
Tibalah saat yang di tunggu - tunggu. Pernikahan Shinta dan Miko di gelar di sebuah hotel berbintang lima. Yang mana hotel itu milik keluarga Reyhan, sahabat sekaligus Bos tempat dia bekerja.
Reyhan memberikan tempat secara percuma untuk resepsi pernikahan Mereka. Shinta mengenakan gaun pengantin rancangan disigner terkenal di Asia. Dengan gaun berwarna putih. Begitupun juga dengan Miko ia menggunakan pakaian dengan rancangan yang sama.
Semua para tamu undangan telah berdatangan. Reyhan sebagai sahabat Miko menjadi saksi di pernikahan mereka.
Ketika semua para saksi mengatakan Sah. Maka resmilah Shinta dan Miko menjadi sepasang suami istri.
Ricko sang mantan suami pun datang. Ia merasa iri melihat kebahagian yang ada di depan matanya. Melihat wanita yang masih di cintainya itu bersanding dengan orang lain. Ia harus mencoba mengikhlaskan nya. Berdoa agar wanitanya bahagia selamanya.
Sedangkan tak jauh dari tempat Ricko duduk. Terlihat seorang wanita hamil dengan wajahnya yang pucat dan kondisi tubuhnya kurus. Sandra meneteskan air matanya. Ia merasa bersalah kepada Shinta, merebut suaminya. Tapi, setelah melihat Shinta begitu bahagia dengan pasangan nya yang baru, Sandra pun merasa lega.
Ricko dan Sandra tanpa sengaja saling berpandangan. Betapa terkejutnya Ricko melihat kondisi Sandra. Wajah pucat dan kurus. Ada apa dengan wanita itu pikirnya.
Ingin rasanya dia menghampiri wanita itu menanyakan kabarnya. Tapi, egonya sangat tinggi. Mengingat kehancuran rumah tangganya bersama Shinta berakhir gara - gara wanita itu. Ricko pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Sandra menghela nafasnya kasar. "Sampai kapan kau bisa menerimaku dan mencintaiku mas?." Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Semua para undangan mengucapkan selamat dan mengucapkan doa yang terbaik untuk pasangan pengantin.
"Akhirnya, kita menikah juga sayang." Bisik Miko mesra.
"Iya mas. Terimakasih." balas Shinta.
"Aku sangat mencintai kamu sayang. Dan aku gak sabar untuk nanti malam sayang." goda Miko.
"Ih...mas ternyata mesum juga." ucap Shinta mencubit lengan suaminya.
Shinta tertunduk malu. Ia merasa gugup mendengar malam pertama. Padahal ini bukanlah yang pertama kali untuknya. Tapi, entah kenapa bersama Miko dia merasa getaran aneh.
Acara pesta resepsi pernikahan mereka pun telah selesai. Semuanya telah berpulangan. Shinta dan Miko bermalam di Hotel itu. Reyhan juga memberi satu kamar presiden suite. Di situlah nantinya mereka melakukan ritual suami istri.
Sepasang pengantin sudah berada di kamar pengantin mereka. "Sayang...kamu mandi dulu sana." ucap Miko.
"Iya mas. Gerah banget rasanya."
__ADS_1
Setelah selesai mereka pun rebahan di atas ranjang mereka. Saling berpelukan mesra.
"Sayang. Mas akan selalu membuat kamu bahagia. Mas gak akan membuat kamu menangis." janji Miko.
"Terimakasih mas. Aku akan menjadi seorang istri yang baik untuk mas. Aku mencintaimu mas, sangat mencintimu." ucap Shinta sambil memeluk suaminya dengn erat.
Miko mencium bibir Shinta dengan lembut. Ciuman yang tidak hanya di bibir saja. Lama kelamaan ciuman itu turun ke leher mulus istrinya. Miko tidak bisa menahan hasratnya lagi. Miko melepas kancing baju piayama Shinta satu persatu. Sampai akhirnya terlepas semuanya. Kini keadaan mereka polos. "Apa kamu siap sayang?." tanya Miko lembut.
Shinta hanya mengangguk menandakan ia mengijinkan Miko untuk menyentuhnya lebih dalam lagi. Di kamar yang luas itu terdengar suara - suara desahan mereka berdua. Mereka mengakhiri kenikmatan mereka hingga pagi menjelang.
Bersambung.....
jangan lpa like, komen, hadianya dan vote ya.
Saya sekeluarga mengucapkan SELAMAT BERPUASA bagi yang menjalankannya.
Terimakasih.
__ADS_1