Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 60


__ADS_3

"Apakabar sayang..." ucap Sisil menggoda dan seksi.


Ivan menelan salivanya kasar. Dasar wanita sialan. Seenaknya ia masuk ke Mansion orang tanpa permisi.


"Kenapa Lo kesini?" tanya Ivan ketus. Dia sungguh muak dengan Sisil.


"Jangan marah marah sayang. Aku hanya ingin bertamu ke Mansion mantan Kekasihku saja." sahut Sisil genit.


"Ck. Sebaiknya Lo pergi dari sini. Muak gue liat Lo." ucap Ivan jijik.


"Sayangku, bukanya dulu kamu sangat tergoda dengan tubuh seksi ku ini?" bisik Sisil di telinga Ivan dengan Mesra. Sisil sengaja menggoda Ivan agar Rachel dapat melihatnya. Wanita itu sengaja berlama lama disana agar Rachel keluar dari kamarnya.


"Ayolah sayang, jangan galak galak sama aku, kamu lupa kalau kamu sangat menikmati tubuhku ini?" seru Sisil semakin menggoda Ivan, bahkan Sisil mengelus dada bidang Ivan dengan lembutnya.


Suara pintu terbuka.


Ceklek....


Rachel yang baru saja keluar dari kamarnya sangat terkejut melihat adegan kemesraan didepannya. Seorang wanita seksi menyentuh dada sang suami dengan mesranya, tubuh keduanya begitu menempel dekat.

__ADS_1


"Ma...mas Ivan..." seru Rachel dengan suara tercekat. Rachel menahan tangisnya.


Ivan sontak terkejut mendengar suara sang istri. Dengan cepat Ivan menolak tubuh Sisil dengan kasar. Membuat tubuh Sisil terjatuh ke lantai.


"Aww...sakit sayang..." seru Sisil dengan manjanya. Wanita itu sengaja berpura pura.


Air mata Rachel yang tertahan akhirnya luruh juga. "Mas...kamu jahat...hiks..." isak Rachel.


"Sayang...kamu salah paham. Ini tak seperti yang kamu lihat sayang." Ivan sangat panik melihat Rachel menangis terisak.


Sementara itu Sisil tersenyum sinis. Tujuannya memang itu, membuat Rachel menangis. Sisil bangkit dari jatuhnya. "Sayang...aku sangat merindukan sentuhan kamu." seru Sisil manja.


Rachel masih saja terus menangis tersedu sedu. "Hiks...mas jahat."


"Sayang...jangan nangis, wanita ini gila. Dia sengaja datang kemari untuk mengganggu kita sayang." ucap Ivan menjelaskan.


"Hiks...bohong." ucap Rachel masih dengan isakannya.


"Dia bohong Rachel, Ivan menyuruhku datang ke Mansion ini, katanya Ivan merindukan aku." Sisil berucap bohong dan memasang wajah sendu.

__ADS_1


Ivan melototkan matanya lebar. Benar benar ******. "Kau gila Sisil!! Aku tak pernah menyuruhmu ke Mansion ku. Aku tak sudi melihat kau. Sangat menjijikan!!" emosi Ivan semakin memuncak. Ivan ingin menampar pipi Sisil. Namun dihentikannya.


"Cukup Mas!! Kau urus wanitamu itu! Aku benci kamu!" teriak Rachel, wanita itu masuk kembali kekamarnya dan membanting pintu dengan sangat keras.


Ivan tak bisa lagi menahan emosinya. Ia menarik tangan Sisil daj menyeretnya keluar dari Mansionnya. Sampai di depan Pintu Mansion Ivan menghempaskan Sisil dengan kasar. "Pergi Sisil!! Jangan pernah ganggu keluargaku lagi! Kalau kau masih ke Mansionku, aku akan melaporkan kamu ke polisi." Ucap Ivan dengan kasar. Kali ini ia tak main main, ia akan melaporkan siapa saja yang mengganggu istrinya walaupun itu adiknya.


"Ivan...tega sekali kamu sama aku! Apa kamu lupa. Kau selalu memuja ku dan sangat menikmati tubuhku ini. Apa kau lupa?!" bentak Sisil, sungguh ia tak terima diperlakukan seperti ini, dibuang begitu saja.


"Itu masa lalu Sisil. Sekarang, aku sangat mencintai istriku. Aku mohon Sisil pergilah, jangan ganggu aku lagi." Mohon Ivan akhirnya.


"Gak Ivan. Kau gak boleh seperti ini. Aku milikku!!" ucap Sisil dengan suara meninggi.


Ivan tak ingin mendengar apa apa lagi dari mulut Sisil yang berbisa itu. Dengan sangat keras Ivan menutup pintu Mansionnya dan menguncinya.


Sisil berteriak seperti orang kesetanan memanggil Ivan. "Ivannn...buka pintunya. Kau milikku Ivan!!!" teriak Sisil.


Namun Ivan tak memperdulikannya. Pria itu naik kelantai atas menuju kamarnya dan sang istri. Dia harus menjelaskan kepada Rachel, bahwasannya dirinya tak ada hubungan apa apa lagi dengan wanita sialan itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2