kekasih, ini bisa dipastikan akan bertengkar lagi.


Sakit sekali dadanya, Rindi menahan nafasnya, Sisil, wanita yang pernah dekat dengan suaminya itu hamil. Apa itu anak dari Jimmy?

__ADS_1


Mata Rindi berkaca - kaca, tak ingin menangis di depan kedua manusia bejat di depan nya. Rindi bangun dari duduknya, dia ingin pergi dari tempat itu.


Jimmy sangat panik, Rindi nya pergi. Air mata Rindi mengalir deras, sakit sekali rasanya. Ternyata kekasihnya masih saja berbohong kepadanya.


Rindi menaiki taxi, di dalam taxi tangisnya pecah, dia memukul - mukul dadanya. Apakah ini karma baginya. Dulu dia sangat kejam kepada Rachel sang sahabat, karena rasa dendamnya yang mendalam, Rindi hilang kendali. Dan kini Rindi merasakan apa yang dirasakan oleh Rachel.


Saat ini Rindi akan ke Mansion sang kakak. Dia akan disana dulu beberapa hari, ataupun beberapa bulan, bahkan selamanya. Rindi ingin teman curhat.


Taxi yang membawanya sampai di Mansion sang kakak. Sebelum turun, dia menghapus sisa air matanya. Memoles sedikit bedak diwajahnya agar tak kelihatan kalau dirinya baru saja menangis, hatinya hancur berkeping - keping.


****


Kembali Ke Resto...


Ini pasti fitnah. "Kau?! Dasar ******. Jangan pernah berbohong kepadaku wanita ******!" bentak Jimmy kepada Sisil.


Sisil hanya tertawa sinis. "Aku wanita ******, yang sering kau nikmati di ranjangmu?" ucap Sisil santai.


Jimmy mengepalkan kedua tangannya dia semakin emosi saja, kalau saja bukan wanita, sudah habis Sisil di tangannya.


"Tenang la sayang...kalau Rindi tak ingin denganmu lagi, aku akan senang hati menerima mu kembali." Ucap Sisil terkekeh mengejek.

__ADS_1


"Jangan mimpi kau." Ucap Jimmy geram.


"Kita akan membesarkan bayi kita." Ejek Sisil sambil memegang perutnya. Sisil berbohong atas kehamilannya, dia hanya ingin mengganggu saja, tak akan rela melihat Rindi bahagia.


"Kau?!" Jimmy mencekik leher Sisil dengan sangat kuat, sampai wanita itu kehabisan nafas.


"Kau dengar wanita ******. Aku tahu kau berbohong tentang kehamilanmu. Kau pasti sangat tahukan, bagaimana kita melakukannya." Ucap Jimmy menahan emosinya sambil mencekik leher Sisil.


"Ji...jim...Jimmy...le..lepas..kan." Nafas Rindi makin sedikit saja.


Seorang Security melihat Jimmy yang mencekik Sisil, Security itu berlari untuk melepaskan tangan Jimmy dari leher Sisil.


"Tuan...lepaskan Nona ini. Kau bisa membunuhnya." Ujar Security itu. Dengan kekuatannya dia melepaskan cekikan itu.


"Hah ...hahhh..." Sisil sungguh sangat sesak, akhirnya terlepas juga.


"Kau dengar ******! Kau berani telah bermain - main denganku? Kau lihat saja, apa yang akan aku lakukan kepadamu." Ucap Jimmy mengancam. Jimmy pergi dari tempat itu, tujuannya sekarang adalah ketempat sang kekasih. Dia akan menjelaskan semuanya.


Sangat susah sekali berubah menjadi orang baik. Jimmy ingin merubah hidupnya dan kebiasaannya bermain wanita dan meminum minuman keras. Berubah demi sang kekasih, dan dia juga sudah lelah.


Bersambung.....

__ADS_1


Bagi Vote dan hadiahnya dong....


__ADS_2