
Miko terus saja memukul dengan sekuat tenaganya. Menghabisi para penjahat tanpa ampun.
Miko melepas jacket nya, ia pun segera menutupi tubuh Shinta. Miko mencoba memeluk Shinta namun Shinta berontak kuat. Miko tak memperdulikannya, ia tetap memeluk tubuh Shinta dan sampai Shinta jatuh pingsan.
"Shinta!." teriak Reyhan. Disusul Laras yang berada di belakang Reyhan.
"Sayang!."
Suasana di tempat itu menjadi tegang ketika salah satu dari penjahat itu menarik Laras dan mengarahkan sebuah pisau ke leher Laras.
"Mas Rey ---." Laras memucat takut.
Tak hanya Laras, Reyhan yang melihat istrinya dalam bahaya kelabakan.
"Berhenti kalian semua!." teriak penjahat tersebut sambil mengarahkan pisau keleher Laras.
"Kalau kalian tidak berhenti, pisau ini akan menusuk leher wanita ini." ancam penjahat itu.
__ADS_1
"Mas Rey ---." tubuh Laras menggigil ketakutan.
"Oke.Oke. Tapi lepasin istri gue brengsek!!." Teriak Reyhan penuh emosi. Reyhan menatap mata Laras dengan lembut, menandakan semuanya akan baik- baik saja.
Reyhan mulai panik melihat leher sang istri mulai tergores dan mengeluarkan darah. Apalagi Laras menangis dan tengah hamil besar.
Salah satu anak buah Reyhan mendapatkan sedikit celah untuk meringkuk penjahat yang menyandra istri bos mereka. Dengan gerak cepat anak buah Reyhan menghantam jatuh pria yang menyandra Laras. Dan membuat tubuh Laras ke tangga dan nyaris terjatuh dan terguling kebawah kalau tidak cepat Reyhan menahannya.
Reyhan langsung menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya. Laras pun meringkuk sambil menangis.
Penjahat itu sudah tertangkap dan di hajar oleh anak buah Reyhan. Shinta yang masih pingsan di bawa oleh Miko kerumah sakit, begitupun Laras yang telah dibawa oleh Reyhab kerumah sakit, ia takut terjadi sesuatu kepada istri yang di sayanginya. Apalagi Laras sedang mengandung.
Sementara Reyhan yang semakin panik melihat luka di leher istrinya.
"Tahan ya sayang." Bisik Reyhan lembut sambil menggenggam tangan Laras.
"Iya mas. Mas fokus aja bawa mobilnya." Jawab Laras tenang.
__ADS_1
Tidak butuh waktu yang lama akhirnya Reyhan dan istrinya sampai dirumah sakit begitupun dengan Miko dan Shinta.
Kedua wanita cantik itu sudah di rawat di kamar mereka masing - masing.
Shinta yang di rawat dengan intensif karena tubuh dan wajah wanita itu penuh dengan memar. Miko yang melihat keadaan Shinta yang sangat prihatin membuat emosi Miko naik ke ubun - ubun. Ia akan menghancurkan orang yang telah membuat wanita yang mulai menghiasi hatinya terluka.
Miko memang sudah mulai menyukai Shinta, sejak mereka berdua bertemu untuk pertama kalinya di rumah Reyhan. Miko belum berani untuk menyatakan rasa sukanya kepada Shinta. Dia masih merasa gengsi. Karena mereka berdua kalau sudah bertemu selalu saja bertengkar.
Miko meraih ponselnya dan menghubungi David yang sudah ada bersama orangnya Reyhan yang tadi menahan empat pria brengsek itu.
"Pastikan kalian menahannya dengan baik. Jangan kecolongan lagi. Korek informasi sedetail mungkin. Siapa yang menyuruh mereka. Aku curiga mereka suruhan mantan istrinya Reyhan dan pria simpanan nya. Pria itu adalah sepupunya Shinta." tanpa mendengar jawaban dari David, Miko langsung memutus panggilannya. Dan kembali fokus kepada Shinta yang telah selesai diperiksa oleh Dokter. Shinta yang sudah dipakai kan pakaian dari rumah sakit oleh suster. Karena pakaian yang dikenakan oleh Shinta telah koyak.
Wajah Shinta masih memucat. Sampai saat ini, teriakan Shinta masih terngiang ditelinga Miko.
"Brengsek mereka. Beraninya sama perempuan." Geram Miko dengan kebencian.
Bersambung....
__ADS_1
Hari ini aku up dua bab ya guys.
Selamat membaca. mudah-mudahan besok aku bisa up lagi. Kalau aku lagi tidak sibuk. Terimakasih. jgn lupa like, komen dan vote ya.