
Dunia Reyhan berhenti seketika melihat wanita yang sangat di cintainya itu sedang dalam bahaya.
"Gimana sayang? kau sudah menentukan pilihanmu?" tanya Silvi sambil menodongkan pistol di kepala Laras.
"Jangan bermain - main denganku Silvi. Kau sudah gila." bentak Reyhan. Reyhan kembali mendekat namun seketika suara tembakan kembali membali membuat Reyhan menghentikan langkahnya.
Setelah menembak foto pernikahan Reyhan dan Laras, Silvi kembali menarik pelatuk dan kembali mengarahkan pada kepala Laras lagi.
"Kau ingin kepala istri tercintamu ini aku pecahkan dengan pistol ku ini sayang?." Ancam Silvi membuat Reyhan memucat seketika. Jangan tanya kondisi jantung Reyhan sekarang, bahkan ia sedang merasakan nafasnya ditarik secara perlahan.
Reyhan yang melihat istrinya pingsan sambil terikat di kursi. Apalagi Laras sedang mengandung anaknya."Ya Tuhaaann, selamatkan anakku." Batin Reyhan.
Miko menarik foto yang terletak di atas meja dan melemparkannya pada Silvi. Membidik lengan Silvi yang tengah memegang pistol.
Evan langsung berdiri dari duduknya saat melihat kondisi yang kacau. Shinta yang melihat itupun juga ikut berdiri dan coba memcari celah untuk segera bertindak. Namun gerik Shinta tertangkap oleh Evan.
Shinta ingin mengambil pistol Silvi yang tadi terjatuh langsung di hantam kuat kakinya Evan membuat Shinta tersungkur.
Namun dengan cepat Shinta berdiri. Melupakan rasa sakitnya, Shinta bertahan dengan cara bertarung. Reyhan mengambil kesempatan untuk membuka ikatan ditangan dan di kaki Laras.
__ADS_1
Miko juga tak ingin diam. Saat ini Silvi sudah berada di tangannya. Sedangkan anak buah Reyhan menghajar tubuh Evan hingga tersungkur.
Silvi yang sekarang berada di tangan Miko. Wanita itu memberontak ingin melepaskan diri. Dan akhirnya pertahanan Miko kalah di karenakan ia melihat Shinta yang di pukul oleh Evan. Ia tidak tega melihat wanitanya di pukul begitu kuat, walaupun ada sedikit rasa kecewa di hati Miko dengan perbuatan Shinta yang menjebak mereka. Walaupun sebenarnya itu hanya sebuah rencana licik dari Silvi dan Evan untuk menjebak Reyhan dan Miko. Shinta melakukan itu semua hanya untuk melindungi sahabatnya Laras.
Silvi berhasil melarikan diri dari genggaman tangan Miko. Wanita itu keluar dari rumah Reyhan dan berhasil lari. Miko ingin mengejarnya tapi langkahnya terhenti di karenakan dia tidak tega melihat Shinta yang di pukuli.
Dengan gerak cepat Miko membantu Shinta. Melihat Miko membantunya, Shinta secara perlahan sambil tertatih berjalan keluar. Biarkan semuanya sampai di sini.
Di luar Shinta melihat Laras yang sudah dibawa masuk kedalam ambulance yang siap membawa tubuh lemah siska menuju rumah sakit.
"Semoga kau tidak apa- apa Laras. Jangan terluka lagi. Semuanya sudah selesai." bisik Shinta pelan dari kejauhan.
Tak ada yang terlalu memperhatikan langkah Shinta yang kian menjauh dari rumah Reyhan .
"Brengsek wanita sialan itu lepas dari tanganku. Cari wanita itu sampai ketemu. Setelah ketemu beri dia hukuman yang menyakitkan." ucap Miko emosi kepada anak buah Reyhan.
"Dan kalian. cepat urus manusia bedebah ini. Kalau perlu tahan dia seumur hidup. Sampai busuk di penjara." perintah Miko yang langsung dilaksanakan anak buah Reyhan.
Evan dan anak buahnya dengan cepat diringkus dan di bawa keluar. Miko terduduk dengan sesak nafas. Ia kelelahan. Namun sedetik kemudian, kesadaran Miko kembali tiba.
__ADS_1
Miko melirik kanan kiri mencari Shinta, namun tak ia temukan. "Shinta!!." teriak Miko kuat. Miko sudah berdiri dan berjalan mengitari seluruh ruangan di rumah Reyhan. Mendadak Miko merasakan kecemasan yang dulu pernah ia alami ketika tunangannya Sarah meninggalkannya.
"Shinta!!." teriaknya lagi tapi tetap saja nihil. Miko tetap saja tak menemukan sosok Shinta ada dirumah Reyhan.
"Sial!!." geram Miki kuat. Miko segera berlari menuju mobilnya dan melajukan mobil itu secara perlahan. Jika Shinta pergi, pasti belum terlalu jauh karena Shinta yang kesakitan.
Dengan cemas Miko mencari Shinta. Namun tetap saja tidak ketemu. Miko memukul stir mobilnya, Ia merasa bersalah kepada Shinta karena telah menganggap Shinta sudah menjebak dirinya dan Reyhan. "Maafkan aku Shinta, aku telah percaya dengan semua perkataan para bajingan itu." Guman Miko dalam hati. Miko masih terus mencari Shinta.
Sedangkan Laras sudah di bawa oleh ambulance menuju rumah sakit bersama Reyhan yang menemani, dan ruman Reyhan sekarang sedang di amankan oleh para polisi.
"Laras sayang. Bangun sayang. Kamu harus kuat." Reyhan terus saja membangunkan Laras yang terbaring tak sadarkan diri di dalam ambulance. Bahkan Dokter dan Perawat pun tak bisa berbuat apa pun, kecuali menunggu Laras sadar.
Reyhan sudah menangis. Hatinya sakit melihat wajah istrinya yang pucat. Wajah istri tercintanya selalu ceria itu kini terdiam pucat tak berdarah.
Apa yang harus dilakukannya, semua ini gara - gara dirinya yang tak becus menjaga Laras, sehingga dengan mudahnya Silvi mengecoh dan mencelakai Laras.
Bersambung.....
hai- hai semuanya maaf ya atas keterlambatan up nya. Dikarenakan tadi ada tamu yang dtg ke humz saya. Jadi saya memberhentikan tulisan saya ini. Dan baru sempat melanjutkan di tengah malam ini. Maaf ya guys.
__ADS_1
Tapi saya harap kalian tidak kecewa. dan tetap beri saya vote, komen dan like kalian semua. dan besok siang or sore saya akan up lgi.
Terimakasih.