
Acara resepsi pernikahan Ricko dan Shinta telah selesai. Semua para undangan telah pulang.
Disini, dikamar pengantin sepasang suami istri lagi duduk di atas ranjang pengantin mereka.
Shinta memandangi wajah suaminya yang banyak luka memar. Dengan penuh perasaan Shinta mengobatinya.
"Kamu kenapa sih mas? Kenapa kamu di pukul sama mas Miko?" tanya Shinta
"Gak papa sayang. Hanya kesalahpahaman saja. Lagian tadi Miko sudah minta maaf sama mas. Sayang, maafkan mas, malam pertama kita jadi tidak romantis. Karena wajah mas seperti kayak gini." kekeh Ricko.
Shinta hanya menunduk malu. Pipinya merona merah. Mendengar kata malam pertama Shinta merasa jantungnya deg degan.
"Mas ih..." ucap Shinta malu malu.
Ricko hanya membalas dengan kekehan saja. Kerisauan dihatinya semakin kuat saja. Ricko tidak ingin kehilangan Shinta. Hanya Shinta yang bisa menggentarkan hatinya dan hanya Shinta yang bisa membuat dirinya jatuh cinta lagi setelah putusnya dia dengan Larasati.
Dengan Sandra dianggap khilaf. Tapi kok khilafnya sampai hamil toh mas Ricko? (hehehe).
Sandra wanita yang baik, hanya saja Ricko tidak bisa mengendalikan hasratnya. Ia akan bertanggung jawab atas kehamilan Sandra. Tapi ia tidak bisa menikahinya.
"Sayang....kalau mas minta hak mas malam ini apa kamu siap?" ucap Ricko.
"Mas...wajah kamu?"
__ADS_1
"Ck, hanya perih sedikit sayang. Mas bisa tahan." kekeh Ricko.
Shinta hanya tersenyum malu malu saja. Mulai malam ini dia akan mencoba menerima Ricko dan akan mulai mencintainya.
"Mas yakin, mau malam ini?" tanya Shinta malu malu.
"Apa boleh sayang?"
Shinta menganggukan kepalanya pelan tandanya dia setuju.
Ricko mulai dengan mengelus pipi mulus istrinya, ia pun mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. Shinta merasa gugup, ia memejamkan matanya. Ricko dengan perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya. Ricko ******* lembut bibir istrinya.
Ciuman itu turun hingga keleher istrinya. Dan hubungan suami istri itu pun terjadi. Mereka melakukannya sampai pagi menjelang.
*******
Sama halnya dengan Miko, ia pun tidak bisa tertidur karena memikirkan Shinta. Pasti akan hancur. Dia pikir Ricko adalah pria yang bertanggung jawab. Ternyata dia sama saja. Miko bertekad akan menjaga Shinta, Dia akan berjaga - jaga kalau saja Ricko menyakitinya dengan senang hati Miko akan merebut Shinta dari Ricko.
********
Keadaan Chintya sudah mulai membaik.
"Pa, gimana? Apa wanita itu selamat pa? Aku tidak mau di penjara. Aku masih ingin merebut Reyhan dari istrinya pa." seru Chintya.
__ADS_1
"Tenang la sayang. Wanita itu selamat sayang, kondisinya baik - baik saja. Tapi, kamu tenang saja, papa akan mengancam dia sayang. Agar dia tidak akan melaporkan kamu. Tapi, papa tidak bisa berbuat apa - apa kalau Reyhan yang melaporkan kamu." jelas Pak Samsul.
"Pah...bantu aku pah." ujar Chintya memohon.
"Papa akan bantu kamu sayang."
Sudah seminggu ini Chintya berada dirumahnya. Pak Samsul papanya memang menyuruh Chintya untuk berada dirumah saja dulu. Dia tidak ingin anaknya berbut nekad lagi. Karena pak Samsul tidak ingin penyakit anaknya kambuh lagi.
********
"Mas, apa yang harus kita lakukan terhadap Chintya mas? Aku takut mas." tanya Laras.
"Sayangnya mas tenang saja ya. Mas akan menghukum Chintya. Mas udah lapor polisi." jawab Reyhan.
"Tapi, gimana nantinya dengan mbak Silvi mas? Harus dimana dia tinggal mas?"
"Untuk sementara Silvi tinggal di Apartemen mas saja. Setelah itu kita akan memikirkan lagi kedepannya."
"Mas kamu baik banget. Makasih ya sayang." ucap Laras manja.
"Mana bisa mas menolak kemauan istri cantik mas ini". Ujar Reyhan sambil mencolek hidung istrinya dengan gemas.
Bersambung....
__ADS_1