
Silvi tidak henti - hentinya meneror Laras. Dia ingin membuat Laras stress dan kalau bisa keguguran. Dia tidak ingin anaknya Laras dan Reyhan lahir. Dia ingin Reyhan hanya mempunyai anak darinya saja. Sejujurnya Silvi masih sangat mencintai Reyhan. Tapi karena Silvi silau akan harta, ia tergoda oleh pesona Tama seorang Pengusaha Muda yang kaya raya. Dulu Silvi menikah dengan Reyhan hanya hidup sederhana. Tama jatuh cinta pada pandangan pertama oleh Silvi. Tama selalu menggoda Silvi yang akhirnya Silvi pun jatuh dalam pelukan Tama.
Tapi ternyata Tama mulai bosan dengan Silvi, Tama pun berselingkung dan meninggalkan Silvi. Dan mereka pun berpisah. Walaupun tidak lagi bersama Tama, Silvi diberikan cukuo banyak harta dari Tama.
Laras yang masih berada dalam pelukan suaminya masih takut akan teror dan ancaman yang diberikan oleh Silvi.
"Mas, Alya mana mas?", tanya Laras lirih.
"Alya dibawa oleh mama sama papa sayang". Jawab Reyhan dengan lembut sambil mengelus punggung istrinya.
"Mas, I Love you", ucap Laras.
"Love u too sayang".
***********
Pagi hari di kantor Reyhan. Reyhan yang sudah sampai dikantornya. Laras yang juga ikut serta dan dibelakang Reyhan ada Miko dan Shinta sahabat Laras. Shinta sekarang ini selalu menemani Laras karena Reyhan yang memintanya. Shinta dan Miko yang beberapa bulan ne saling mengenal, tapi setiap mereka bertemu selalu saja adu argumen dan membuat ruangan Reyhan menjadi heboh oleh celotehan mereka berdua.
Braaakkk!!.
Laras maupun kedua orang yang ribut tadi pun langsung terdiam saat Reyhan menggebrak meja kerjanya kuat.
"Kalian berdua kalau mau ribut silahkan keluar!", geram Reyhan kesal.
__ADS_1
Laras menahan tawanya melihat wajah terkejutnya Miko dan Shinta.
"Galak amat Pak Reyhan". Kesal Shinta cemberut.
"Apa kamu bilang?, Pak?!, kamu pikir saya bapak kamu". Kesal Reyhan.
"Maaf, jadi saya panggilnya apa dong?". Tanya Shinta pelan dan menunduk.
"Panggil saya kakak". Jawab Reyhan dingin.
"Iya kak maaf". Jawab Shinta.
"Habis makan apa sih lo Rey?". Tanya Miko.
"Idih kak Rey. Kesambet apa sih suami lo Ras?". Tanya Shinta kepada Laras.
Laras mengangkat bahunya dan dambil tersenyum geli.
"Makanya Kak Miko sama lo Shinta saat waktunya serius jangan ribut melulu. Nanti jodoh lo kalian berdua". Celetuk Laras.
Miko yang sedang minum langsung tersedak. Kerongkongannya sakit, bahkan air yang ia minun sampai keluar dari hidungnya.
"Apa!? uhuk...uhuk...Anda jangan bercanda Nona?" Kesal Miko sambil sesekali terbatuk.
__ADS_1
Melihat Miko tersedak, Laras segera berlari menuju meja Reyhan dan menarik beberapa lembar tisu dan menyerahkannya kepada Miko.
"Kakak nggak apa-apa kan?", tanya Laras cemas.
Reyhan yang melihat istrinya memberi perhatian kepada Miko pun sedikit kesal.
"Sayang kamu nggak usah perhatian sama dia?!". Kesal Reyhan.
"Mas, jangan gitu. Inikan salah Laras juga". Ucap Laras lembut.
"Ah...lo Rey. Laras udah gue anggap adik sendiri Rey. Cemburuan banget lo". ucap Miko.
Miko memang sudah menganggap Laras istru dari sahabatnya itu sebagai adiknya. Karena Miko tidak mempunyai keluarga. Miko di besarkan di Panti Asuhan. Ia mengenal Reyhan ketika dulu Reyhan ingin di copet. Miko lah yang menolongnya. Dari situ lah awal persahabatan Mereka.
Miko masih kesal dengan Laras, dengan pernyataannya barusan yang mengatakan. Jodoh?Sama Shinta? Jangan sampai.
Bersambung.....
hay semua...maaf ya baru bisa up sekarang.
ada yang kangen dengan cerita aku nggak sih?.
hari ini aku akan up 2 bab...untuk yang pertama sore ini 1 bab dulu. ntar malam aku lanjut lgi ya.
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan vote ya.