
Rio sangat sedih mendengarnya. Ini semua salahnya. Ingin memberi kejutan. Malah ia yang dikejutkan.
Flashback On
Rio bangun lebih awal dari Alya. Bahkan sangat awal. Setelah membersihkan diri, Rio berjalan menuju kamar mami mertuanya bermaksud untuk membangunkan sang mertua.
Tak berapa lama pintu kamar sang mertua terbuka. Mami Laras dan Papi Reyhan terkejut dengan kehadiran sang menantu di depan mereka. Bukannya sang menantu lagi berada di Singapura. Kapan menantunya itu pulang.
"Rio? Kapan kamu pulang?" yang bertanya itu adalah Papi Reyhan.
"Tadi malam Pi. Jam sebelas." jawabnya.
"Kamu udah makan Rio?" Kali ini mami Laras yang bertanya.
"Gak usah Mi. Rio mau minta bantuan Mami dan Papi. Rio mau kasih kejutan sama Alya Mi, Pi."
"Rio?" panggil Papa Faisal. Papa Rio ternyata datang kerumah besannya. Faisal ingin membicarakan masalah pekerjaan bersama Papi Reyhan.
"Mas Fai. Pagi pagi sudah nongol aja?" tanya Reyhan.
"Iya. Sekalian mau lihat mantu kesayangan aku dan calon cucu aku." jawab Faisal.
"Alya masih tidur pa." sahut Rio.
"Kamu kapan pulang?" tanya papa Faisal lagi.
"Tadi malam pa."
__ADS_1
"Pa, bisa bantu Rio nggak.?"
Rio mengatakan bentuk kejutannya pada sang papa dan mertuannya. Walaupun awalnya dapat tentangan dari papi Reyhan. Rio akhirnya berhasil meyakinkan kalau tak akan terjadi apa apa. Rio juga melibatkan adik iparnya Keindra.
Sebenarnya rencana yang sudah di susun adalah, papa Faisal mengatakan kalau pesawat Rio terlambat mendarat dan Alya pergi menjemput ke Bandara namun mobil yang nanti dipakai Alya untuk menjemputnya ke Bandara justru mengarah pada sebuah restoran mewah yang sudah Rio pesan.
Tapi siapa sangka, belum selesai sang papa selesai sang papa berbicara, Alya sudah berteriak histeris duluan hingga membuatnya pingsan.
^^^Flashback off^^^
Sudah satu jam Alya tak sadarkan diri semenjak Rio datang tadi. Rio menempatkan istrinya di kamar rawat VVIP. Dan sekarang Alya sudah berada dikamar yang Rio inginkan.
"Sayang. Bangun dong? Jangan bikin mas cemas gini Yank." Ucap Rio lirih. "Maafkan mas Yank. Ini salah mas. Kamu bangun ya. Kamu boleh pukul mas. Kamu lakuin apa saja sama mas Yank."
"Sayang, kamu gak kasihan sama mas."
"Honey."
"Alya sayang."
"Sa...."
"Makanya kak, jangan bikin rencana yang aneh aneh." Suara Keindra mengagetkan Rio. Sebenarnya Kei sudah berdiri sekitar satu menit yang lalu di pintu namun tak diketahui oleh Rio.
"Iya Kei, nyesel kakak. Tau gini gak pake kejutan segala."
"Penyesalan selalu datang terlambat kak." ucap Kei mengejek.
__ADS_1
"Mas Rio? Mas .... hiks....hiks...." Rio terkejut mendengar Alya menangis. Mata istrinya itu masih terpejam, namun Alya nangis memanggil namanya.
"Sayang, sayang ini mas. Bangun Yank?" Rio menepuk pelan pipi Alya sampai secara perlahan Alya membuka matanya. "Ini mas sayang."
"M...mas Rio?" ucap Alya lemah.
"Iya. Ini mas sayang. Maafin mas sayang. Mas...." kalimat Rio terhenti. Alya yang tadi tertidur langsung duduk dan menggapai tubuh Rio lalu memeluknya erat.
"Mas jangan pergi lagi. Mas gak kenapa - napa kan? Mas gak terlukakan? Mas baik baik saja kan? Masmmmm....." Rio membungkam bibir Alya dengan bibirnya. Tak peduli Kei yang masih berada di dalam kamar itu akan melihatnya berciuman.
Kei menatap pasangan itu horor.
"Gila, gak liat tempat apa kalau mau ciuman. Jadi ternoda mata gue." batin Kei mendumal kesal.
Kei yang kesal langsung meninggalkan pasangan yang lagi berciuman itu. Kei benar benar tak habis pikir dengan kakak dan kakak iparnya. Di usiannya masih sangat remaja sudah di suguhkan dengan aksi memalukan itu.
Ciuman panas itu akhirnya terlepas. Rio menghapus jejak salivanya di bibir Alya dengan jemarinya. "Maafin mas ya?" ucap Rio tulus.
"Mas Rio kemana sebenarnya?" tanya Alya.
Pria itu menceritakan semuanya pada Alya. Alhasil Rio mendapat ambekan istrinya selama tiga jam penuh.
Tiga jam itu sukses membuat Rio kelimpungan. Tapi untunglah, sang mama yang marah kepadanya tadi berhasil membujuk menantu kesayangannya itu untuk memaafkan sang suami.
Setelah seharian dirumah sakit, Alya akhirnya dibolehkan pulang. Untung saja janin dalam kandungan Alya tak kenapa napa. Dari mobil sampai ke kamar, Alya di gendong Rio dan tak dibiarkan jalan sendiri. Walaupun Alya mengatakan tidak apa apa dan bisa jalan sendiri. Tapi Rio tetap tak mau melepaskan sang istri kekamar jika tak dengannya.
Bersambung....
__ADS_1
Like juga dong cerita aku yang ini....